Influencer Aisar Khaled terduga penipuan Rp53 miliar, Polda Metro Jaya turun tangan

- Redaksi

Jumat, 18 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Influencer Aisar Khaled - Ist

Influencer Aisar Khaled - Ist

sukabumiheadline.com – Influencer asal Malaysia, Aisar Khaled, dilaporkan ke Polda Metro Jaya terkait dugaan penipuan senilai Rp5,7 miliar. Polda Metro Jaya akan melakukan pemanggilan terhadap Aishar.

Laporan itu sudah diterima di Polda Metro Jaya. Selanjutnya, polisi bakal melakukan pemanggilan dan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi yang diajukan.

Kasubbid Penmas Polda Metro Jaya AKBP Onkoseno mengatakan, pemanggilan mendatang merupakan agenda pemeriksaan saksi. Penyidik akan menjadwalkan pemanggilan itu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Ya, tentunya itu tadi agenda-agenda pemeriksaan ke saksi-saksi tentunya ada, nanti akan dijadwalkan oleh penyidik,” ungkapnya.

Kekinian, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto mengungkap bahwa Polda Metro Jaya masih menyelidiki laporan dugaan penipuan senilai Rp5,7 miliar terhadap Aisar Khaled. Pihak kepolisian akan berkoordinasi dengan Kedutaan Malaysia di Jakarta.

“Ya pastinya, terkait tentang adanya terlapor ataupun orang yang dilaporkan warga negara asing, pasti dari penyidik akan berkoordinasi dengan Hubinter, dengan kedutaan dari wilayah negara yang bersangkutan,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto, Jumat (18/9/2026).

“Ini masih dilakukan pemeriksaan karena laporan polisi ini masih ditangani secara bertahap untuk melakukan pemeriksaan terhadap pelapor yang utama,” lanjut dia.

Budi mengatakan analisis dokumen terkait tentang kerugian yang dialami juga tengah dilakukan. Penyidik harus melihat keabsahan dokumen-dokumen tersebut.

Selain itu, penyidik melakukan pendalaman dengan memeriksa saksi-saksi. Kemudian gelar perkara dilakukan untuk meningkatkan status dari penyelidikan ke penyidikan.

“Sidik (penyidikan) ataupun bisa menetapkan seseorang dalam perkara pidana ini setelah terpenuhi beberapa unsur. Sehingga pada saat sudah menetapkan tersangka dari perkara ini, pasti penyidik sebelumnya sudah akan berkoordinasi dengan pihak kedutaan,” bebernya.

Berita Terkait

Duka Bobotoh, Arif Rahman meninggal dunia usai nonton Garudayaksa FC vs Persib
Catut nama dan jabatan profesor asal Sukabumi, pelaku penipuan dilaporkan ke polisi
Ojol di Sukabumi ditembak dari jarak 7 meter
Januari-Oktober 2026, ini daftar 14 kepala daerah ditangkap KPK
Prabowo setujui usulan Luhut ubah definisi korupsi
MK: Prajurit TNI terlibat pidana umum harus diadili di peradilan umum
Soal penyerangan bus tim EPA Persib, Erick Thohir: Kriminal, kurangi poin
KPK serahkan hasil rampasan korupsi ke Pemkab Sukabumi senilai Rp1.94 miliar

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 07:00 WIB

Duka Bobotoh, Arif Rahman meninggal dunia usai nonton Garudayaksa FC vs Persib

Senin, 26 Oktober 2026 - 05:36 WIB

Catut nama dan jabatan profesor asal Sukabumi, pelaku penipuan dilaporkan ke polisi

Minggu, 25 Oktober 2026 - 18:05 WIB

Ojol di Sukabumi ditembak dari jarak 7 meter

Jumat, 23 Oktober 2026 - 17:00 WIB

Januari-Oktober 2026, ini daftar 14 kepala daerah ditangkap KPK

Selasa, 20 Oktober 2026 - 22:30 WIB

Prabowo setujui usulan Luhut ubah definisi korupsi

Berita Terbaru