sukabumiheadline.com – Tanggal 9 November memperingati berbagai hari penting seperti Hari Kebebasan Sedunia dan menyimpan sejumlah catatan sejarah penting baik di Indonesia maupun dunia.
Hari ini, 9 November, dikenang sebagai World Freedom Day, World Adoption Day hingga runtuhnya Tembok Berlin yang cikal bakal penyatuan dua negara Jerman (Timur dan Barat). Berikut ulasannya dirangkum sukabumiheadline.com dari berbagai sumber.
Peringatan dan hari penting
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Hari Kebebasan Sedunia (World Freedom Day): Peringatan ini sekaligus memperingati runtuhnya Tembok Berlin pada 9 November 1989 (ulasan tentang ini diulas dibagian akhir artikel ini).
Hari Adopsi Sedunia (World Adoption Day): Kampanye kesadaran untuk anak-anak yang membutuhkan keluarga baru.
Hari Peduli Mikrotia (Microtia Awareness Day): Kampanye mengenai kelainan telinga bawaan.
Hari Jadi Kota Makassar: Memperingati sejarah masuknya Islam di Makassar.
Hari Kemerdekaan Kamboja: Memperingati lepasnya Kamboja dari Prancis pada tahun 1953.
Hari Bendera Azerbaijan: Azerbaijan, dengan nama resmi Republik Azerbaijan (Bahasa Azeri: Azərbaycan Respublikası), adalah sebuah negara di Kaukasus di persimpangan Eropa dan Asia Barat. Ia berbatasan dengan Rusia di sebelah utara, Georgia dan Armenia di barat, dan Iran di selatan. Republik Otonomi Nakhichevan (sebuah eksklave milik Azerbaijan) berbatasan dengan Armenia di sebelah utara, Iran di selatan, dan Turki di barat.
Peristiwa sejarah penting
Kristallnacht (1938)
Kristallnacht (secara harfiah berarti “Malam Kristal”, sering disebut juga sebagai Malam Kaca Pecah atau Pogromnacht) adalah gelombang kerusuhan dan kekerasan terkoordinasi terhadap bangsa Yahudi yang terjadi di seluruh wilayah Jerman Nazi (termasuk Austria dan wilayah Sudetenland) pada 9–10 November 1938.
Peristiwa ini dianggap sebagai titik balik besar yang menandai awal dari eskalasi menuju peristiwa Holocaust yang menyebabkan jutaan warga Yahudi tewas.
Ultimatum Surabaya (1945)
Mayor Jenderal Mansergh mengeluarkan ultimatum pada 9 November 1945 agar seluruh rakyat Surabaya menyerahkan senjata paling lambat pukul 06.00 pagi pada 10 November 1945.
Perlawanan Banjarmasin (1945)
Barisan Pemberontakan Republik Indonesia Kalimantan (BPRIK) melakukan perlawanan terhadap NIKA yang ingin menguasai kembali Banjarmasin.
Runtuhnya Tembok Berlin (1989)
Tembok Berlin runtuh pada 9 November 1989. Peristiwa ini menjadi simbol berakhirnya Perang Dingin serta awal dari penyatuan kembali Jerman.
Tembok Berlin dibangun pada 13 Agustus 1961 oleh pemerintah Jerman Timur (Republik Demokratik Jerman yang beribukota Berlin) untuk mencegah warga mereka melarikan diri ke Jerman Barat yang beribukota Bonn.
Tembok ini memisahkan Berlin Timur (berhaluan komunis di bawah pengaruh Uni Soviet) dan Berlin Barat (berhaluan liberal-kapitalis) sepanjang 155 kilometer.
Krisis di Blok Uni Soviet yang menganut komunis (sekarang Rusia), reformasi glasnost dan perestroika oleh Mikhail Gorbachev, serta gelombang demonstrasi massa dari rakyat Jerman Timur.
Pada konferensi pers 9 November 1989, juru bicara Jerman Timur Günter Schabowski secara keliru mengumumkan bahwa warga boleh melintasi perbatasan “segera tanpa penundaan” padahal aturan tersebut rencananya diberlakukan keesokan harinya.
Kemudian, ribuan warga dari kedua sisi berbondong-bondong mendatangi perbatasan. Penjaga yang kewalahan akhirnya membuka gerbang, dan warga mulai menghancurkan tembok tersebut menggunakan palu serta pahat.
Runtuhnya Tembok Berlin enjadi jembatan menuju penyatuan resmi Jerman Timur dan Jerman Barat pada 3 Oktober 1990, sekaligus memicu keruntuhan rezim komunis di berbagai negara Eropa Tengah dan Timur serta mengakhiri Perang Dingin.









