Asal-usul Mochi Sukabumi hingga Masuk Warisan Budaya Tak Benda 2022

- Redaksi

Sabtu, 26 Februari 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kue Mochi khas Sukabumi. l Istimewa

Kue Mochi khas Sukabumi. l Istimewa

SUKABUMIHEADLINE.com l Mochi adalah kue yang berasal Jepang yang terbuat dari beras ketan, ditumbuk sehingga lembut dan lengket, kemudian dibentuk menjadi bulat. Mochi biasanya berisi berbagai varian rasa, seperti paling populer, adalah kacang tanah.

Di Jepang, kue ini sering dibuat dan dimakan pada saat perayaan tradisional mochitsuki atau perayaan tahun baru Jepang. Kue ini dijual dan dapat diperoleh dengan mudah di toko-toko kue.

Sedangkan di Indonesia –salah satu negara yang pernah diduduki Jepang pada zaman pra kemerdekaan– Kota Sukabumi dikenal sebagai satu dari sedikit kota yang hingga kini banyak terdapat industri rumahan yang memproduksi kue yang kenyal dan lembut itu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sehingga, Sukabumi juga dikenal sebagai Kota Mochi karena selain Mochi khas Sukabumi yang dikenal lezat, juga bisa dibeli di banyak tempat, dari mulai sentra-sentra pembuatan Mochi di Jl. Kaswari yang legendaris, hingga di berbagai rest area dan tempat penjualan oleh-oleh di Sukabumi.

Selain itu, Mochi khas Sukabumi juga sudah dipasarkan ke berbagai kota, seperti Bogor, Bandung, Jakarta, dan kota-kota lainnya.

BERITA TERKAIT:

Daftar 37 Warisan Budaya Tak Benda 2022, Ada Kue Mochi dari Sukabumi

Resep Kue Mochi Isi Kacang, Bunda Sukabumi Bisa Coba di Rumah

Perjalanan panjang kue Mochi di Sukabumi yang sudah berpuluh-puluh tahun silam, membuat Pemerintah Provinsi Jawa Barat memasukkan Mochi ke dalam daftar salah satu dari 37 Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) 2022.

Selain Mochi dari Kota Sukabumi, juga ada Ngunjal Kasepuhan Banten Kidul dalam dafar WBTB 2022 mewakili Kabupaten Sukabumi.

Berita Terkait

Pernah dibuang ke Sukabumi, kini film Hamka Awal Mula dibintangi artis asal Kota Mochi
Bunda, jangan matikan lampu kamar mandi! Simak 5 alasannya
Owner Batik Lokatmala Sukabumi dukung kurikulum batik untuk SD hingga SMA
42 universitas di Indonesia masuk Times Higher Education World University Rankings 2027
6 tren kuliner 2027, cita rasa lokal dan Asia Timur: Ramen Birria, Burger Taco hingga Cinnamon Roll Focaccia
Tidak demam tapi tubuh terasa panas, ini penyebab dan cara mengatasinya
Kebijakan tidak naik kelas, Guru di Sukabumi ingatkan Kemendikdasmen harus hati-hati
5 tantangan laki-laki Gen Z 2027: Krisis biaya hidup hingga resesi seks

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 04:29 WIB

Pernah dibuang ke Sukabumi, kini film Hamka Awal Mula dibintangi artis asal Kota Mochi

Selasa, 27 Oktober 2026 - 21:26 WIB

Bunda, jangan matikan lampu kamar mandi! Simak 5 alasannya

Minggu, 25 Oktober 2026 - 15:30 WIB

Owner Batik Lokatmala Sukabumi dukung kurikulum batik untuk SD hingga SMA

Minggu, 25 Oktober 2026 - 12:00 WIB

42 universitas di Indonesia masuk Times Higher Education World University Rankings 2027

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 11:00 WIB

6 tren kuliner 2027, cita rasa lokal dan Asia Timur: Ramen Birria, Burger Taco hingga Cinnamon Roll Focaccia

Berita Terbaru

Animasi Pantomimes Lumineuses karya Charles - 
19th century illustration of a praxinoscope theatre. In 1876, Reynaud, a French inventor, created the Praxinoscope, an improvement of the Zoetrope. The Praxinoscope replaced the narrow viewing slits of the Zoetrope with an inner circle of 12 mirrors (equal to the number of images), allowing a clearer and less distorted view of the moving image. Several people could watch the performance at the same time. After Reynaud licensed his invention in 1877, it sold well in a number of the large Paris department stores.This improved version included a glass viewing screen which allowed the moving image to be superimposed over a changeable background. He continued to improve the design and in 1880 created the first projection version. The Projection Praxinoscope used a lantern to project the moving images onto a small screen, allowing a larger audience to view it.

Khazanah

28 Oktober: Hari penting di Indonesia dan dunia

Rabu, 28 Okt 2026 - 00:44 WIB

Kesehatan

Bunda, jangan matikan lampu kamar mandi! Simak 5 alasannya

Selasa, 27 Okt 2026 - 21:26 WIB