Hanung Bramantyo Minta Muhammadiyah Bangun Pusat Kebudayaan

- Redaksi

Minggu, 2 Juli 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Zaskia Adya Mecca dan Hanung Bramantyo. l Istimewa

Zaskia Adya Mecca dan Hanung Bramantyo. l Istimewa

sukabumiheadline.com l Sutradara Hanung Bramantyo menilai perlunya Muhammadiyah memiliki pusat kebudayaan. Hal itu agar gagasan Muhammadiyah semakin meluas, Sutradara kawakan nasional sekaligus dewan pakar Lembaga Seni Budaya (LSB) Pimpinan Pusat Muhammadiyah 2022-2027.

Dilansir muhammadiyah.or.id, LSB dapat difungsikan untuk menjadi pusat pengayaan kebudayaan Muhammadiyah. Strateginya pun kata dia harus bertumpu pada penggunaan produk kreatif berbasis audio visual seperti film dan yang semisalnya.

“Sudah saatnya bagi Muhammadiyah untuk melebarkan sayapnya di ranah seni dan budaya terutama melalui penerapan audio visual. Bisa dimulai dari pengadaan workshop untuk masyarakat terkait pentingnya audio visual dalam menunjang pemahaman seni dan budaya,” sarannya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam Rapat Kerja Pimpinan Lembaga Seni Budaya PP Muhammadiyah di UMY, Sabtu (10/6), Hanung menganggap urgensi pusat kebudayaan Muhammadiyah terutama untuk mewadahi banyak seniman Muhammadiyah telah berkarya di tingkat nasional.

Nama-nama seniman ternama seperti Dwiki Dharmawan, alumnus UMY semisal Yuda Kurniawan dan Ismail Basbeth dan yang lain-lain menurutnya perlu dihimpun untuk membawa visi Persyarikatan.

“Saya ingin pusat kebudayaan Muhammadiyah ke depannya juga dapat bersinergi dengan sektor lain di bidang yang sama di UMY seperti film untuk meninggalkan kesan ketinggalan zaman,” ujarnya.

Tak lupa, Hanung mengapresiasi inisiatif Muhammadiyah untuk mendorong film-film sejarah menyangkut tokoh-tokoh Muhammadiyah. Bekerjasama dengan Pesantren Tebuireng, LSB pada 2019 diketahui telah melahirkan satu film berjudul “Jejak Langkah 2 Ulama” mengisahkan perjuangan Kiai Haji Ahmad Dahlan dan Kiai Haji Hasyim Asy’ari.

Suami dari Zaskia Adya Mecca itu juga mengaku banyak mendapatkan bantuan data-data akurat dari Muhammadiyah saat proses pembuatan film karyanya yang berjudul “Sang Pencerah”.

Hanung merasa film Sang Pencerah sudah mengubah paradigma bahwa film sejarah yang kurang diminati masyarakat, berhasil dipatahkan melalui raihan jumlah penonton dan apresiasi masyarakat terhadap film Sang Pencerah.

Strategi kebudayaan seperti inilah yang dia harapkan menjadi akselerasi bagi Persyarikatan Muhammadiyah ke depan.

“Jadi film sejarah tetap diminati masyarakat itu terbukti dari film Sang Pencerah,” pungkasnya.

Berita Terkait

3 November: Peringatan Bunka no Hi hingga Maklumat 3 November 1945
Profil dan agama Alvin Tedjo: Pria keturunan Indonesia jadi wali kota di Kanada
2 November: Hari Arwah hingga peristiwa Konferensi Meja Bundar
1 November: World Vegan Day, Inovasi Indonesia hingga All Saints’ Day
31 Oktober: Halloween, Saraswati hingga pendiri Pramuka Putri
30 Oktober: Hari ini 80 tahun lalu ORI resmi beredar hingga Mallaby tewas
29 Oktober: Konstantinus Agung masuk Roma dan 8 hari penting & bersejarah
28 Oktober: Hari penting di Indonesia dan dunia

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 02:00 WIB

3 November: Peringatan Bunka no Hi hingga Maklumat 3 November 1945

Senin, 2 November 2026 - 02:00 WIB

Profil dan agama Alvin Tedjo: Pria keturunan Indonesia jadi wali kota di Kanada

Senin, 2 November 2026 - 00:01 WIB

2 November: Hari Arwah hingga peristiwa Konferensi Meja Bundar

Minggu, 1 November 2026 - 00:01 WIB

1 November: World Vegan Day, Inovasi Indonesia hingga All Saints’ Day

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 00:01 WIB

31 Oktober: Halloween, Saraswati hingga pendiri Pramuka Putri

Berita Terbaru

Honor Magic 9 - Honor

Gadget

Honor Magic 9 dirilis pekan ini, cek harga dan spesifikasi

Selasa, 3 Nov 2026 - 15:00 WIB