Punya jabatan di perusahaan, pria baju oranye ludahi jukir RSUD Palabuhanratu Sukabumi

- Redaksi

Selasa, 6 Oktober 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pria baju oranye meludahi petugas parkir di Sukabumi - Ist

Pria baju oranye meludahi petugas parkir di Sukabumi - Ist

sukabumiheadline.com – Polres Sukabumi mengungkap motif pria berinisial O yang viral setelah memaki hingga meludahi petugas loket parkir RSUD Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi. Aksi tersebut ternyata berkaitan dengan persoalan pengelolaan parkir di Pasar Palabuhanratu yang tengah berpolemik.

Diketahui, O datang ke RSUD Palabuhanratu untuk mencari seseorang bernama Abor dan menanyakan kelanjutan pengelolaan parkir pasar tersebut.

Kanit Tipidum Jatanras Satreskrim Polres Sukabumi, Ipda Majelis Pakpahan, mengatakan pihaknya telah mendatangi keluarga O, sebelum pria tersebut akhirnya datang secara kooperatif ke Mapolres Sukabumi pada Senin (5/10/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut Majelis, O memiliki posisi struktural di perusahaan yang berkaitan dengan pengelolaan parkir Pasar Palabuhanratu. Namun, berdasarkan pengakuannya kepada penyidik, jabatan tersebut hanya sebatas nama.

“Motifnya menanyakan terkait parkir yang di pasar kelanjutannya mau bagaimana, dia mau ketemu Abor. Di struktur PT-nya dia sebagai direktur, cuma pengakuannya hanya nama saja,” kata Majelis, dikutip dari laman resmi kepolisian, Selasa (6/10/2026).

Namun, pencarian O terhadap Abor justru berakhir dengan keributan di pos loket parkir RSUD Palabuhanratu. Di tempat tersebut, O bertemu dengan petugas loket berinisial AG yang diketahui merupakan pekerja baru.

AG tidak mengetahui persoalan pengelolaan parkir Pasar Palabuhanratu sehingga tidak dapat memberikan informasi yang dicari O. Situasi kemudian memanas dan terjadi adu mulut antara keduanya.

Majelis menjelaskan, O mengaku tersulut emosi setelah mendengar perkataan dari petugas loket tersebut. Emosi yang tidak terkendali kemudian berujung pada tindakan meludahi AG.

“Terbawa emosi karena perkataan, jadi si petugas loket itu ada kata kasar (sia). Karena terbalut emosi, akhirnya terjadilah tindakan tersebut,” jelas Majelis.

Aksi pria berbaju oranye tersebut kemudian terekam kamera dan videonya viral di media sosial. Dalam rekaman itu terlihat O mendatangi loket parkir dengan nada tinggi dan meminta petugas menghubungi seseorang bernama Abor.

Meski petugas berusaha memberikan penjelasan, O tetap emosi hingga akhirnya meludahi wajah AG. Sejumlah orang di sekitar lokasi kemudian berusaha melerai.

Setelah menjalani pemeriksaan penyidik, O mengakui perbuatannya. Ia juga menyatakan menyesal dan bersedia meminta maaf secara langsung kepada AG.

Polres Sukabumi saat ini masih menunggu kedatangan korban ke Mapolres Sukabumi untuk menentukan langkah hukum selanjutnya.

“Pelaku belum kita pulangkan, masih menunggu korban datang ke Polres. Dia mengaku menyesali perbuatannya dan mau memohon maaf ke korban. Nanti kita lihat apakah ada ruang penyelesaian secara rukun atau seperti apa,” ungkapnya.

Sebelumnya, insiden tersebut terjadi pada Jumat (2/10/2026) sekitar pukul 11.00 WIB. Video aksi pria berbaju oranye memaki dan meludahi petugas parkir RSUD Palabuhanratu kemudian menyebar luas di media sosial.

Pihak operasional pengelola parkir PT Karya Kencana Solutindo (KKS) Palabuhanratu, Abor, membenarkan kejadian yang menimpa anak buahnya tersebut.

“Ada satu motor datang ke rumah sakit, berdua mengaku dari parkir pasar. Dia menanyakan saya ke kasir parkir dan menyuruh anak buah saya menelepon. Petugas kami kan orang baru, tidak tahu apa-apa dan tidak pegang data, akhirnya dia marah-marah,” kata Abor.

Abor menilai kejadian tersebut salah alamat karena petugas parkir rumah sakit tidak memiliki kaitan dengan persoalan pengelolaan parkir Pasar Palabuhanratu.

“Ini salah kaprah. Pekerja di rumah sakit tidak ada urusannya dengan masalah pasar. Kemarin kami memang hadir bersama pengacara atas perintah komisaris KKS untuk meminta ketegasan ke Disdagin, tapi tidak ada kaitannya dengan petugas pos di sini. Kami merasa diteror dengan tindakan ini,” ungkapnya.

Berita Terkait

Guru ngaji di Nyalindung Sukabumi cabuli 7 santri laki-laki
Dua remaja Cibadak Sukabumi tenggelam di Pantai Citepus, satu hilang
Dosen asal Kota Cimahi ditemukan tewas di Desa Cimahi Sukabumi
DPRD Kabupaten Sukabumi bahas Raperda IKB, dan perubahan Perumda AMTJM
Kepala BKN ingatkan Pemkab Sukabumi terkait pentingnya Manajemen Talenta ASN
Pria Sukabumi merampok di Tangerang ditangkap di desa terpencil
Niat cek air, pria Nagrak Sukabumi tewas dalam sumur
Polisi selidiki penemuan tengkorak wanita di Sungai Cikole Sukabumi

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 20:02 WIB

Punya jabatan di perusahaan, pria baju oranye ludahi jukir RSUD Palabuhanratu Sukabumi

Selasa, 6 Oktober 2026 - 17:48 WIB

Guru ngaji di Nyalindung Sukabumi cabuli 7 santri laki-laki

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 13:00 WIB

Dua remaja Cibadak Sukabumi tenggelam di Pantai Citepus, satu hilang

Jumat, 2 Oktober 2026 - 15:00 WIB

Dosen asal Kota Cimahi ditemukan tewas di Desa Cimahi Sukabumi

Jumat, 2 Oktober 2026 - 14:00 WIB

DPRD Kabupaten Sukabumi bahas Raperda IKB, dan perubahan Perumda AMTJM

Berita Terbaru

Ilustrasi pria dewasa memeluk anak laki-laki - sukabumiheadline.com

Sukabumi

Guru ngaji di Nyalindung Sukabumi cabuli 7 santri laki-laki

Selasa, 6 Okt 2026 - 17:48 WIB