sukabumiheadline.com – Tren kuliner tahun 2027 bakal dimeriahkan oleh kekuatan cita rasa lokal, inovasi bentuk makanan yang sudah familier, serta pergeseran menuju konsumsi yang sehat dan berkelanjutan.
Berdasarkan laporan global dan regional seperti dari Whole Foods Market serta riset hospitality Future of Food Asia Pacific 2027 oleh Marriott International, industri makanan dan minuman (F&B) beradaptasi erat dengan teknologi dan tuntutan gaya hidup baru.
Teknologi, estetika, dan kesadaran kesehatan
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Bagi industri retail dan produsen makanan, bahan sintetis seperti asam sitrat buatan mulai digantikan oleh ekstrak cuka apel asli atau bubuk buah kering demi mendukung kesehatan pencernaan.
Faktor penentu keberhasilan produk kuliner di masa ini tidak lagi sekadar “enak”, melainkan wajib memenuhi aspek sehat, berkelanjutan (sustainable), kemasan pintar (smart packaging), serta estetik agar mudah viral di platform digital seperti TikTok.
Berikut adalah tren kuliner 2027 yang dirangkum sukabumiheadline.com dari berbagai sumber, Sabtu (24/10/2026).
1. Ledakan cita rasa lokal otentik
Konsumen modern kian memburu konsep kuliner yang berakar kuat pada budaya setempat dengan narasi (storytelling) yang memikat. Di wilayah Asia Pasifik termasuk Indonesia, minat terhadap hidangan lokal autentik melonjak tajam.
Makanan tidak sekadar dinilai dari rasa, tetapi juga dari kontribusi emosional dan kedekatannya dengan karakter suatu daerah.
2. Kreasi baru dari hidangan klasik (fusion mashups)
Makanan yang sudah dikenal luas akan dikreasikan ulang menjadi hidangan dengan bentuk berbeda namun tetap membawa rasa asli yang akrab. Beberapa contoh kombinasi unik ini meliputi:
- Ramen Birria: Ramen dengan tambahan daging berbumbu khas Meksiko.
- Burger Taco: Olahan daging burger yang disajikan dalam format kulit taco.
- Cinnamon Roll Focaccia: Roti gulung kayu manis bertekstur khas roti Italia.
- Modifikasi Premium: Sentuhan menu lokal pada makanan global seperti Korean Fried Chicken sambal matah atau dimsum truffle.
3. Eksplorasi Rasa “Pedas Asam” ala Asia Timur
Untuk sektor camilan, tren rasa akan didominasi oleh profil rasa pedas asam yang kompleks hasil dari proses fermentasi alami.
- Korea Selatan: Rasa asam laktat yang dalam dari nasi goreng kimchi tua dipadukan dengan bubuk cabai.
- Jepang: Keanggunan rasa jeruk yuzu yang difermentasi bersama cabai dan garam (yuzu kosho) menjadi perisa premium untuk keripik artisan dan edamame.
- Tiongkok & Taiwan: Ketegasan rasa suan la dan aroma pedas menggigit dari mala.
4. Kebangkitan kacang-kacangan sebagai hidangan utama
Kacang-kacangan seperti kacang arab (chickpeas), edamame, lentil, dan lupini tidak lagi sekadar menjadi camilan pelengkap.
Bahan pangan ini bergeser menjadi hidangan utama karena fleksibilitasnya, kaya protein nabati, serat, serta ramah bagi konsumen yang ingin mengurangi konsumsi daging tanpa kehilangan nutrisi.
5. Fine dining yang lebih ringkas & kasual
Konsep makan mewah mengalami pergeseran format. Fine dining beralih ke pengalaman yang lebih ringkas dan fleksibel.
Restoran mewah kini lebih menonjolkan aspek fungsionalitas ruang sosial yang kasual tanpa mengurangi kualitas hidangan itu sendiri.
6. Evolusi Milk Tea kekinian
Minuman teh susu (milk tea) kembali viral dengan formula baru yang sangat berbeda dari era 2010-an. Fokus utamanya kini bergeser pada kualitas daun teh murni, cara penyimpanan yang menjaga kesegaran, serta variasi topping fungsional dan bertekstur unik seperti grass jelly.









