Mau Pegang Ular Tapi Takut? Gadis Selabintana Sukabumi Ini Berikan Tips

- Redaksi

Selasa, 20 Juli 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Revana Adinda Noor Rizki hobi pelihara reptil. | Istimewa

Revana Adinda Noor Rizki hobi pelihara reptil. | Istimewa

SUKABUMIHEADLINE.com – Revana Adinda Noor Rizki (21) gadis asal Salabintana Sukabumi ini punya hobi yang berbeda dari kebanyakan pemudi seusianya, yakni memelihara reptil.

Revana memelihara seekor ular piton yang sehari-hari sering ia ajak bermain. Revana mengaku tertarik memelihara hewan melata itu karena menyukai sesuatu yang menantang.

“Tertarik aja sama reptil karena menantang. Selain ular, saya juga pelihara kucing,” kata Revana kepada sukabumiheadline.com, Selasa, 20 Juli 2021.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Meski begitu, Revana juga mengakui tak jarang ia kena gigitan ular piton peliharaannya. Menurut Revana, itu sudah menjadi risiko tersendiri.

“Pernah digigit, sih. Itu risiko kalau melihara reptil, karena yang namanya hewan juga pasti bisa stres atau mood-nya lagi kurang bagus,” imbuhnya.

Ia menyebut ada trik khusus untuk orang tertarik memelihara reptil namun masih takut.

“Caranya, kalau memang enggak berani coba perlahan pegang bagian ekor, nanti perlahan naik ke atas, terus biasanya itu ampuh buat orang yang takut sama reptil,” jelasnya.

“Tapi enggak semua orang kayak gitu, sih. Soalnya kadang orang memang ada yang takut banget pegang reptil. Pegang ekor pun enggak mau, padahal ekor enggak akan gigit,” pungkasnya.

Berita Terkait

Pernah dibuang ke Sukabumi, kini film Hamka Awal Mula dibintangi artis asal Kota Mochi
Bunda, jangan matikan lampu kamar mandi! Simak 5 alasannya
Owner Batik Lokatmala Sukabumi dukung kurikulum batik untuk SD hingga SMA
42 universitas di Indonesia masuk Times Higher Education World University Rankings 2027
6 tren kuliner 2027, cita rasa lokal dan Asia Timur: Ramen Birria, Burger Taco hingga Cinnamon Roll Focaccia
Tidak demam tapi tubuh terasa panas, ini penyebab dan cara mengatasinya
Kebijakan tidak naik kelas, Guru di Sukabumi ingatkan Kemendikdasmen harus hati-hati
5 tantangan laki-laki Gen Z 2027: Krisis biaya hidup hingga resesi seks

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 04:29 WIB

Pernah dibuang ke Sukabumi, kini film Hamka Awal Mula dibintangi artis asal Kota Mochi

Selasa, 27 Oktober 2026 - 21:26 WIB

Bunda, jangan matikan lampu kamar mandi! Simak 5 alasannya

Minggu, 25 Oktober 2026 - 15:30 WIB

Owner Batik Lokatmala Sukabumi dukung kurikulum batik untuk SD hingga SMA

Minggu, 25 Oktober 2026 - 12:00 WIB

42 universitas di Indonesia masuk Times Higher Education World University Rankings 2027

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 11:00 WIB

6 tren kuliner 2027, cita rasa lokal dan Asia Timur: Ramen Birria, Burger Taco hingga Cinnamon Roll Focaccia

Berita Terbaru

Animasi Pantomimes Lumineuses karya Charles - 
19th century illustration of a praxinoscope theatre. In 1876, Reynaud, a French inventor, created the Praxinoscope, an improvement of the Zoetrope. The Praxinoscope replaced the narrow viewing slits of the Zoetrope with an inner circle of 12 mirrors (equal to the number of images), allowing a clearer and less distorted view of the moving image. Several people could watch the performance at the same time. After Reynaud licensed his invention in 1877, it sold well in a number of the large Paris department stores.This improved version included a glass viewing screen which allowed the moving image to be superimposed over a changeable background. He continued to improve the design and in 1880 created the first projection version. The Projection Praxinoscope used a lantern to project the moving images onto a small screen, allowing a larger audience to view it.

Khazanah

28 Oktober: Hari penting di Indonesia dan dunia

Rabu, 28 Okt 2026 - 00:44 WIB

Kesehatan

Bunda, jangan matikan lampu kamar mandi! Simak 5 alasannya

Selasa, 27 Okt 2026 - 21:26 WIB