Penasaran Lotek Cikiray Sukabumi, Selera Bos Harga Anak Kos

- Redaksi

Sabtu, 8 Januari 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lotek Cikiray. l Istimewa

Lotek Cikiray. l Istimewa

SUKABUMIHEADLINE.com l CIKOLE – Bagi pecinta makanan tradisional, pasti sudah tak asing lagi dengan yang namanya lotek. Kuliner khas sunda yang satu ini terbuat dari sayuran segar yang direbus, lalu disiram sambal kacang, kemudian diaduk sampai merata.

Banyak juga yang menjadikannya sebagai menu bersama lontong atau nasi, dan tentu saja disajikan dengan kerupuk. Rasanya semakin mantap jika ditambah minuman teh hangat.

Sesuai namanya, Lotek Cikiray memang berada di Jalan Cikiray, Kelurahan Kebonjati, Kecamatan Cikole, Kota Sukabumi. Di sana terdapat sebuah warung sederhana yang menjual lotek, namanya Lotek Cikiray. Meski tempatnya tidak megah, namun soal rasa sangat istimewa.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Bumbu sambal kacang diaduk bercampur dengan sayuran segar yang direbus kaya akan manfaat bagi tubuh.

Lotek Dalam
Lotek Cikiray. l Eka Lesmana

Pemilik sekaligus penjual Lotek Cikiray, Idam Rosadi (58), mengaku sudah menjual lotek sejak tahun 1998 silam. Lotek kreasi Idam rasanya lezat, layak disebut selera bos, tapi harga anak kos.

“Satu porsi lotek dijual Rp13.000 saja. Saya jualan Senin sampai Jumat. Buka pukul 06.00 WIB sampai dengan pukul 15.00 WIB. Kalau lotek habis, pukul 13.00 WIB juga sudah tutup. Jam-jam paling ramai itu ya saat jam istirahat siang,” ujarnya kepada sukabumiheadline.com, Sabtu (1/1/2022).

Idam mengaku jika lotek buatannya sama saja dengan lotek pada umumnya. Namun yang membedakan, ia punya resep tersendiri yang membuat pelanggan ingin mencicipi lagi, dan lagi.

“Setiap penjual makanan kan pasti mempunyai resepnya sendiri. Termasuk lotek saya ini. Di sini bukan hanya ada lotek, tapi juga menjual karedok atau gado-gado dan bubur ayam,” pungkas Idam

Berita Terkait

LPEM FEB UI: Mahasiswa sains, teknologi, teknik dan matematika kian sulit cari kerja
Innalillahi, Aries Budiman, artis dan drummer band Garasi asal Sukabumi meninggal dunia
Profil Cecep Herawan, Dubes RI untuk Korea Selatan terima Deputy CEO PERSIB di Seoul
5 tradisi zaman dulu yang perlahan ditinggalkan wanita Sukabumi
Menelusuri cerita Gatotkaca singgah di Purabaya Sukabumi
9 pelajar Sukabumi ikuti Olimpiade Ekonomi Syariah Nasional 2026
Sinopsis dan bintang film Agensi Rumah Tangga, bisnis baru Enzy Storia usai PHK
Kala penyair legendaris Taufiq Ismail baca puisi di Sukabumi

Berita Terkait

Selasa, 22 September 2026 - 18:54 WIB

LPEM FEB UI: Mahasiswa sains, teknologi, teknik dan matematika kian sulit cari kerja

Sabtu, 19 September 2026 - 14:13 WIB

Innalillahi, Aries Budiman, artis dan drummer band Garasi asal Sukabumi meninggal dunia

Jumat, 18 September 2026 - 22:51 WIB

Profil Cecep Herawan, Dubes RI untuk Korea Selatan terima Deputy CEO PERSIB di Seoul

Jumat, 18 September 2026 - 19:42 WIB

5 tradisi zaman dulu yang perlahan ditinggalkan wanita Sukabumi

Kamis, 17 September 2026 - 15:53 WIB

Menelusuri cerita Gatotkaca singgah di Purabaya Sukabumi

Berita Terbaru