Kapan Kekuatan Zionis Hancur? Ini Penjelasan AlQuran

- Redaksi

Sabtu, 24 Februari 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Peta Israel. l Istimewa

Peta Israel. l Istimewa

sukabumiheadline.com l Konflik bersenjata antara Palestina dengan Israel seakan tidak akan pernah berkesudahan. Perang kedua belah pihak yang dimulai sejak 1948 tersebut selama puluhan tahun telah menyedot perhatian semua bangsa di dunia.

Bahkan, aksi genosida Zionis terhadap warga Palestina dalam beberapa bulan terakhir dikecam banyak pihak. Jutaan orang turun ke jalan memprotes aksi kejam Israel.

Dr Mustafa Muslim dalam bukunya, “Ma’aalim Qur’aniyah fi Al Shiroo’ Ma’a Al Yahuud“, menggambarkan skenario masa depan konflik terkait munculnya Dajjal sebagai raja kaum Yahudi di Israel dan turunnya Nabi Isa AS untuk melenyapkannya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Artinya, menurut Mustafa, pendudukan Zionis di Palestina akan terus berlanjut hingga tanda-tanda besar Hari Kiamat mulai terlihat.

Tafsir tersebut memberi kesan bahwa segala upaya untuk mengalahkan pendudukan tersebut adalah sebuah tindakan yang tidak absah karena terburu-buru menuju kemenangan sebelum waktunya.

Sementara Syekh Muhammad Mutawalli As-Sya’rawi (1911-1998), seorang ulama tafsir dari Al-Azhar Mesir, menyampaikan dalam tafsirnya bahwa sekarang umat Muslim menantikan janji Allah SWT. Dia menyebutkan, umat Muslim hidup dengan harapan bahwa keadaan akan membaik, dan akan kembali ke Allah SWT.

“Dia akan memenuhi untuk kita apa yang Dia janjikan kepada kita untuk memasuki Masjid Al Aqsha, dan kita akan mempunyai kesempatan terakhir melawan mereka. Ini adalah janji yang akan datang, yang tidak diragukan lagi,” tuturnya.

Syekh As-Sya’rawi juga menegaskan bahwa kerusakan kedua yang dilakukan Bani Israel adalah apa yang terjadi sekarang, karena orang-orang Yahudi akan berkumpul di satu tanah air sehingga janji Tuhan untuk melenyapkan mereka akan terwujud. Hal ini didasarkan pada ayat berikut:

“Dan setelah itu Kami berfirman kepada Bani Israil, “Tinggallah di negeri ini, tetapi apabila masa berbangkit datang, niscaya Kami kumpulkan kamu dalam keadaan bercampur baur.” (QS Al Isra ayat 104)

Di dalam surat Al Isra diceritakan soal Bani Israil yang akan merusak bumi dua kali dan akan menyombongkan diri dengan kesombongan yang besar. Disebutkan juga tentang mereka yang akan merajalela di banyak tempat. Ini ada dalam ayat 4-8 Surat Al Isra.

Sebagaimana Allah SWT berfirman: “Dan Kami tetapkan terhadap Bani Israil dalam Kitab itu, “Kamu pasti akan berbuat kerusakan di bumi ini dua kali dan pasti kamu akan menyombongkan diri dengan kesombongan yang besar. Maka apabila datang saat hukuman bagi (kejahatan) yang pertama dari kedua (kejahatan) itu, Kami datangkan kepadamu hamba-hamba Kami yang perkasa, lalu mereka merajalela di kampung-kampung. Dan itulah ketetapan yang pasti terlaksana. Kemudian Kami berikan kepadamu giliran untuk mengalahkan mereka, Kami membantumu dengan harta kekayaan dan anak-anak dan Kami jadikan kamu kelompok yang lebih besar.” (QS Al Isra ayat 4-6)

“Jika kamu berbuat baik (berarti) kamu berbuat baik untuk dirimu sendiri. Dan jika kamu berbuat jahat, maka (kerugian kejahatan) itu untuk dirimu sendiri. Apabila datang saat hukuman (kejahatan) yang kedua, (Kami bangkitkan musuhmu) untuk menyuramkan wajahmu lalu mereka masuk ke dalam masjid (Masjidil Aqsa), sebagaimana ketika mereka memasukinya pertama kali dan mereka membinasakan apa saja yang mereka kuasai. Mudah-mudahan Tuhan kamu melimpahkan rahmat kepada kamu; tetapi jika kamu kembali (melakukan kejahatan), niscaya Kami kembali (mengazabmu). Dan Kami jadikan neraka Jahanam penjara bagi orang kafir.” (QS Al Isra ayat 7-8)

Banyak ulama tafsir yang telah memberikan penafsiran atas ayat-ayat tersebut. Di antaranya, tafsir bahwa Alquran mengabarkan kehancuran “Israel” adalah sebuah kenyataan yang tak terelakkan, yang dilakukan umat Islam.

Kebanyakan dari mereka percaya bahwa kerusakan yang pertama telah berlalu, dan kerusakan kedua adalah yang terjadi sekarang dengan pendudukan Zionis atas tanah Palestina. Juga kerusakan penghancuran keturunan yang terkait dengannya.

Lalu umat Islam adalah orang-orang yang akan mempermalukan wajah orang-orang Yahudi, dan akan memasuki Masjid Al Aqsa sebagaimana mereka memasukinya pertama kali, dan akan mengingkari apa yang telah dilakukan oleh orang-orang Yahudi.

Berita Terkait

28 Oktober: Hari penting di Indonesia dan dunia
27 Oktober: 3 hari penting diperingati, HLN, HPN hingga World Day for Audiovisual Heritage
24 Oktober: HDN, Harlah IDI dan PBB, Black Thursday hingga Perdamaian Westfalen
23 Oktober: Telekomunikasi pertama di Indonesia hingga pembalap MotoGP tewas
HSN 22 Oktober: Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas, ada apa di Sukabumi?
Kapolri minta MUI haramkan vape
18 Oktober: Hari Menopause Sedunia, kenali gejala, penyebab, obat dan pencegahan
17 Oktober: Jumlah penduduk miskin Sukabumi di Hari Pemberantasan Kemiskinan

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 00:44 WIB

28 Oktober: Hari penting di Indonesia dan dunia

Selasa, 27 Oktober 2026 - 05:58 WIB

27 Oktober: 3 hari penting diperingati, HLN, HPN hingga World Day for Audiovisual Heritage

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 03:57 WIB

24 Oktober: HDN, Harlah IDI dan PBB, Black Thursday hingga Perdamaian Westfalen

Jumat, 23 Oktober 2026 - 15:29 WIB

23 Oktober: Telekomunikasi pertama di Indonesia hingga pembalap MotoGP tewas

Kamis, 22 Oktober 2026 - 02:23 WIB

HSN 22 Oktober: Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas, ada apa di Sukabumi?

Berita Terbaru

Animasi Pantomimes Lumineuses karya Charles - 
19th century illustration of a praxinoscope theatre. In 1876, Reynaud, a French inventor, created the Praxinoscope, an improvement of the Zoetrope. The Praxinoscope replaced the narrow viewing slits of the Zoetrope with an inner circle of 12 mirrors (equal to the number of images), allowing a clearer and less distorted view of the moving image. Several people could watch the performance at the same time. After Reynaud licensed his invention in 1877, it sold well in a number of the large Paris department stores.This improved version included a glass viewing screen which allowed the moving image to be superimposed over a changeable background. He continued to improve the design and in 1880 created the first projection version. The Projection Praxinoscope used a lantern to project the moving images onto a small screen, allowing a larger audience to view it.

Khazanah

28 Oktober: Hari penting di Indonesia dan dunia

Rabu, 28 Okt 2026 - 00:44 WIB

Kesehatan

Bunda, jangan matikan lampu kamar mandi! Simak 5 alasannya

Selasa, 27 Okt 2026 - 21:26 WIB