Ogah punya wapres tak punya ijazah SMA, Waka DPRD Kota Sukabumi copot foto Gibran

- Redaksi

Rabu, 7 Oktober 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Ketua DPRD Kota Sukabumi Rojab Asy'ari mencopot foto Wapres Gibran Rakabuming Raka - Dok. Pribadi

Wakil Ketua DPRD Kota Sukabumi Rojab Asy'ari mencopot foto Wapres Gibran Rakabuming Raka - Dok. Pribadi

sukabumiheadline.com – Merespons putusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait polemik ijazah Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka yang terbukti tidak bisa menunjukkan kepemilikan ijazah setingkat SMA atau sederajat, Wakil Ketua DPRD Kota Sukabumi Rojab Asy’ari memilih mencopot foto putra sulung Joko Widodo tersebut di ruang kerjanya, Rabu (7/10/2026).

Tindakan tersebut, kata Rojab sebagai bentuk protes keengganan memiliki wapres yang tidak memiliki ijazah SMA atau sederajat menyusul putusan MK tersebut. Baca selengkapnya: MK tolak gugatan, Suket Kemendikbud tentang Ijazah Gibran dan keadilan publik

Seperti diketahui, dalam putusannya, MK tidak menemukan atau mendapatkan bukti meyakinkan yang dapat menunjukkan Gibran Rakabuming Raka memiliki ijazah/sertifikat/diploma di luar negeri yang dapat dijadikan dasar untuk disetarakan dengan berpendidikan paling rendah tamat sekolah menengah atas, madrasah aliyah, sekolah menengah kejuruan, madrasah aliyah kejuruan, atau sekolah lain yang sederajat sebagaimana dimaksud dalam norma Pasal 169 huruf r dan Pasal 227 huruf l UU Pemilu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut Rojab, tindakannya itu merupakan sikap pribadi. Ia mengaku belum berkonsultasi secara khusus dengan struktur partai. Ia mengaku hanya merasa malu mendengar putusan MK yang terbit pada Selasa (6/10/2026) itu.

“Ini menyikapi fakta persidangan kemarin di MK, bahwa Gibran Rakabuming Raka tidak bisa membuktikan memiliki ijazah setara SMA atau sederajat,” ujar Rojab kepada sukabumiheadline.com, Rabu malam.

“Saya sebagai Wakil Ketua DPRD Kota Sukabumi ya merasa malu kok kayak gitu. Ini murni sikap politik saya,” sambung politikus PDI Perjuangan tersebut.

Namun demikian, pria yang juga mantan wartawan itu mengatakan jika dirinya akan mengembalikan foto Gibran ke tempatnya semula jika dalam proses bergulir ada fakta hukum bahwa Gibran memiliki ijazah SMA atau sederajat.

“Saya tadi menyerahkan, menitipkan dulu ke Sekretariat DPRD. Ini sifatnya sementara dan hanya di ruangan saya,” jelasnya.

Meskipun demikian, Rojab menyatakan tindakannya hanya merespons kasus Gibran, sementara foto Presiden Prabowo Subianto tetap terpampang di dinding ruangan kerjanya.

“Untuk Presiden saya masih pertahankan, Pak Prabowo ada tetap terpampang di ruangan saya,” kata dia.

Sementara itu, disinggung soal pemakzulan atau impeachment Gibran dari posisi wapres, Rojab menyatakan hal itu merupakan urusan MPR RI.

“Kalau impeachment itu urusan MPR, tapi ya sikap politik saya hanya bisa menurunkan fotonya kan,” katanya.

Untuk informasi, seperti diberitakan sukabumiheadline.com sebelumnya, MK tidak dapat mengabulkan tuntutan mendiskualifikasi Gibran dari posisinya sebagai wakil presiden sebagaimana yang dimohonkan dalam petitum para Pemohon. Baca selengkapnya: MK: Tidak ada bukti Gibran punya ijazah SLTA atau sederajat

Berita Terkait

Dikenal tukang kritik pemerintah, kini Rocky Gerung jabat Wantimpres bersama 25 tokoh lain
Ulik tren elektabilitas 5 parpol Oktober 2025-Agustus 2026 versi Poltracking Indonesia
Gerindra: Era Prabowo jauh lebih demokratis dibanding pemerintah sebelumnya
Ketum Projo: Pemilu 2029, kalau terjadi percepatan kita siap enggak?
Mulai 2029 Pemilu Nasional dan Pemilu Daerah dipisah, begini aturannya
Distribusi Program MBG ke sekolah cukup 3 kali sepekan
MK putuskan pilkada langsung, tak ada lagi wacana oleh DPRD
Survei Puspoll Indonesia: Mayoritas masyarakat mau Pilkada langsung

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 18:30 WIB

Ogah punya wapres tak punya ijazah SMA, Waka DPRD Kota Sukabumi copot foto Gibran

Jumat, 2 Oktober 2026 - 20:04 WIB

Dikenal tukang kritik pemerintah, kini Rocky Gerung jabat Wantimpres bersama 25 tokoh lain

Rabu, 23 September 2026 - 23:52 WIB

Ulik tren elektabilitas 5 parpol Oktober 2025-Agustus 2026 versi Poltracking Indonesia

Rabu, 9 September 2026 - 01:33 WIB

Gerindra: Era Prabowo jauh lebih demokratis dibanding pemerintah sebelumnya

Selasa, 25 Agustus 2026 - 14:34 WIB

Ketum Projo: Pemilu 2029, kalau terjadi percepatan kita siap enggak?

Berita Terbaru