1 Januari 2025, Menkeu terbitkan daftar harga rokok eceran ini, warga Sukabumi: Naik terus!

- Redaksi

Senin, 16 Desember 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Rokok keretek - sukabumiheadline.com

Rokok keretek - sukabumiheadline.com

sukabumiheadline.com – Harga jual eceran (HJE) rokok akan mengalami kembali naik per 1 Januari 2025. HJE rokok tetap naik meski pemerintah memutuskan untuk tidak menaikkan cukai hasil tembakau (CHT).

Daftar HJE rokok terbaru diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 97 Tahun 2024 tentang Perubahan Ketiga atas PMK Nomor 192/PMK.010/2021 tentang Tarif Cukai Hasil Tembakau Berupa Sigaret, Cerutu, Rokok Daun atau Klobot, dan Tembakau Iris.

PMK tersebut diundangkan pada 12 Desember 2024 setelah Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawatisri menekennya pada 4 Desember 2024.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan penurunan HJE rokok dilakukan dengan alasan kesehatan.

“Ya, tentu kan kita berharap barang-barang yang untuk kesehatan itu supaya dikurangin. Prinsipnya itu aja,” kata Airlangga pada Jumat (13/12/ 2024) dikutip dari tempo.co, Senin (16/12/2024).

Sementara, salah seorang warga Parungkuda, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Dodi Ruhiyat (45) merespons singkat kabar kenaikan HJE rokok tersebut.

“Naik teruuus! Apa sih yang gak naik?” singkat Dodi ketika diminta pendapat oleh sukabumiheadline.com.

HJE rokok per 1 Januari 2025

Adapun, berdasarkan PMK Nomor 97 Tahun 2024, berikut daftar HJE rokok yang akan berlaku tahun depan beserta kenaikannya.

HJE Rokok Dalam Negeri 2025

  1. Sigaret Kretek Mesin (SKM)
    · Golongan I: harga jual eceran per batang paling rendah Rp2.375 (naik 5,08 persen) dengan tarif cukai per batang Rp1.231.
    · Golongan II: harga jual eceran per batang paling rendah Rp1.485 (naik 7,6 persen) dengan tarif cukai per batang Rp746.
  2. Sigaret Putih Mesin (SPM)
    · Golongan I: harga jual eceran per batang paling rendah Rp2.495 (naik 4,8 persen) dengan tarif cukai per batang Rp1.336.
    · Golongan II: harga jual eceran per batang paling rendah Rp1.565 (naik 6,8 persen) dengan tarif cukai per batang Rp794.
  3. Sigaret Kretek Tangan (SKT) atau Sigaret Putih Tangan (SPT)
    · Golongan I: harga jual eceran per batang lebih dari Rp2.170 (naik 9,5 persen) dengan tarif cukai per batang Rp483.
    · Golongan I: harga jual eceran paling rendah Rp1.555 (naik 13 persen) sampai dengan Rp2.170 dengan tarif cukai per batang Rp378.
    · Golongan II: harga jual eceran per batang paling rendah Rp995 (naik 15 persen) dengan tarif cukai per batang Rp223.
    · Golongan III: harga jual eceran per batang paling rendah Rp860 (naik 18,6 persen) dengan tarif cukai per batang Rp122.
  4. Sigaret Kretek Tangan Filter (SKTF) atau Sigaret Putih Tangan Filter (SPTF)
    Harga jual eceran per batang paling rendah Rp2.375 (naik 5 persen) dengan tarif cukai per batang Rp1.231.
  5. Klembak Menyan (KLM)
    · Golongan I: harga jual eceran per batang paling rendah Rp950 (tidak naik) dengan tarif cukai per batang Rp483.
    · Golongan II: harga jual eceran per batang paling rendah Rp200 (tidak naik) dengan tarif cukai per batang Rp25.
  6. Tembakau Iris (TIS)
    · TIS tanpa golongan lebih dari Rp275 (tidak naik) dengan tarif cukai per batang Rp30.
    · TIS tanpa golongan lebih dari Rp180 sampai dengan Rp275 (tidak naik) dengan tarif cukai per batang Rp25.
    · TIS tanpa golongan paling rendah Rp55 sampai dengan Rp180 (tidak naik) dengan tarif cukai per batang Rp10.
  7. Klobot (KLB)
    Klobot tanpa golongan paling rendah Rp290 (tidak naik) dengan tarif cukai per batang Rp30.
  8. Cerutu (CRT)
    · CRT tanpa golongan lebih dari Rp198 ribu (tidak naik) dengan tarif cukai per batang Rp110 ribu
    · CRT tanpa golongan lebih dari Rp55 ribu sampai dengan Rp198 ribu (tidak naik) dengan tarif cukai per batang Rp22.000
    · CRT tanpa golongan lebih dari Rp22 ribu sampai dengan Rp55 ribu (tidak naik) dengan tarif cukai per batang Rp110 ribu
    · CRT tanpa golongan lebih dari Rp5.500 sampai dengan Rp22 ribu (tidak naik) dengan tarif cukai per batang Rp1.320
    · CRT tanpa golongan paling rendah Rp495 sampai dengan Rp5.500 (tidak naik) dengan tarif cukai per batang Rp275.

Daftar HJE Rokok Impor 2025

  1. Sigaret Kretek Mesin (SKM)
    · Golongan I: harga jual eceran per batang paling rendah Rp2.375 dengan tarif cukai per batang Rp1.231.
    · Golongan II: harga jual eceran per batang paling rendah Rp1.485 dengan tarif cukai per batang Rp746.
  2. Sigaret Putih Mesin (SPM)
    · Golongan I: harga jual eceran per batang paling rendah Rp2.495 dengan tarif cukai per batang Rp1.336.
    · Golongan II: harga jual eceran per batang paling rendah Rp1.565 dengan tarif cukai per batang Rp794.
  3. Sigaret Kretek Tangan (SKT) atau Sigaret Putih Tangan (SPT)
    · Golongan I: harga jual eceran per batang lebih dari Rp2.170 dengan tarif cukai per batang Rp483
    · Golongan II: harga jual eceran per batang paling rendah Rp995 dengan tarif cukai per batang Rp223
    · Golongan III: harga jual eceran per batang paling rendah Rp860 dengan tarif cukai per batang Rp122
  4. Sigaret Kretek Tangan Filter (SKTF) atau Sigaret Putih Tangan Filter (SPTF)
    Harga jual eceran per batang paling rendah Rp2.375 dengan tarif cukai per batang Rp1.231.
  5. Klembak Menyan (KLM)
    · Golongan I: harga jual eceran per batang paling rendah Rp950 dengan tarif cukai per batang Rp483.
    · Golongan II: harga jual eceran per batang paling rendah Rp200 dengan tarif cukai per batang Rp25.
  6. Tembakau Iris (TIS)
    Harga jual eceran per batang lebih dari Rp180 sampai dengan Rp275, dengan tarif cukai per batang Rp25.
  7. Klobot (KLB)
    Harga jual eceran per batang paling rendah Rp290 dengan tarif cukai per batang Rp30.
  8. Cerutu (CRT)
    Harga jual eceran per batang paling rendah Rp495 sampai dengan Rp5.500, dengan tarif cukai per batang Rp275.

Berita Terkait

Tak lagi Rp6 juta per hari, insentif dapur MBG dihitung Rp2.000 per porsi
Rincian denda untuk sopir, pengusaha truk dan pemilik barang ODOL, hingga Rp50 miliar
Manajer Kopdes Merah Putih tak ditempatkan sesuai domisili
BNN minta semua jenis vape dilarang
Diklaim lebih adil, pemerintah bakal beri bansos digital untuk desil 1 hingga 5 awal 2027
Rekening demonstran di DPR diblokir, Bank Mandiri atas perintah APH
BI gratiskan biaya transaksi QRIS hingga Rp500 ribu
BBM subsidi berdasarkan jenis kendaraan, Bahlil: Pertalite untuk motor tak dibatasi

Berita Terkait

Jumat, 2 Oktober 2026 - 03:47 WIB

Tak lagi Rp6 juta per hari, insentif dapur MBG dihitung Rp2.000 per porsi

Rabu, 30 September 2026 - 12:05 WIB

Rincian denda untuk sopir, pengusaha truk dan pemilik barang ODOL, hingga Rp50 miliar

Senin, 28 September 2026 - 10:00 WIB

Manajer Kopdes Merah Putih tak ditempatkan sesuai domisili

Sabtu, 12 September 2026 - 22:21 WIB

BNN minta semua jenis vape dilarang

Kamis, 10 September 2026 - 23:30 WIB

Diklaim lebih adil, pemerintah bakal beri bansos digital untuk desil 1 hingga 5 awal 2027

Berita Terbaru

Ilustrasi musim kemarau ekstrem - sukabumiheadline.com

Sains

Masa peralihan dan puncak musim hujan di Sukabumi

Sabtu, 3 Okt 2026 - 17:52 WIB

Ilustrasi pelaku UMKM sedang menjahit pakaian - sukabumiheadline.com

Jawa Barat

Sukabumi masuk Top 10 IID versi BSKDN

Sabtu, 3 Okt 2026 - 14:00 WIB