BEEF akuisisi aset bisnis sapi perah kemasan seluas 30 hektare di Sukabumi

- Redaksi

Senin, 2 November 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi sapi perah - sukabumiheadline.com

Ilustrasi sapi perah - sukabumiheadline.com

sukabumiheadline.com – PT Estika Tata Tiara Tbk (BEEF) resmi melakukan akuisisi aset berupa lahan seluas 30,05 hektare di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Akuisisi tersebut merupakan upaya perusahaan memperkuat lini bisnis di pemerahan sapi.

Dalam keterangan resminya, aset lahan tersebut sudah memiliki fasilitas peternakan sapi perah dan infrastruktur untuk membuat susu kemasan.

Untuk mengoptimalkan potensi aset tersebut, BEEF berencana mengembangakan lahan baru ini menjadi bisnis pemerahan sapi berbasis agrowisata.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Direktur Utama BEEF, Ari Wijayanto, menjelaskan pembelian aset baru ini merupakan tindak lanjut dari langkah diversifikasi portofolio bisnis Perseroan yang telah resmi menjalankan lini bisnis baru di bidang pemerahan sapi dengan membeli 250 ekor sapi perah impor untuk dipelihara di peternakan Desa Tumiyang, Banyumas, Jawa Tengah pada awal 2026.

Dengan demikian, BEEF kini memiliki ekosistem bisnis pangan yang semakin holistik dan terintegrasi, mulai dari penggemukan sapi potong dan kerbau, Rumah Potong Hewan (RPH), importasi daging, produk olahan daging (sosis, bakso, dll), penyewaaan gudang dingin (Cold Storage), hingga produksi susu sapi.

“Setelah berhasil memproduksi susu segar dengan hasil pemerahan yang memuaskan untuk laktasi pertama di peternakan Desa Tumiyang, kami menargetkan pembelian aset baru ini dapat meningkatkan keberlanjutan bisnis pemerahan sapi dengan meningkatkan nilai tambah bagi konsumen melalui produk susu kemasan hingga pengalaman wisata edukasi peternakan,” papar Ari dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), dikutip sukabumiheadline.com, Senin (2/11/2026).

“Hal ini dilakukan Perseroan seiring dengan prospek positif industri pemerahan susu di Indonesia,” imbih Ari.

Susu sapi
Ilustrasi memerah susu sapi segar – Istimewa

Sebagaimana diketahui, susu sapi merupakan salah satu sumber protein hewani yang penting untuk mendukung pemenuhan gizi dan nutrisi bagi tubuh.

Menurut Organisasi Pangan dan Pertanian dunia (Food and Agriculture Organisation/FAO), Permintaan akan susu dan produk susu di negara-negara berkembang terus meningkat seiring dengan kenaikan pendapatan, pertumbuhan penduduk, urbanisasi, dan perubahan pola makan.

Tren ini sangat terlihat di Asia Timur dan Tenggara, terutama di negara-negara dengan populasi padat seperti Tiongkok, Indonesia, dan Vietnam.

Menurut data yang disampaikan BEEF, konsumsi susu per kapita di dunia diperkirakan akan tumbuh 1,9 persen per tahun dari tahun 2026 sampai 2035.

Spesifik di Indonesia, berdasarkan data dari Kementerian Pertanian, kebutuhan susu nasional pada 2025 mencapai sekitar 4,68 juta ton dengan konsumsi per kapita sekitar 17,7 liter per tahun.

Sementara itu, impor susu tercatat sekitar 3,86 juta ton dan produksi dalam negeri sekitar 820,9 ribu ton. Artinya, jumlah produk susu dalam negeri baru mampu memenuhi sekitar 20 persen kebutuhan nasional. Peluang inilah yang ditangkap oleh BEEF.

“Kami menilai industri susu dalam negeri masih memiliki ruang tumbuh yang sangat besar. Apalagi, kebutuhan susu nasional juga diproyeksikan terus meningkat sejalan dengan hadirnya program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) hingga bonus demografi,” papar Ari.

“Dalam hal ini, kami berupaya memperkuat posisi kami sebagai Perusahaan agribisnis terintegrasi yang mampu memenuhi kebutuhan konsumsi protein hewani dalam negeri, dari mulai daging dan produk turunannya hingga susu sapi,” kata dia.

Berita Terkait

Top 5 merek smartphone paling laris di dunia 2026, didominasi produk HP China
Januari-September 2026 penumpang KA Pangrango dari Sukabumi naik 613.678 orang
Langkah ini diambil Pertamina Patra Niaga respons kasus penimbun BBM di Sukabumi
Perkuat infrastruktur listrik di selatan Sukabumi buka peluang investasi
Ke Jakarta cuma butuh Rp14 ribu! Kapan warga Cicurug Sukabumi berangkat kerja naik KRL?
Daftar AMDK paling digemari Gen Z, bukan AQUA juaranya
Naik 575%, perdagangan saham NexAI milik bos Persib dihentikan BEI
PLN IP PLTP Gunung Salak Sukabumi kembangkan aset karbon

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 22:30 WIB

BEEF akuisisi aset bisnis sapi perah kemasan seluas 30 hektare di Sukabumi

Senin, 26 Oktober 2026 - 15:02 WIB

Top 5 merek smartphone paling laris di dunia 2026, didominasi produk HP China

Senin, 19 Oktober 2026 - 23:30 WIB

Januari-September 2026 penumpang KA Pangrango dari Sukabumi naik 613.678 orang

Jumat, 9 Oktober 2026 - 23:18 WIB

Langkah ini diambil Pertamina Patra Niaga respons kasus penimbun BBM di Sukabumi

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:00 WIB

Perkuat infrastruktur listrik di selatan Sukabumi buka peluang investasi

Berita Terbaru

VinFast VF 3 - VinFast

Otomotif

Intip spesifikasi VinFast VF 3, SUV mungil versi termurah

Senin, 2 Nov 2026 - 18:23 WIB

Ilustrasi remaja perempuan dan orang tua memakai kacamata - sukabumiheadline.com

Kesehatan

Tips memilih kacamata minus berdasarkan usia

Senin, 2 Nov 2026 - 17:00 WIB