Perkuat infrastruktur listrik di selatan Sukabumi buka peluang investasi

- Redaksi

Rabu, 7 Oktober 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi petugas perusahaan listrik sedang memasang jaringan listrik - sukabumiheadline.com

Ilustrasi petugas perusahaan listrik sedang memasang jaringan listrik - sukabumiheadline.com

sukabumiheadline.com – Penguatan infrastruktur kelistrikan di wilayah selatan Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, dinilai dapat memperluas ruang investasi sekaligus mendorong terbentuknya pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru di wilayah Selatan Jawa Barat.

Peluang tersebut semakin terbuka setelah Gardu Induk (GI) Jampang Kulon 150 kilovolt (kV) kembali beroperasi pada 27 Agustus 2026. Berdasarkan data yang dirujuk Hasim, GI tersebut memiliki kapasitas 1×60 MVA dan terhubung dengan jaringan transmisi sepanjang sekitar 56,96 kilometer melalui 88 menara.

Jaringan tersebut juga didukung empat jalur penyulang untuk mendukung penyaluran listrik kepada pelanggan, sehingga ketersediaan listrik yang lebih andal membuka peluang bagi pengembangan kegiatan produksi, pengolahan komoditas, hingga usaha berbasis teknologi di kawasan tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sejumlah sektor juga dinilai memiliki ruang pengembangan, mulai dari pengolahan hasil pertanian dan perkebunan, perikanan, agroindustri, pariwisata, ekonomi kreatif, UMKM, hingga ekonomi digital.

Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Hasim Adnan mengatakan listrik saat ini memiliki posisi strategis dalam mendukung aktivitas ekonomi masyarakat dan dunia usaha. Menurutnya, penguatan pasokan energi harus dipandang sebagai bagian dari pembangunan infrastruktur ekonomi.

“Listrik hari ini bukan lagi sekadar kebutuhan dasar rumah tangga, tetapi sudah menjadi infrastruktur ekonomi,” kata Hasim dalam pernyataannya, dikutip Rabu (7/10/2026).

Infrastruktur itu dinilai dapat menjadi salah satu fondasi untuk memperkuat kegiatan ekonomi di Jampang Kulon dan wilayah Pajampangan. Hasim mengatakan dampak ekonomi dari penguatan listrik akan bergantung pada kemampuan kawasan dalam mengubah ketersediaan energi menjadi kegiatan produktif.

Sektor perikanan, misalnya, dapat memanfaatkan pasokan listrik untuk mendukung fasilitas freezer dan cold storage. Infrastruktur tersebut dapat memperpanjang masa simpan hasil tangkapan sehingga memberikan ruang bagi pelaku usaha untuk melakukan pengolahan dan pemasaran dengan nilai tambah yang lebih tinggi.

Selain itu, sektor pertanian dan perkebunan. Penggunaan peralatan listrik untuk proses pengeringan, penggilingan, pengolahan, dan kegiatan produksi lainnya dapat membantu meningkatkan nilai tambah komoditas yang dihasilkan masyarakat.

Karena itu, Hasim mendorong agar penguatan infrastruktur energi berjalan beriringan dengan pemberdayaan UMKM, peningkatan keterampilan tenaga kerja, akses pembiayaan, dan digitalisasi usaha.

Menurutnya, kesiapan masyarakat dan pelaku usaha menjadi faktor penting agar peningkatan kapasitas infrastruktur benar-benar menghasilkan aktivitas ekonomi baru.

Hasim juga melihat penguatan infrastruktur dasar dapat memperbesar peluang investasi di Jampang Kulon. Keandalan pasokan energi menjadi salah satu kebutuhan penting bagi dunia usaha, terutama sektor yang menjalankan proses produksi secara berkelanjutan. Namun, ketersediaan energi listrik saja dinilainya belum cukup untuk menarik dan mempertahankan investasi.

“Siapa pun investornya, dia membutuhkan ekosistem, bukan satu infrastruktur saja,” ujarnya.

Ekosistem tersebut mencakup konektivitas jalan, ketersediaan air, jaringan internet, tata ruang, perizinan, hingga sumber daya manusia. Karena itu, penguatan GI Jampang Kulon dinilai perlu diikuti dengan pembangunan infrastruktur pendukung dan kebijakan yang mampu menghubungkan potensi lokal dengan pasar.

Pada sektor pariwisata, misalnya, pasokan energi yang andal dibutuhkan untuk menopang hotel, restoran, homestay, pusat kuliner, serta berbagai layanan wisata yang berkembang mengikuti peningkatan kunjungan.

Hasim menilai kondisi tersebut berpotensi mendorong munculnya pusat-pusat ekonomi baru di Selatan Sukabumi.

“Kalau pusat-pusat ekonomi baru tumbuh di daerah, masyarakat bisa bekerja dan membangun usaha di daerahnya sendiri,” katanya.

Berita Terkait

Ke Jakarta cuma butuh Rp14 ribu! Kapan warga Cicurug Sukabumi berangkat kerja naik KRL?
Daftar AMDK paling digemari Gen Z, bukan AQUA juaranya
Naik 575%, perdagangan saham NexAI milik bos Persib dihentikan BEI
PLN IP PLTP Gunung Salak Sukabumi kembangkan aset karbon
Bioskop Alfamart Sukabumi resmi dibuka, punya 2 studio, cek lokasi dan harga tiket
Re-energize GI Jampang Kulon Sukabumi diklaim mampu dorong investasi
Ini 7 ojol yang tak lagi berseliweran di jalanan
Ini 12 rute dan harga tiket maskapai di Bandara Husein Sastranegara Bandung

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:00 WIB

Perkuat infrastruktur listrik di selatan Sukabumi buka peluang investasi

Kamis, 24 September 2026 - 03:19 WIB

Ke Jakarta cuma butuh Rp14 ribu! Kapan warga Cicurug Sukabumi berangkat kerja naik KRL?

Sabtu, 12 September 2026 - 15:17 WIB

Daftar AMDK paling digemari Gen Z, bukan AQUA juaranya

Rabu, 9 September 2026 - 19:04 WIB

Naik 575%, perdagangan saham NexAI milik bos Persib dihentikan BEI

Rabu, 9 September 2026 - 00:01 WIB

PLN IP PLTP Gunung Salak Sukabumi kembangkan aset karbon

Berita Terbaru