Melihat penampakan interior Kabah, kiblat Muslim seluruh dunia

- Redaksi

Jumat, 25 Juli 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pintu Kabah berlapis emas - Ist

Pintu Kabah berlapis emas - Ist

sukabumiheadline.com – Kabah merupakan bangunan suci yang berada di Makkah, Arab Saudi. Kiblat ummat Muslim ini tepatnya berada di tengah-tengah Masjidil Haram. Banyak Muslim beribadah di sekitar Kabah, namun tidak semua orang berkesempatan masuk ke dalamnya, bahkan umat Islam sekali pun.

Hal itu karena pemerintah Arab Saudi sangat selektif, sehingga hanya pejabat Muslim yang diizinkan masuk dan shalat di bangunan berbentuk kubus yang pertama kali dibangun oleh Nabi Ibrahim AS tersebut.

Seperti diketahui, eksterior Kabah ditutupi kain sutra hitam dengan kaligrafi terbuat dari benang emas yang disebut kiswah. Umum diketahui, kiswah ini bernilai puluhan miliar Rupiah. Baca selengkapnya: Kiswah Berlapis Emas, Kain Penutup Kabah Baru Seharga Rp79 Miliar

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Lantas, bagaimana penampakan interior Kabah?

Pintu berlapis emas

Kabah biasa dideskripsikan memiliki sejumlah pintu. Tak hanya yang tampak di luar, ternyata ada pintu kecil di dalam Kabah.

Pintu ini terbuat dari kayu dan dilapisi emas dan perak. Permukaan pintu dihias dengan tulisan ayat Allah.

Interior Kabah scaled
Pintu Kabah berlapis emas dan Al-Multazam – Ist

Tempat shalat Nabi Muhammad SAW dan Al-Multazam

Terdapat pola unik menyerupai sajadah di lantai Kabah. Pola ini adalah tempat salat Nabi Muhammad SAW saat memasuki Kabah usai penaklukan Makkah.

Kemudian, Al-Multazam atau sebuah daerah di sudut ruangan dan berada di tengah sisi kiri pintu Kabah dan Hajr Al-Aswad disebut Al-Multazam. Ibnu Abbas RA meriwayatkan bahwa Al-Multazam adalah tempat terkabulnya doa.

Baca Juga: Intip 5 foto interior The Mukaab yang disamakan Kabah baru, disebut tanda kiamat

Kotak marmer dan dekorasi

Interior Kabah 1 scaled
Kotak marmer dan dekorasi Kabah – Ist

Salah satu perabotan yang ditemui di dalam Kabah adalah kotak marmer. Kotak ini terletak di sebelah kanan pintu Ka’bah.

Kotak itu berfungsi sebagai tempat penyimpanan minyak dan wewangian. Barang-barang tersebut digunakan buat membasuh dan membersihkan bagian dalam Kabah.

Interior Kabah
Interior Kabah – Ist

Ruangan ini memiliki sejumlah pilar, lalu di antaranya tampak hiasan yang digantung. Hiasan tersebut berasal dari pemberian raja, sultan, dan para penguasa di zaman sebelumnya. Dekorasi ini menjadi artefak dan tempat meletakkan wewangian dalam Kabah.

Berita Terkait

Kapolri minta MUI haramkan vape
Haram, hukum menjual rambut dalam Islam
Hukum melamar perempuan yang sudah dilamar pria lain dalam Islam, boleh karena 4 alasan ini
Hukum gugat cerai suami yang dipenjara menurut Islam
Surah Yasin Arab & Latin: Lengkap arti dan fadilahnya, bisa download di HP
Memahami konsep hujan dalam Islam dan ayat-ayat rahasia di baliknya
Kampanye hemat air, AMDK Organic Spring Australia sertakan hadits Nabi SAW di tag
Ustadz Zaidul Akbar: Suami dungu yang serahkan semua gajinya ke istri

Berita Terkait

Minggu, 18 Oktober 2026 - 19:34 WIB

Kapolri minta MUI haramkan vape

Selasa, 29 September 2026 - 00:01 WIB

Haram, hukum menjual rambut dalam Islam

Sabtu, 26 September 2026 - 16:00 WIB

Hukum melamar perempuan yang sudah dilamar pria lain dalam Islam, boleh karena 4 alasan ini

Minggu, 20 September 2026 - 15:34 WIB

Hukum gugat cerai suami yang dipenjara menurut Islam

Jumat, 18 September 2026 - 18:24 WIB

Surah Yasin Arab & Latin: Lengkap arti dan fadilahnya, bisa download di HP

Berita Terbaru

Animasi Pantomimes Lumineuses karya Charles - 
19th century illustration of a praxinoscope theatre. In 1876, Reynaud, a French inventor, created the Praxinoscope, an improvement of the Zoetrope. The Praxinoscope replaced the narrow viewing slits of the Zoetrope with an inner circle of 12 mirrors (equal to the number of images), allowing a clearer and less distorted view of the moving image. Several people could watch the performance at the same time. After Reynaud licensed his invention in 1877, it sold well in a number of the large Paris department stores.This improved version included a glass viewing screen which allowed the moving image to be superimposed over a changeable background. He continued to improve the design and in 1880 created the first projection version. The Projection Praxinoscope used a lantern to project the moving images onto a small screen, allowing a larger audience to view it.

Khazanah

28 Oktober: Hari penting di Indonesia dan dunia

Rabu, 28 Okt 2026 - 00:44 WIB

Kesehatan

Bunda, jangan matikan lampu kamar mandi! Simak 5 alasannya

Selasa, 27 Okt 2026 - 21:26 WIB