PDRB Sukabumi jauh tertinggal, Triwulan II 2026 Garut juara

- Redaksi

Kamis, 24 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi grafik pertumbuhan ekonomi - sukabumiheadline.com

Ilustrasi grafik pertumbuhan ekonomi - sukabumiheadline.com

sukabumiheadline.com – Laju pertumbuhan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kabupaten dan Kota Sukabumi jauh tertinggal dari Garut. Pada Triwulan II 2026, penguatan aktivitas ekonomi daerah nonmetropolitan dari Badan Pusat Statistik (BPS) menempatkan Sukabumi di posisi ke-9 dan 10.

Sementara Garut, berhasil membukukukan capaian positif dan tertinggi se-Jawa Barat, yakni sebesar 7,7 persen.

Akselerasi ekonomi daerah

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Untuk informasi, sejumlah daerah nonmetropolitan seperti Garut, Majalengka, dan Tasikmalaya berhasil mencatatkan laju pertumbuhan ekonomi di atas 7 persen. Kabupaten Tasikmalaya bahkan mengalami lonjakan paling pesat dari angka 3,32 persen menjadi 7,05 persen.

Peningkatan signifikan ini berdasarkan data resmi Seri 2010 Laju Pertumbuhan PDRB Triwulanan BPS per 7 September 2026. Capaian pesat tersebut membuktikan bergairahnya aktivitas bisnis lokal serta produktivitas masyarakat di berbagai wilayah.

Sementara itu, angka pertumbuhan ekonomi di Sukabumi mencatatkan pertumbuhan di bawah 6%. Hal itu menandakan merupakan bukti masih rendahnya daya beli dan usaha lokal, sekaligus memotret rendahnya dukungan terhadap produk serta pelaku UMKM setempat.

Berikut rincian laju pertumbuhan ekonomi 10 kota dan kabupaten nonmetropolitan di Jawa Barat:

  1. Kabupaten Garut: 7,7%
  2. Kabupaten Majalengka: 7,51%
  3. Kabupaten Tasikmalaya: 7,05%
  4. Kabupaten Kuningan: 6,94%
  5. Kabupaten Cirebon: 6,6%
  6. Kabupaten Purwakarta: 6,29%
  7. Kabupaten Kota Cimahi: 6,21%
  8. Kota Bekasi: 5,99%
  9. Kabupaten Sukabumi: 5,95%
  10. Kota Sukabumi: 5,94%

Untuk informasi, PDRB adalah jumlah keseluruhan nilai tambah barang dan jasa yang dihasilkan dari seluruh kegiatan perekonomian di suatu wilayah atau daerah (seperti provinsi atau kabupaten/kota) dalam periode waktu tertentu, umumnya satu tahun.

Secara sederhana, PDRB adalah ukuran “pendapatan” atau skala ekonomi suatu daerah yang bersumber dari semua sektor usaha di wilayah tersebut.

Berita Terkait

Menaker luncurkan program Tailor Made Training Batch 2 di Sukabumi
Besok becak listrik Prabowo dibagikan gratis di Sukabumi, cek spesifikasi, fitur dan harganya
Satu di Sukabumi, 65 lokasi Kampung Nelayan Merah Putih dilengkapi cold storage
Langkah ini diambil Pertamina Patra Niaga respons kasus penimbun BBM di Sukabumi
Memahami generasi “anak dengan ekor busuk” di China
UU Ketenagakerjaan baru: Kini pekerja kontrak dan outsourcing dapat pesangon
Perkuat infrastruktur listrik di selatan Sukabumi buka peluang investasi
Perubahan UU LLAJ No 22/2009, Kemenhub: Ojol jadi transportasi umum

Berita Terkait

Senin, 12 Oktober 2026 - 17:00 WIB

Menaker luncurkan program Tailor Made Training Batch 2 di Sukabumi

Senin, 12 Oktober 2026 - 01:58 WIB

Besok becak listrik Prabowo dibagikan gratis di Sukabumi, cek spesifikasi, fitur dan harganya

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 03:31 WIB

Satu di Sukabumi, 65 lokasi Kampung Nelayan Merah Putih dilengkapi cold storage

Jumat, 9 Oktober 2026 - 23:18 WIB

Langkah ini diambil Pertamina Patra Niaga respons kasus penimbun BBM di Sukabumi

Jumat, 9 Oktober 2026 - 05:24 WIB

Memahami generasi “anak dengan ekor busuk” di China

Berita Terbaru

Presiden RI, Prabowo Subianto - Ilustrasi sukabumiheadline.com

Nasional

4 wamen dan 3 kepala badan baru dilantik Prabowo

Kamis, 15 Okt 2026 - 17:00 WIB

Ilustrasi BJB STADION GBLA - Repro sukabumiheadline.com

Olahraga

BJB Stadion GBLA, nama baru home base Persib

Kamis, 15 Okt 2026 - 08:00 WIB