sukabumiheadline.com – Beredar di media sosial Persib Bandung dikabarkan menagih piutang kepada PT Liga Indonesia Baru (LIB) selaku operator kompetisi sepak bola profesional Indonesia. Nilai piutang yang dikonfirmasi Persib mencapai Rp9,4 miliar.
Hal tersebut terungkap melalui surat konfirmasi piutang yang dilayangkan Persib kepada Direktur Utama PT LIB, Ferry Paulus yang viral di media sosial.
Foto surat diunggah akun media sosial yang dikenal memiliki kedekatan dengan manajemen PT Persib Bandung Bermartabat, Badung Football, Selasa (29/9/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“TUNGGAKAN RP9,4 MILIAR PT
LIB KE PERSB. Merujuk pada dokumen konfirmasi per 31 Agustus 2026, PT. Liga Indonesia Baru (LIB) tercatat masih memiliki kewajiban tertunda kepada Persib senilai
Rp9 miliar,” tulis Bandung Football dalam keterangan gambar, dikutip sukabumiheadline.com, Rabu (30/9/2026).
“Nominal tersebut belum mengakumulasi pendapatan dari pembagian hak siar dan rating untuk musim kompetisi 2025/2026. Apabila seluruh kompone ya gan di n tersebut dikalkulasikan, total piutang PT LIB diestimasikan menyentuh kisaran Rp10 hingga Rp14 miliar,” lanjutnya.
Unggahan tersebut hingga hari ini sudah disukai oleh ratusan ribu pengguna internet, dan dikomentari ribuan netizen.

Diketahui, dalam surat yang beredar bernomor 225/DIR-PBB/IX/2026 tersebut, Persib mencantumkan saldo piutang kepada PT LIB sebesar Rp9.453.229.703. Surat ditandatangani di Bandung pada 31 Agustus 2026 dan ditujukan kepada Ferry Paulus untuk pengecekan serta rekonsiliasi saldo piutang.
“Sehubungan dengan proses administrasi dan rekonsiliasi saldo piutang PT. Liga Indonesia Baru, bersama ini kami menyampaikan konfirmasi atas saldo piutang dengan sebesar Rp9.453.229.703. Untuk detail dari nominal tersebut kami lampirkan pada halaman kedua,” demikian isi surat Persib kepada PT LIB.
Namun, angka Rp9,45 miliar tersebut ternyata belum mencakup seluruh hak yang masih ditunggu Persib dari operator kompetisi. Persib secara khusus menyebut hak siar dan rating musim 2025/2026 belum masuk dalam nominal piutang yang dikonfirmasi tersebut.
“Angka yang tercantum di atas juga belum termasuk Hak Siar dan Rating tahun 2025/2026, kami masih menunggu informasi segera mengenai berapa besaran nominal tersebut,” tulis Persib dalam surat tersebut.
Dalam surat yang sama, Persib meminta PT LIB melakukan pengecekan terhadap rincian saldo piutang yang telah disampaikan. Persib juga membuka ruang rekonsiliasi apabila terdapat perbedaan pencatatan antara kedua pihak.
“Kami mohon Bapak/Ibu dapat melakukan pengecekan terhadap rincian tersebut dan memberikan konfirmasi apakah saldo piutang tersebut sesuai / tidak sesuai dengan catatan Bapak/Ibu. Apabila terdapat perbedaan saldo, mohon dapat disampaikan rincian perbedaannya beserta dokumen pendukung agar dapat kami lakukan rekonsiliasi lebih lanjut,” demikian isi surat tersebut.









