5 fakta soal BGN belanja sprei dan sarung bantal Rp9 miliar pakai APBN

- Redaksi

Rabu, 30 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kantor Pusat Badan Gizi Nasional - Ist

Kantor Pusat Badan Gizi Nasional - Ist

sukabumiheadline.com – Badan Gizi Nasional (BGN) tercatat memiliki pengadaan sprei dan sarung bantal dengan nilai mencapai Rp9,09 miliar pada tahun anggaran 2025.

Berdasarkan data INAPROC, paket tersebut sudah masuk tahapan kontrak dengan status “Melakukan Pengiriman dan Penerimaan”.

1. Diadakan oleh Kantor Pusat BGN

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Data transaksi pengadaan pemerintah mencatat paket “Sprei Dan Sarung Bantal Untuk Ganti” sebagai pengadaan barang oleh Kantor Pusat BGN.

Paket bernama “Sprei Dan Sarung Bantal Untuk Ganti” tersebut tercatat dalam sistem pengadaan pemerintah dengan nilai Rp9.097.618.000.

Berdasarkan data INAPROC, paket tersebut sudah masuk tahapan kontrak dengan status “Melakukan Pengiriman dan Penerimaan”.

2. Detail pengadaan sprei BGN Rp9,09 miliar

Berikut detailnya:

  • Instansi: Badan Gizi Nasional
  • Satuan kerja: Kantor Pusat Badan Gizi Nasional
  • Tahun anggaran: 2025
  • Nama paket: Sprei Dan Sarung Bantal Untuk Ganti
  • Kode paket: 11639671
  • Kode RUP: 58114395
  • Sumber dana: APBN
  • Sumber transaksi: E-Katalog Versi 5.0
  • Metode pengadaan: E-Purchasing
    Jenis pengadaan: Barang
  • Nilai paket: Rp9.097.618.000
  • Tahapan pengadaan: Kontrak
  • Status paket: Melakukan Pengiriman dan Penerimaan
    Data INAPROC juga mencatat nilai paket tersebut sebesar Rp9.097.618.000 untuk PDN dan UMK.

3. Pemenang tender 

Pengadaan sprei dan sarung bantal tersebut dilakukan melalui E-Katalog Versi 5.0 dengan metode e-purchasing. Artinya, transaksi pengadaan tercatat dalam sistem pengadaan pemerintah dan memiliki penyedia yang telah ditetapkan, yakni PT Panca Karya Unggul Abadi.

4. Rp9,09 miliar bukan berarti lunas

Nilai Rp9,097 miliar yang tercantum dalam data perlu dibedakan dari realisasi pembayaran. Angka tersebut merupakan total nilai paket pengadaan. Dalam data INAPROC, paket masih tercatat pada tahapan kontrak dengan status “Melakukan Pengiriman dan Penerimaan”.

5. Penjelasan BGN

Badan Gizi Nasional (BGN) mengklarifikasi isu pengadaan sprei dan sarung bantal yang ramai dibahas di media sosial.

Juru Bicara BGN Tysa Novenny mengungkapkan pengadaan tersebut dilakukan pada 2025 atau di bawah kepemimpinan kepala badan periode sebelumnya alias tidak terjadi pada masa kepemimpinan Sudaryono.

“Soal pengadaan sprei dan sarung bantal yang lagi heboh di media sosial, perlu kami sampaikan bahwa itu terjadi di tahun 2025. Jadi terjadi di tahun lalu dan pada saat itu kepala badannya adalah kepala badan yang lama, bukan di masa kepemimpinan Bapak Sudaryono selaku Kepala Badan Gizi Nasional,” kata Tysa dalam pernyataan resmi BGN yang diunggah melalui Instagram resmi BGN, Rabu (30/9/2026).

Tysa mengatakan pengadaan tersebut saat ini menjadi salah satu materi dalam perkara hukum yang sedang berjalan.

“Berkaitan dengan sarung bantal dan sprei tersebut, saat ini juga itu menjadi salah satu materi perkara hukum yang sedang berjalan yang kita sama-sama tahu di luar sana,” ujarnya.

Oleh karena itu, Tysa meminta masyarakat menyerahkan proses hukum terkait pengadaan tersebut kepada aparat penegak hukum.

“Jadi biarkan aparat penegak hukum bekerja,” katanya.

Lebih lanjut, BGN juga mengimbau masyarakat untuk melakukan pengecekan terhadap informasi sebelum menyebarkannya kepada publik.

“Sekali lagi kami minta kepada teman-teman di luar sana, kalau ingin memberikan informasi kepada masyarakat mengenai sesuatu hal apapun itu, please cross-check dulu, benar nggak datanya, benar nggak informasinya, supaya enggak jadi fitnah,” ujar Tysa.

Berita Terkait

Pangkas waktu tempuh Bogor-Palabuhanratu, kolaborasi bangun jalan sepanjang 20 km
“Content Governor”: Kinerja KDM diberitakan media Inggris
Prabowo sebut pengamat goblok, PVRI: Antisains
Benarkah Bayu ASN Pemkot Bogor ditemukan di rumah istri muda di Sukabumi?
1 di Sukabumi, membanding 10 monumen knalpot hasil razia, keren mana?
Dari 5 jadi 8 tahun, kini kades usul lagi perpanjangan masa jabatan tanpa pilkades
Purbaya dicopot, ini profil Suahasil Nazara, Menteri Keuangan baru
Profil Eva Stevany Rataba, anggota DPR RI masuk kategori desil 4 yang rentan miskin

Berita Terkait

Rabu, 30 September 2026 - 23:01 WIB

5 fakta soal BGN belanja sprei dan sarung bantal Rp9 miliar pakai APBN

Minggu, 27 September 2026 - 21:00 WIB

Pangkas waktu tempuh Bogor-Palabuhanratu, kolaborasi bangun jalan sepanjang 20 km

Kamis, 24 September 2026 - 12:00 WIB

“Content Governor”: Kinerja KDM diberitakan media Inggris

Minggu, 20 September 2026 - 23:42 WIB

Prabowo sebut pengamat goblok, PVRI: Antisains

Kamis, 17 September 2026 - 23:00 WIB

Benarkah Bayu ASN Pemkot Bogor ditemukan di rumah istri muda di Sukabumi?

Berita Terbaru