sukabumiheadline.com – Survei terbaru elektabilitas 19 parpol memotret raihan suara Partai Solidaritas Indonesia (PSI) hanya 2,9% meskipun Jokowi turun gunung. Capaian itu menempatkan PSI di posisi ke-8, dan menggeser PAN dan PPP di posisi 9 dan 10.
Demikian rilis Poltracking yang menggelar survei nasional mengenai elektabilitas partai politik. Hasilnya, Partai Gerindra di posisi paling kuat, disusul PDIP dan Partai Golkar, dilakukan pada 30 September sampai 7 Oktober 2026.
“Elektabilitas Gerindra tertinggi, kemudian disusul PDIP, Golkar, PKB, kemudian PKS, Demokrat, NasDem,” kata Direktur Eksekutif Poltracking Indonesia, Hanta Yuda Rasyid, dilihat di YouTube Poltracking, Senin (19/10/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dia mengatakan, berdasarkan data tersebut, Gerindra hingga NasDem berpotensi masuk kembali ke parlemen. Hal itu, menurut dia, jika ambang batas parlemen tetap berada di angka 4%.
“Ini kalau dilihat datanya NasDem, Demokrat, PKS, PKB, Golkar, PDIP dan Geindra berpotensi besar lolos di parlemen kalau angkanya tetap di 4% karena angka mereka ada di 4% atau lebih,” ujar Hanta.
Berikut ini hasil survei Poltracking mengenai elektabilitas partai politik:
- Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) 22,9%
- Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) 13,4%
- Partai Golongan Karya (Golkar) 9,1%
- Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) 7,1%
- Partai Keadilan Sejahtera (PKS) 5,8%
- Partai Demokrat (PD) 5,4%
- Partai NasDem 3,9%
- Partai Solidaritas Indonesia (PSI) 2,9%
- Partai Amanat Nasional (PAN) 2,2%
- Partai Persatuan Pembangunan (PPP) 1,6%
- Partai Persatuan Indonesia (Perindo) 0,5%
- Partai Gelombang Rakyat Indonesia (Gelora) 0,3%
- Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura)0,2%
- Partai Ummat 0,1%
- Partai Bulan Bintang (PBB) 0,1%
- Partai Gerakan Perubahan
- Indonesia (Garuda) 0,1%
- Partai Kebangkitan Nusantara (PKN) 0,1%
- Partai Buruh 0,1%
- Tidak tahu/Tidak jawab 24,2%
Responden merupakan warga negara Indonesia yang sudah memiliki hak pilih (berusia lebih dari sama dengan 17 tahun atau sudah menikah).
Metode sampel menggunakan metode multistage random sampling. Jumlah sampel dari 1.220 responden dengan margin of error +/-2,9% pada tingkat kepercayaan 95%. Wawancara dilakukan dengan tatap muka.









