Prabowo bentuk lembaga baru lagi, Universitas Republik Indonesia, ini tugasnya

- Redaksi

Sabtu, 25 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden RI, Prabowo Subianto - Ilustrasi sukabumiheadline.com

Presiden RI, Prabowo Subianto - Ilustrasi sukabumiheadline.com

sukabumiheadline.com – Presiden Prabowo Subianto mendirikan lembaga baru bernama Universitas Republik Indonesia (URI). Ia bahkan sudah melantik Donny Ermawan dan Yos Sunitoyoso sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur URI, pada Rabu (22/7/2026) lalu.

Untuk diketahui, Donny sendiri kini punya jabatan ganda, karena sebelumnya sudah menjabat sebagai Wakil Menteri Pertahanan. Sedangkan, Yos, adalah seorang ilmuwan dan akademisi dari Institut Teknologi Bandung (ITB).

Lantas, untuk apa URI didirikan?

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

URI disebut-sebut disiapkan sebagai lembaga untuk melahirkan para calon pemimpinan instansi pemerintah.

“Nah, beliau ingin mengkonsolidasikan, mengintegrasikan beberapa pendidikan yang sudah ada saat ini,” kata Donny.

Di bawah URI, Prabowo akan mendirikan 10 kampus unggulan Garuda. Sementara Gubernur URI akan membawahi tiga lembaga, yakni Badan Pengelola Pendidikan Kebangsaan yang membawahi lagi Badan Pengelola Sekolah Unggulan, Badan Pengelola Perguruan Tinggi, dan Lembaga Administrasi Negara.

Saat ini, dari ketiganya, baru ada LAN yang akan diberi tugas baru untuk melakukan pembinaan terhadap para calon pegawai BUMN, dari semula para ASN.

“Jadi penyiapan karyawan untuk BUMN juga akan dilaksanakan di Lembaga Administrasi Negara,” kata Donny.

Nantinya, tambah Donny, kampus URI akan dibangun di Bogor, Jawa Barat. Lahannya akan diambil dari bekas perkebunan sawit PTPN. Kampus tersebut akan berjalan seperti kampus pada umumnya dengan lulusan sarjana.

Sementara, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menjelaskan, URI mengadopsi sebuah lembaga-lembaga yang disiapkan untuk melahirkan para calon pemimpinan di banyak negara lain.

Di Perancis, katanya, ada École nationale d’administration (ENA), yang kini telah berubah menjadi Institut National du Service Public (INSP), sebuah lembaga pendidikan bagi calon pejabat pemerintahan.

Melalui model serupa, pemerintah berharap para calon pemimpin di Indonesia memiliki kemampuan teknis sekaligus wawasan kebangsaan yang kuat.

“Sehingga diharapkan semua memiliki kemampuan secara teknis maupun yang paling penting itu wawasan kebangsaan. Kita ini semua menjalankan amanah Untuk kepentingan kebangsaan dan negara,” kata Prasetyo.

Berita Terkait

Kebijakan tidak naik kelas, Guru di Sukabumi ingatkan Kemendikdasmen harus hati-hati
Mendikdasmen akan berlakukan lagi kebijakan tidak naik kelas tahun depan
Daftar universitas dengan Fakultas Kedokteran Terbaik di Indonesia 2026 versi QS Ranking
Daftar kampus dengan fakultas hukum terbaik di Indonesia 2026 versi QS Ranking
Pelajar SMA PGRI Bantargadung Sukabumi belajar tugas kenegaraan di Istana Kepresidenan
Gandeng UIN SGD, Kemenag akselerasi pengembangan madrasah unggulan di Sukabumi
Prabowo matangkan rencana pendidikan gratis dari PAUD/TK hingga kuliah
LPEM FEB UI: Mahasiswa sains, teknologi, teknik dan matematika kian sulit cari kerja

Berita Terkait

Selasa, 20 Oktober 2026 - 09:00 WIB

Kebijakan tidak naik kelas, Guru di Sukabumi ingatkan Kemendikdasmen harus hati-hati

Minggu, 18 Oktober 2026 - 09:00 WIB

Mendikdasmen akan berlakukan lagi kebijakan tidak naik kelas tahun depan

Selasa, 13 Oktober 2026 - 12:00 WIB

Daftar universitas dengan Fakultas Kedokteran Terbaik di Indonesia 2026 versi QS Ranking

Senin, 12 Oktober 2026 - 06:00 WIB

Daftar kampus dengan fakultas hukum terbaik di Indonesia 2026 versi QS Ranking

Jumat, 9 Oktober 2026 - 19:54 WIB

Pelajar SMA PGRI Bantargadung Sukabumi belajar tugas kenegaraan di Istana Kepresidenan

Berita Terbaru