Waspada, 10 Desa di Nagrak Sukabumi Rawan Bencana

- Redaksi

Kamis, 16 September 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Beberapa titik rawan longsor di Kecamatan Nagrak I Andika Putra

Beberapa titik rawan longsor di Kecamatan Nagrak I Andika Putra

sukabumiheadline.com – Akibat cuaca yang ekstrem, hujan lebat disertai angin kencang, mengakibatkan banyaknya terjadi bencana alam di wilayah Kabupaten Sukabumi, salah satunya di Kecamatan Nagrak.

Miky Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) Nagrak mengatakan, ada beberapa titik rawan longsor yang ada di Kecamatan Nagrak yang harus diwaspadai.

“Untuk Nagrak, mengingat kontur wilayahnya tidak sama, maka hampir sepuluh desa di Nagrak berisiko dilanda bencana,” ujar Miky kepada sukabumiheadline.com, Kamis (15/9/2021).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menambahkan, dari 10 desa dimaksud di antaranya, Girijaya, Kalaparea, Darmaraja, Cisarua, Pawenang dan Cihanjawar. “Desa-desa tersebut rawan terjadi bencana, terutama tanah longsor,” jelas Miky.

Karenanya, ia menghimbau masyarakat dan kepala daerah untuk cepat tanggap mengantisipasi terjadinya bencana alam.

“Untuk saat ini kami melakukan himbauan melalui pesan singkat WhatsApp yang sudah kami buat. Setiap desa kami pantau untuk cuaca seperti ini melalui sistem komunikasi pesan singkat,” pungkas Miky.

Berita Terkait

Dua anak di bawah umur asal Sukabumi kerja prostitusi online, 5 buku tamu disita polisi
Selundupkan 32 ribu benih lobster ilegal, warga Sukabumi ditangkap di Banten
Pria Sukabumi paksa gadis 19 tahun layani 300 lelaki hidung belang, Rp50 ribu per transaksi
Awal mula terungkapnya tanah aset Desa Sukamulya Sukabumi dikuasai swasta
Perhutani KPH Sukabumi gandeng Damkar patroli bersama
Warga Sukamulya Sukabumi protes tanah aset desa dipindahtangankan ke swasta
Ahad, 18 Oktober: Event hari ini di Sukabumi, JNS Fest hingga Festival Kuliner Bangkok
Germo asal Sukabumi paksa wanita Sumsel layani 10 pria sehari, fee Rp50 ribu

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 18:11 WIB

Dua anak di bawah umur asal Sukabumi kerja prostitusi online, 5 buku tamu disita polisi

Senin, 26 Oktober 2026 - 16:23 WIB

Selundupkan 32 ribu benih lobster ilegal, warga Sukabumi ditangkap di Banten

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 04:18 WIB

Pria Sukabumi paksa gadis 19 tahun layani 300 lelaki hidung belang, Rp50 ribu per transaksi

Jumat, 23 Oktober 2026 - 18:01 WIB

Awal mula terungkapnya tanah aset Desa Sukamulya Sukabumi dikuasai swasta

Jumat, 23 Oktober 2026 - 14:05 WIB

Perhutani KPH Sukabumi gandeng Damkar patroli bersama

Berita Terbaru

Animasi Pantomimes Lumineuses karya Charles - 
19th century illustration of a praxinoscope theatre. In 1876, Reynaud, a French inventor, created the Praxinoscope, an improvement of the Zoetrope. The Praxinoscope replaced the narrow viewing slits of the Zoetrope with an inner circle of 12 mirrors (equal to the number of images), allowing a clearer and less distorted view of the moving image. Several people could watch the performance at the same time. After Reynaud licensed his invention in 1877, it sold well in a number of the large Paris department stores.This improved version included a glass viewing screen which allowed the moving image to be superimposed over a changeable background. He continued to improve the design and in 1880 created the first projection version. The Projection Praxinoscope used a lantern to project the moving images onto a small screen, allowing a larger audience to view it.

Khazanah

28 Oktober: Hari penting di Indonesia dan dunia

Rabu, 28 Okt 2026 - 00:44 WIB

Kesehatan

Bunda, jangan matikan lampu kamar mandi! Simak 5 alasannya

Selasa, 27 Okt 2026 - 21:26 WIB