Dosen asal Kota Cimahi ditemukan tewas di Desa Cimahi Sukabumi

- Redaksi

Jumat, 2 Oktober 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Saksi kematian dosen Petrus Pallangan di Sukabumi

Saksi kematian dosen Petrus Pallangan di Sukabumi

sukabumiheadline.com – Petrus Pallangan, seorang dosen asal Kota Cimahi ditemukan meninggal dunia di rumahnya di Kampung Bakti RT 003/001, Desa Cimahi, Kecamatan Cicantayan, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, pada Jumat (25/9/2026).

Petrus ditemukan setelah anaknya, Devi Aprilianti, kesulitan menghubungi sang ayah selama lebih dari 15 hari. Sang anak mengaku mulai kehilangan kontak sejak Selasa (15/9/2026).

Devi yang tinggal di Jakarta Utara itu, sudah berulangkali menghubungi sang ayah melalui telepon seluler milik pria berusia 74 tahun itu, namun hingga akhirnya ditemukan meninggal dunia, HP korban masih dalam keadaan tidak aktif.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dua hari kemudian, Devi lalu mencoba menghubungi asisten rumah tangga (ART) berinisial PAL yang bekerja di rumah tersebut. Namun, nomor telepon yang PAL pun dalam kondisi tidak aktif.

Karena merasa khawatir tidak kunjung mendapat kabar, Devi kemudian memilih mendatangi rumah ayahnya di Sukabumi pada Jumat (2/10/2026) sekira pukul 11.40 WIB.

“Setibanya di lokasi, rumah korban ditemukan terkunci rapat dari dalam. Saat mencoba memanggil ayahnya, tidak mendapatkan respons. Bau menyengat juga tercium dari celah ventilasi rumah,” kata dia.

Devi kemudian meminta bantuan Ketua RT setempat. Pintu rumah akhirnya dibuka secara paksa dengan bantuan jasa tukang kunci. Saat masuk ke dalam, korban ditemukan sudah meninggal dunia di atas ranjang kamar tidurnya.

Menurut Kasat Reskrim Polres Sukabumi, Iptu Dudi Suharyana, korban merupakan seorang dosen.

“Berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara awal, polisi menemukan sejumlah kejanggalan, termasuk beberapa barang milik korban yang dilaporkan hilang,” katanya.

Penyidik kini mendalami pihak-pihak yang pernah berhubungan atau memiliki kedekatan dengan korban. Polisi juga tengah mengumpulkan bukti untuk mencocokkan dugaan yang muncul dalam penyelidikan dengan pihak yang sedang didalami.

“Anak korban berharap kasus tersebut segera terungkap. Polisi masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap penyebab kematian serta pihak yang bertanggung jawab apabila ditemukan tindak pidana,” jelas dia.

Berita Terkait

Warga Sukamulya Sukabumi protes tanah aset desa dipindahtangankan ke swasta
Ahad, 18 Oktober: Event hari ini di Sukabumi, JNS Fest hingga Festival Kuliner Bangkok
Germo asal Sukabumi paksa wanita Sumsel layani 10 pria sehari, fee Rp50 ribu
Kurun September-Oktober 2026 ada 86 kebakaran hutan di Sukabumi, sebagian karena iseng
DPRD Kabupaten Sukabumi minta DPTR naik kelas jadi A, tapi jangan sekadar berubah
Jual jaket ojol kurang Rp30 ribu, dua pria Sukabumi saling bacok
Penjual ratusan botol miras di Cibadak, Parungkuda, Nagrak, dan Cikembar disikat Polres Sukabumi
5 wisatawan asal Bekasi tenggelam di Pantai Cibuaya Sukabumi

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 04:26 WIB

Warga Sukamulya Sukabumi protes tanah aset desa dipindahtangankan ke swasta

Minggu, 18 Oktober 2026 - 04:36 WIB

Ahad, 18 Oktober: Event hari ini di Sukabumi, JNS Fest hingga Festival Kuliner Bangkok

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 01:30 WIB

Germo asal Sukabumi paksa wanita Sumsel layani 10 pria sehari, fee Rp50 ribu

Kamis, 15 Oktober 2026 - 19:00 WIB

Kurun September-Oktober 2026 ada 86 kebakaran hutan di Sukabumi, sebagian karena iseng

Rabu, 14 Oktober 2026 - 19:00 WIB

DPRD Kabupaten Sukabumi minta DPTR naik kelas jadi A, tapi jangan sekadar berubah

Berita Terbaru