Komunitas S3 Sukabumi Wanti-wanti Hal Ini Jika Anda Hobi Caving

- Redaksi

Minggu, 20 Maret 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Caving di Goa Buniayu Sukabumi. l Istimewa

Caving di Goa Buniayu Sukabumi. l Istimewa

sukabumiheadline.com l Keindahan alam Sukabumi, baik di atas tanah maupun di bawah tanah, sama-sama menakjubkan. Jika di atas tanah ada pantai, gunung, bukit, lembah, sungai, dan lainnya yang menawarkan keindahan yang memesona mata, maka di bawah tanah ada goa-goa yang tak kalah menakjubkan.

Bagi para aktivis jelajah goa atau caving, semakin dalam memasuki perut bumi, ada keindahan terpendam yang tidak akan pernah diketahui jika tidak pernah menelusurinya. Namun, karena jelajah goa merupakan salah satu kegiatan luar yang menantang atau extreme outdoor activity, maka segala sesuatunya harus dipersiapkan dengan seksama demi keselamatan perjalanan.

Hal itu diingatkan para pegiat dari Komunitas Sukabumi Speleology Society atau disingkat S3.

Salah seorang pegiat S3 Alex M Ali dikutip dari komunita.id, mengatakan, ketergerakan mengembangkan kegiatan caving lantaran kepeduliannya terhadap keberadaan karst atau wilayah bebatuan gamping (kapur) yang selama ini tergerus oleh tangan usil para penguasa.

Karst adalah kandungan batu alam yang umumnya di eksploitasi untuk bahan semen, bagi masyarakat setempat yang bernilai penting adalah air. Sebab di permukaan wilayah ini sering di presentasikan sebagai lahan kering, dan sulit air. Padahal di dalam tanah terkumpul melimpah sebagai tanki air raksasa.

“Kalau kawasan karst ini adalah spons untuk penyerap air, jika terus digerus maka saat hujan akan banjir kawasan dekat karts tersebut,” ujar Alex dikutip pada Ahad (20/3/2022).

Karenanya, Komunitas yang dibentuk pada tahun 2012, ini mengajak semua pihak untuk mempelajari sejarah terbentuknya bumi sejak jutaan tahun lalu.

Baca Juga :  Emis, Pemuda Cikembar Sukabumi Sudah Sebulan Tak Pulang ke Rumah

Seperti pada umumnya wilayah karst, memiliki ornamen yang tersusun rapi, dengan keanekaragaman hayati unik yang tidak dapat dilihat dari kawasan alam lainnya. “Untuk itu gua karts ini haram untuk ditambang,” tegas dia.

Ali mengingatkan, para penelusur gua tidak diperbolehkan mengambil sesuatu kecuali mengambil potret (take nothing but picture), tidak meninggalkan sesuatu, kecuali jejak kaki yang penempatannya hati-hati (leave nothing but carefully placed footprint), tidak membunuh sesuatu kecuali waktu (kill nothing but time).

Akses dan Harga Tiket Masuk Goa Buniayu Sukabumi Terbaru | Trip Jalan Jalan
Goa buniayu. l Istimewa

Tak hanya itu, penelusur gua harus sadar betul bahwa setiap bentukan alam di dalam goa dibentuk dalam kurun waktu ribuan tahun. Dengan demikian, setiap usaha yang merusak goa, mengambil atau memindahkan sesuatu di dalam goa tanpa tujuan jelas dan ilmiah selektif, akan mendatangkan kerugian yang tak tertebus.

Berita Terkait

Siti Rifqotunnada, content creator humanis asal Sukabumi yang hobi travelling
BPKH dan DT Peduli gelar pelatihan UMKM warga Kampung Haji Sukabumi
Profil OCCRP, visi dan misi organisasi yang masukkan Jokowi ke daftar Presiden Terkorup 2024
Peduli owa melalui cinetalk “The Gibbons Calling of Hope, Swing for Freedom” di Sukabumi
Sukarelawan Sosial Kemanusiaan di Sukabumi gelar peringatan HUT ke-79 PMI
Mengenal cara peduli lingkungan ala Komunitas Ngobrol Manfaat Sukabumi
Intip keunggulan dan fasilitas BLK Komunitas Daarul Muttaqien Bojonggenteng Sukabumi
Jaringan internet berbasis komunitas untuk desa tangguh bencana di Sukabumi

Berita Terkait

Selasa, 18 Maret 2025 - 00:01 WIB

Siti Rifqotunnada, content creator humanis asal Sukabumi yang hobi travelling

Rabu, 12 Maret 2025 - 11:00 WIB

BPKH dan DT Peduli gelar pelatihan UMKM warga Kampung Haji Sukabumi

Rabu, 1 Januari 2025 - 17:35 WIB

Profil OCCRP, visi dan misi organisasi yang masukkan Jokowi ke daftar Presiden Terkorup 2024

Minggu, 1 Desember 2024 - 18:42 WIB

Peduli owa melalui cinetalk “The Gibbons Calling of Hope, Swing for Freedom” di Sukabumi

Minggu, 22 September 2024 - 12:02 WIB

Sukarelawan Sosial Kemanusiaan di Sukabumi gelar peringatan HUT ke-79 PMI

Berita Terbaru