“Content Governor”: Kinerja KDM diberitakan media Inggris

- Redaksi

Kamis, 24 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi - sukabumiheadline.com

Ilustrasi Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi - sukabumiheadline.com

sukabumiheadline.com – Sosok Dedi Mulyadi mulai mendapat perhatian media luar negeri. Financial Times (FT), membuat ulasan soal lonjakan popularitas Gubernur Jawa Barat yang populer dipanggil KDM itu, termasuk peluangnya dalam peta pemilihan presiden (pilpres) 2029.

Dalam ulasannya pada 21 September 2026, FT membuat judul berita: “Is this Indonesia’s next president?”, FT menulis tentang aktivitas KDM di media sosial yang dinilai berhasil membentuk citra politik positif hingga ke luar wilayah yang dipimpinnya.

Lebih detail, FT juga mengulas tentang bagaimana KDM mampu membangun komunikasi dengan publik melalui unggahan aktivitas sehari-hari di media sosial pribadinya, mulai dari bertemu warga di pinggir jalan, korban bencana, merespons keluhan, memberikan bantuan hingga menjelaskan kebijakannya ke depan. FT juga menjuluki KDM “Content Governor“.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Lebih jauh, FT menulis popularitas KDM telah berkembang menjadi fenomena di peta politik Indonesia. Berawal dari menjadi pengemudi ojek, menjual layang-layang hingga citra sebagai politikus yang dekat dengan masyarakat, tak lepas dari ulasan FT.

Lebih jauh, FT juga mencatat intensitas produksi konten media sosial KDM dinilai berpotensi membuat aktivitas pencitraan dirinya di ruang digital lebih menonjol ketimbang jabatannya sebagai gubernur.

Berita Financial Times tentang Dedi Mulyadi - Ist
Berita Financial Times tentang Dedi Mulyadi – Ist

Selanjutnya, FT mencatat posisi KDM dalam peta politik nasional. Mengutip hasil survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) yang dirilis pada 5-19 Juli 2026 lalu, di mana dalam simulasi semi-terbuka, KDM berhasil mengungguli Prabowo Subianto.

Seperti diketahui, dalam survei tersebut, elektabilitas KDM mencapai 35 persen, dan Prabowo Subianto hanya 14,5 persen. Bahkan, dalam simulasi dua nama, KDM memperoleh 59 persen, sedangkan Prabowo hanya 28,3 persen.

Berdasarkan hasil survei tersebut, FT menempatkan KDM sebagai sosok politikus yang mulai diperhitungkan dalam pembicaraan mengenai Pilpres 2029.

Namun, media yang berkantor pusat di Bracken House, 1 Friday Street, London, EC4M 9BT, Inggris Raya, itu juga mengulas tentang sejumlah kebijakan KDM yang dinilai kontroversial, termasuk gagasan penanganan anak bermasalah ke barak militer hingga keharusan melakukan vasektomi bagi masyarakat penerima bantuan sosial dari pemerintah.

Berita Terkait

Korban bencana di Bantargadung Sukabumi akan dibuatkan rumah ala Kampung KDM
2,28 juta hektare potensi bahaya karhutla, Sukabumi paling riskan
Ini alasan 120 korban bencana Cidadap belum tertangani, KDM rinci aliran dana ke Sukabumi
Razia knalpot brong, Pemprov Jabar siapkan knalpot standar gratis
KDM: Nyali Satpol PP Tergantung Kepala Daerah
Di Sukabumi Wamendikdasmen ungkap setengah juta lebih anak di Jabar tak sekolah
KDM bakal hapus angkot tua: Bukan hanya mobil bagus, tapi prilaku masyarakatnya
Juli 2026 Sukabumi 4 kali digoyang gempa bumi, PT KAI ungkap pernyataan resmi

Berita Terkait

Kamis, 24 September 2026 - 12:00 WIB

“Content Governor”: Kinerja KDM diberitakan media Inggris

Kamis, 27 Agustus 2026 - 14:45 WIB

Korban bencana di Bantargadung Sukabumi akan dibuatkan rumah ala Kampung KDM

Rabu, 26 Agustus 2026 - 15:42 WIB

2,28 juta hektare potensi bahaya karhutla, Sukabumi paling riskan

Senin, 24 Agustus 2026 - 23:16 WIB

Ini alasan 120 korban bencana Cidadap belum tertangani, KDM rinci aliran dana ke Sukabumi

Selasa, 11 Agustus 2026 - 04:00 WIB

Razia knalpot brong, Pemprov Jabar siapkan knalpot standar gratis

Berita Terbaru

Ilustrasi Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi - sukabumiheadline.com

Jawa Barat

“Content Governor”: Kinerja KDM diberitakan media Inggris

Kamis, 24 Sep 2026 - 12:00 WIB

Ilustrasi grafik pertumbuhan ekonomi - sukabumiheadline.com

Ekonomi

PDRB Sukabumi jauh tertinggal, Triwulan II 2026 Garut juara

Kamis, 24 Sep 2026 - 05:21 WIB