Pria mabuk di Sukabumi ngaku wartawan, ngamuk diduga palak guru SD, KDM turun tangan

- Redaksi

Selasa, 1 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

AS, terduga pelaku pemerasan dengan mengaku sebagai wartawan - Ist

AS, terduga pelaku pemerasan dengan mengaku sebagai wartawan - Ist

sukabumiheadline.com – Tindakan pemerasan oleh seorang pria yang mengaku sebagai wartawan berinisial AS (46), viral di media sosial. Dalam video yang beredar, AS mengamuk serta diduga meminta uang secara paksa ke guru SDN Sukaraja 2, Kabupaten Sukabumi, memicu reaksi Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.

Diketahui, menurut hasil pemeriksaan pihak polisi, AS juga terbukti positif mengonsumsi amphetamine sejenis sabu.

Dedi Mulyadi menyebut pihaknya segera menerjunkan tim hukum untuk menginvestigasi kasus yang viral di berbagai platform media sosial tersebut, meskipun AS kini sudah diamankan jajaran Polsek Sukaraja, dan dijebloskan ke sel.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ihwal dugaan motif pemerasan dan informasi bahwa ada beberapa sekolah lain yang juga menjadi korban kelakuan AS, Kapolsek Sukaraja Aguk Khusaeni berjanji akan terus mengembangkan kasus ini.

“Dugaan oknum wartawan yang ngamuk-ngamuk atau marah-marah di salah satu sekolah dasar di wilayah Sukaraja. Ketika kita menerima informasi langsung kita amankan, dan sekarang lagi sudah proses penyelidikan,” kata Aguk.

Dari hasil pemeriksaan awal dan tes urine yang dilakukan bersama Badan Narkotika Kabupaten (BNK), tambah Aguk, AS positif menggunakan zat psikotropika.

“Sudah kita lakukan tes urine dengan alat dari BNK, dan hasilnya positif amphetamine (sejenis sabu),” ungkapnya.

“Untuk sementara baru pelapornya (yang diperiksa). Dugaan pasal yang disangkakan Pasal 483 KUHP dan Pasal 448 KUHP juncto Pasal 126 KUHP dengan ancaman hukuman hingga 4 tahun penjara,” papar Aguk.

KDM kirim tim hukum 

Tidak nyaman dengan kelakuan pria yang mengaku wartawan tersebut, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menilai tindakan itu tidak sesuai dengan prinsip-prinsip kerja jurnalis.

“Oknum wartawan di Sukabumi berteriak-teriak, mencak-mencak di sekolah dasar saya lihat, di mana di situ anak-anak di sekitarnya lagi bermain. Dan saya tidak tahu inti masalahnya apa. Tetapi, bahwa tindakan-tindakan tersebut tidak mencerminkan prinsip-prinsip yang harus dimiliki oleh seorang jurnalis,” kata dikutip sukabumiheadline.com dari video di akun Instagram pribadinya.

“Dan selanjutnya, meskipun itu adalah Kewenangan Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi, pemerintah Provinsi Jawa Barat hari ini akan meminta tim untuk segera datang ke lokasi, menginvestigasi dan kemudian melakukan advokasi agar peristiwa tersebut tidak terulang lagi agar lembaga-lembaga pendidikan terjaga kredibilitasnya terbebas dari berbagai unsur intimidatif yang dapat merusak sistem pengelolaan pendidikan di Jawa Barat,” tegas Dedi.

Untuk itu, ia memilih mengambil alih penanganan kasus tersebut, meskipun dari sisi kewenangan merupakan tanggung jawab Bupati Sukabumi Asep Japar. Dedi menyatakan, akan mengirim tim hukum untuk mendalami kasus viral tersebut.

“Dari sisi tanggung jawab, memang tanggung jawaban Bupati dan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi tetapi saya melihat bahwa ini harus ada langkah-langkah yang nyata untuk melindungi lembaga pendidikan di Jawa Barat,” kata pria yang akrab dipanggil KDM itu.

Berita Terkait

Ruang kerja diubah jadi room karaoke, Sekdis Dishub Kabupaten Sukabumi lecehkan 3 siswi PKL
Jembatan Cipamatutan Sukabumi lapuk, retak, bolong dan rawan ambruk
Lecehkan 3 siswi PKL, PNS Dishub Kabupaten Sukabumi ini terancam penjara 5-15 tahun
Sukabumi jadi daerah dengan Tagana terbanyak
DPRD Kabupaten Sukabumi putuskan Renja 2027
Bukan satu, PNS Dishub Kabupaten Sukabumi diduga lakukan pencabulan terhadap 3 siswi PKL
DPRD Kabupaten Sukabumi setujui Perubahan APBD 2026
Oknum PNS Dishub Kabupaten Sukabumi diduga lecehkan siswi PKL

Berita Terkait

Minggu, 20 September 2026 - 16:02 WIB

Ruang kerja diubah jadi room karaoke, Sekdis Dishub Kabupaten Sukabumi lecehkan 3 siswi PKL

Sabtu, 19 September 2026 - 16:52 WIB

Jembatan Cipamatutan Sukabumi lapuk, retak, bolong dan rawan ambruk

Jumat, 18 September 2026 - 19:27 WIB

Lecehkan 3 siswi PKL, PNS Dishub Kabupaten Sukabumi ini terancam penjara 5-15 tahun

Jumat, 18 September 2026 - 16:53 WIB

Sukabumi jadi daerah dengan Tagana terbanyak

Kamis, 17 September 2026 - 23:30 WIB

DPRD Kabupaten Sukabumi putuskan Renja 2027

Berita Terbaru

Presiden RI, Prabowo Subianto - Ilustrasi sukabumiheadline.com

Nasional

Prabowo sebut pengamat goblok, PVRI: Antisains

Minggu, 20 Sep 2026 - 23:42 WIB

Marc Klok, pemain Persib Bandung - Ilustrasi sukabumiheadline.com

Olahraga

Marc Klok: Hari ini Persib ke Jepara untuk menang

Minggu, 20 Sep 2026 - 17:40 WIB