Hiroshima 2: Jejak kompleks militer kolonial di Sukabumi menarik perhatian jenderal polisi

- Redaksi

Minggu, 23 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kondisi puing di Hiroshima 2 Sukabumi - Ist

Kondisi puing di Hiroshima 2 Sukabumi - Ist

sukabumiheadline.com – Sebuah lokasi di tengah area persawahan di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, disebut Hiroshima 2 karena hanya menyisakan puing-puing bangunan bersejarah di area persawahan milik warga.

Catatan sejarah mengenai situs ini memang masih simpang siur. Ada yang bilang dulunya Hiroshima 2 merupakan sebuah kota. Namun, ada pula yang menyebutnya hanya sebuah kompleks militer.

Situs yang berlokasi di kampung Pojok, Desa Tegal Panjang, Kecamatan Cireunghas, Kabupaten Sukabumi, ini sempat menghebohkan warga hingga kemudian dijuluki Hiroshima 2. Baca selengkapnya: Mengurai benang kusut sejarah Hiroshima 2 Sukabumi, benarkah sebuah kota?

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menarik perhatian eks Kapolda Jawa Barat

Hiroshima 2, Jejak kompleks militer kolonial di Tegalpanjang Sukabumi menarik perhatian jenderal polisi - Ist
Hiroshima 2: Jejak kompleks militer kolonial di Tegalpanjang Sukabumi menarik perhatian jenderal polisi – Ist

Sejumlah temuan lapangan yang mencuat dari kawasan Tegal Panjang, Kecamatan Cireunghas, kembali memantik diskusi publik mengenai kemungkinan adanya kompleks militer kolonial skala besar yang pernah beroperasi di wilayah tersebut.

Meski demikian, hingga kini belum ada bukti formal dari arsip pemerintah kolonial Belanda, dokumen Jepang, maupun publikasi akademik yang menetapkan Sukabumi sebagai basis militer kolonial pertama di Nusantara.

Pandangan ini disampaikan oleh dua tokoh yang datang ke lokasi, yakni Irjen Pol (P) H. Anton Charliyan, dan Kombes (P) Rd. Dindin R. Danoeredja.

Mereka menilai indikasi struktur militer di kawasan tersebut sangat kuat dan luas, bahkan menyerupai pusat pertahanan terpadu. Pendapat tersebut disampaikan melihat temuan di lapangan.

“Berdasarkan penelusuran warga dan dokumentasi lapangan, ditemukan sejumlah struktur yang menunjukkan karakter kompleks militer dengan sistem pertahanan lengkap, antara lain landasan helipad, rumah sakit militer, antor telegraf, lokasi pembuatan mesiu, dan pos pantau,” jelas Anton dikutip sukabumiheadline.com, Ahad (23/11/2024).

“Selain itu, ada rel kereta militer, benteng pembatas, asrama prajurit, dan terowongan bawah tanah,” imbuhnya.

Situs Tegalpanjang atau Hiroshima 2 di Tegalpanjang Sukabumi
Situs Tegalpanjang atau Hiroshima 2 di Tegalpanjang Sukabumi – Andriansyah

Jika seluruh indikasi ini benar dibangun sejak masa kolonial Belanda dan dilanjutkan penggunaannya oleh Jepang, maka kawasan ini sangat mungkin menjadi pusat pertahanan penting di wilayah Priangan.

Namun, hal tersebut tidak otomatis mengukuhkannya sebagai basis militer kolonial pertama di Nusantara.

Untuk informasi, Sukabumi tercatat sebagai salah satu pusat pendidikan keamanan pada masa kolonial Belanda. Beberapa catatan sejarah menyebutkan bahwa kota ini pernah digunakan sebagai tempat pelatihan Polisi Bumiputera, Pusat Pendidikan Administrasi dan Keamanan Kolonial, dan Sentra Kontrol Penjagaan Wilayah Priangan.

Beberapa pendapat juga menyatakan sekolah ini mungkin juga menjadi jalur perekrutan personel keamanan kolonial yang memiliki fungsi semi-militer. Namun, pendapat tersebut masih membutuhkan pembuktian dokumen resmi.

Dari rangkaian temuan dan analisis awal, mereka menyimpulkan struktur Tegal Panjang–Cireunghas sangat kuat menunjukkan karakter kompleks militer besar yang dahulu dirahasiakan.

“Ada indikasi kawasan tersebut digunakan oleh Belanda, kemudian Jepang. Secara geografis, posisi wilayah ini sangat strategis sebagai benteng pertahanan Priangan. Namun status sebagai basis militer kolonial pertama masih perlu dibuktikan melalui penelitian akademik resmi,” jelas dia.

Para pemerhati sejarah dan tokoh masyarakat mendorong adanya riset formal yang melibatkan Ekskavasi resmi Balai Arkeologi atau BPCB, Penelusuran arsip kolonial di Nationaal Archief, Den Haag, pencarian dokumen militer Jepang masa pendudukan, lemetaan geospasial profesional, dan pendataan struktur menggunakan teknologi.

Riset mendalam diyakini akan mampu mengungkap fakta sejarah penting terkait keberadaan kompleks militer tersembunyi di Sukabumi yang selama ini hanya menjadi legenda lokal.

Berita Terkait

Presiden Suriah keturunan Nabi SAW sang pembebas, Imam Mahdi dan tanda kiamat
Jejak sejarah 1 April, dari April Mop, Hari Jadi Kota Sukabumi dan Blitar hingga Okinawa
Profil dan perjalanan karier Fitria Yusuf, bos jalan tol mualaf karena ayah rajin sedekah
Jadwal jemaah haji 2026 berangkat ke Tanah Suci, di tengah kecamuk perang Timur Tengah
Hari jadi ke-60, mengenang 5 periode Setukpa Polri Sukabumi
Tahun Baru Kristen, sejarah 25 Maret Hari Kabar Gembira bagi pemeluk Kristiani
Membaca pesan di Prasasti Sukabumi 25 Maret 804, kenapa ada di Kediri?
Rasulullah SAW anjurkan perempuan haid sekalipun tetap hadir shalat Id di lapangan

Berita Terkait

Jumat, 3 April 2026 - 04:22 WIB

Presiden Suriah keturunan Nabi SAW sang pembebas, Imam Mahdi dan tanda kiamat

Rabu, 1 April 2026 - 19:29 WIB

Jejak sejarah 1 April, dari April Mop, Hari Jadi Kota Sukabumi dan Blitar hingga Okinawa

Selasa, 31 Maret 2026 - 09:00 WIB

Profil dan perjalanan karier Fitria Yusuf, bos jalan tol mualaf karena ayah rajin sedekah

Selasa, 31 Maret 2026 - 02:40 WIB

Jadwal jemaah haji 2026 berangkat ke Tanah Suci, di tengah kecamuk perang Timur Tengah

Minggu, 29 Maret 2026 - 20:00 WIB

Hari jadi ke-60, mengenang 5 periode Setukpa Polri Sukabumi

Berita Terbaru

Ilustrasi vape - sukabumiheadline.com

Nasional

BNN mau larang vape, didukung pimpinan Komisi III DPR ini

Jumat, 10 Apr 2026 - 00:37 WIB