Memahami generasi “anak dengan ekor busuk” di China

- Redaksi

Jumat, 9 Oktober 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi lulusan kuliah menganggur - sukabumiheadline.com

Ilustrasi lulusan kuliah menganggur - sukabumiheadline.com

sukabumiheadline.com – Para generasi muda di China makin banyak yang kesulitan mencari kerja sesuai dengan bidang studinya. Hal itu terjadi karena untuk bekerja sesuai jurusan kuliah yang mereka tempuh selama di bangku kuliah bukan perkara mudah.

Dalam laporan CNA berjudul Mengapa Sarjana Muda Banyak Menganggur di China terungkap banyak pencari kerja di bursa kerja atau job fair Lishuiqiao, Beijing, menyatakan mereka sulit mencari kerja sesuai bidang studinya selama masa di kampus.

“Saya melihat peluangnya cukup suram, pasar tenaga kerja sepi, akhirnya saya mengurungkan niat mengejar posisi tertentu,” kata Hu Die, salah seorang pencari kerja berusia 22 tahun yang merupakan Sarjana Desain dari Harbin University of Science and Technology kepada CNA, dikutip Sabtu (15/3/2025).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Hal sama diungkap Li Mengqi, sarjana Teknik Kimia dari Institut Teknologi Shanghai berusia 26 tahun, sudah delapan bulan menganggur setelah lulus kuliah, gara-gara tak menemukan pekerjaan yang sesuai dengan jurusannya saat kuliah.

Krisis pasar tenaga kerja di China

Ilustrasi pengangguran di Indonesia sedang mencari pekerjaan - sukabumiheadline.com
Ilustrasi pengangguran di Indonesia sedang mencari pekerjaan – sukabumiheadline.com

Menurut pendiri Young China Group, lembaga think tank berbasis di Shanghai, Zak Dychtwald, apa yang terjadi dengan Li, Hu, dan Chen merupakan gambaran krisis pasar kerja di China bagi para pemudanya, yang berharap bisa berkarir sesuai bidang keahliannya.

“Salah satu masalah terbesar saat ini adalah ketimpangan antara kerja keras yang mereka lakukan saat kuliah dan pekerjaan yang menanti ketika lulus,” kata Zak Dychtwald.

Asisten profesor Sosiologi di University of Michigan, Zhou Yun, mengamati meskipun lulusan dari sekolah-sekolah elite dan jurusan automasi ataupun AI banyak dicari, namun para sarjana masih kesulitan mendapatkan pekerjaan yang sesuai dengan keahlian mereka akibat meningkatnya persaingan di bursa kerja.

“Industri yang secara tradisional menjadi penyerap utama lulusan perguruan tinggi, seperti startup internet dan pendidikan, juga mengalami penyusutan dalam beberapa tahun terakhir. Jadi, ada alasan struktural yang mendalam di baliknya,” katanya.

Memburuknya pasar kerja di China telah memunculkan istilah “anak dengan ekor busuk” di China sebagai gambaran sarjana muda yang terpaksa bekerja dengan gaji rendah dan bergantung pada orang tua, lantaran tidak mendapatkan pekerjaan yang sesuai dengan pendidikan mereka.

Istilah ini diambil dari “gedung ekor busuk”, proyek perumahan yang mangkrak dan menjadi beban ekonomi China sejak 2021.

Berita Terkait

UU Ketenagakerjaan baru: Kini pekerja kontrak dan outsourcing dapat pesangon
Perkuat infrastruktur listrik di selatan Sukabumi buka peluang investasi
Perubahan UU LLAJ No 22/2009, Kemenhub: Ojol jadi transportasi umum
Tak lagi Rp6 juta per hari, insentif dapur MBG dihitung Rp2.000 per porsi
Rincian denda untuk sopir, pengusaha truk dan pemilik barang ODOL, hingga Rp50 miliar
Harga kakao global melambung, hitung produksi bahan baku cokelat di Sukabumi
Manajer Kopdes Merah Putih tak ditempatkan sesuai domisili
PDRB Sukabumi jauh tertinggal, Triwulan II 2026 Garut juara

Berita Terkait

Jumat, 9 Oktober 2026 - 05:24 WIB

Memahami generasi “anak dengan ekor busuk” di China

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:00 WIB

Perkuat infrastruktur listrik di selatan Sukabumi buka peluang investasi

Senin, 5 Oktober 2026 - 03:05 WIB

Perubahan UU LLAJ No 22/2009, Kemenhub: Ojol jadi transportasi umum

Jumat, 2 Oktober 2026 - 03:47 WIB

Tak lagi Rp6 juta per hari, insentif dapur MBG dihitung Rp2.000 per porsi

Rabu, 30 September 2026 - 12:05 WIB

Rincian denda untuk sopir, pengusaha truk dan pemilik barang ODOL, hingga Rp50 miliar

Berita Terbaru

Ilustrasi lulusan kuliah menganggur - sukabumiheadline.com

Ekonomi

Memahami generasi “anak dengan ekor busuk” di China

Jumat, 9 Okt 2026 - 05:24 WIB