Program Genting: PT Astra International – BKKBN kolaborasi cegah stunting di Sukabumi

- Redaksi

Jumat, 9 Oktober 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi ibu menggendong bayinya pascalahiran - sukabumiheadline.com

Ilustrasi ibu menggendong bayinya pascalahiran - sukabumiheadline.com

sukabumiheadline.com – PT Astra International Tbk (Astra) memperkuat kolaborasi dengan pemerintah dalam upaya pencegahan stunting melalui Program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting) di Desa Sejahtera Astra Gedepangrango, Kecamatan Kadudampit, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

Kolaborasi Astra dengan masyarakat Desa Sejahtera Astra Gedepangrango diharapkan dapat memperkuat pembangunan desa sekaligus mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs) di Indonesia.

Kolaborasi tersebut diwujudkan melalui program Kader Gizi Sahabat Keluarga di tingkat desa, yang berfokus pada intervensi gizi, peningkatan kapasitas kader kesehatan, penguatan layanan Posyandu, serta pendampingan keluarga.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka mengunjungi Desa Sejahtera Astra Gedepangrango pada Jumat (9/10/2026).

Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi pemerintah dan sektor swasta dalam mendukung pencegahan stunting, khususnya bagi ibu dan anak. Isyana mengapresiasi komitmen Astra yang berpartisipasi sebagai orang tua asuh dalam Program Genting.

“Kami optimistis angka stunting akan terus bisa ditekan. Kami melakukan berbagai kolaborasi, seperti hari ini menggandeng Astra,” kata Isyana dalam keterangan resmi di Jakarta, Jumat.

Ia berharap semakin banyak perusahaan yang terlibat dalam upaya pencegahan stunting sehingga jangkauan program dan manfaatnya bagi masyarakat semakin luas.

Dalam kunjungan tersebut, Isyana didampingi Responsibility Astra Diah Suran Febrianti dan Penggerak Desa Sejahtera Astra Gedepangrango Ending Khoerudin. Ia meninjau berbagai inisiatif kesehatan masyarakat, mulai dari intervensi gizi bagi balita dan ibu hamil, penguatan layanan Posyandu, hingga pendampingan keluarga oleh kader kesehatan.

Rangkaian kegiatan diawali dengan serah terima bantuan intervensi gizi bagi keluarga berisiko stunting. Bantuan nutrisi berupa makanan siap santap atau bahan pangan diberikan sesuai rekomendasi Kementerian Kesehatan selama periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).

Selain bantuan nutrisi, program tersebut mencakup bantuan nonnutrisi berupa perbaikan jamban, penyediaan air bersih, dan penyediaan rumah layak huni. Penerima manfaat juga memperoleh edukasi mengenai pencegahan stunting, pendampingan ibu hamil dan pengasuhan balita, serta pemberdayaan ekonomi.

Pada kesempatan yang sama, dilakukan penyematan pin kepada kader pendamping keluarga sebagai bagian dari penguatan peran mereka dalam mendukung kesehatan masyarakat.

Isyana kemudian mengunjungi Posyandu Integrasi Layanan Primer (ILP) Sawo untuk melihat pelayanan kesehatan dengan pendekatan siklus hidup sekaligus bertemu dengan penerima bantuan intervensi gizi. Kunjungan dilanjutkan ke dua rumah keluarga sasaran program GENTING di sekitar Posyandu ILP Sawo.

Selain meninjau program kesehatan, rombongan mengunjungi Wisata Legok Icak, salah satu potensi wisata berbasis alam unggulan di Desa Sejahtera Astra Gedepangrango. Di lokasi tersebut, rombongan melihat langsung proses pembuatan gula aren dan kerajinan anyaman yang menjadi bagian dari pengembangan kewirausahaan masyarakat desa.

Kolaborasi penguatan kesehatan desa

Ilustrasi bidan sedang menggendong bayi baru lahir - sukabumiheadline.com
Ilustrasi bidan sedang menggendong bayi baru lahir – sukabumiheadline.com

Desa Sejahtera Astra merupakan program kontribusi sosial berkelanjutan yang berfokus pada pengembangan dan penguatan desa di bidang kesehatan, pendidikan, lingkungan, dan kewirausahaan.

Executive in Charge Astra Boy Gemino Kalauserang mengatakan program Desa Sejahtera Astra telah menjangkau lebih dari 1.500 desa di 35 provinsi, dengan jumlah penerima manfaat lebih dari tiga juta orang.

“Pembinaan Desa Sejahtera Astra Gedepangrango telah dilakukan sejak tahun 2021,” kata Boy.

Sejak Juni 2025, Astra memperkuat layanan kesehatan masyarakat di desa tersebut melalui peningkatan kapasitas kader, intervensi gizi, penguatan Posyandu ILP, serta kunjungan rumah oleh kader kesehatan.

“Desa Sejahtera Astra tidak hanya berkontribusi untuk mengembangkan potensi ekonomi desa, tetapi juga menjadi ruang bagi Astra untuk mendukung peningkatan kualitas hidup masyarakat,” ujar Boy.

Pada tahap awal pengembangan program kesehatan, sebanyak 55 kader Desa Sejahtera Astra Gedepangrango mengikuti asesmen 25 keterampilan dasar kader Posyandu di bidang kesehatan. Seluruh kader dinyatakan lulus dan memenuhi kompetensi sebagai kader tingkat Purwa, Madya, dan Utama yang diakui Kementerian Kesehatan.

Penguatan layanan kesehatan primer selanjutnya diwujudkan melalui penerapan Posyandu ILP sejak September 2025. Implementasi tersebut mendorong peningkatan jumlah kunjungan Posyandu dari 706 kunjungan sebelum penerapan menjadi 795 kunjungan setelah penerapan, atau meningkat sekitar 13 persen.

Data program juga menunjukkan pemanfaatan layanan Posyandu oleh masyarakat lintas kelompok usia. Kunjungan dari kelompok remaja tercatat sebesar 68 persen, sedangkan kelompok dewasa dan lanjut usia (lansia) mencapai 90 persen.

Untuk memastikan pendampingan keluarga berjalan berkelanjutan, sebanyak 55 kader melakukan kunjungan rumah secara rutin selama April hingga Juni 2026. Kegiatan tersebut telah menjangkau 674 keluarga atau sebanyak 1.781 anggota keluarga.

“Kunjungan rumah oleh kader akan terus dilaksanakan hingga Maret 2027 dengan dukungan program CSR,” kata Boy.

Melalui rangkaian kegiatan tersebut, Astra berupaya memperkuat kapasitas kader, meningkatkan kualitas layanan kesehatan primer, serta memperluas akses pendampingan hingga tingkat keluarga.

Kontribusi sosial

Memasuki usia ke-70, Astra mengusung tema “Berkarya dan Tumbuh Bersama Indonesia” sebagai wujud komitmen untuk memberikan manfaat bagi masyarakat, sejalan dengan cita-cita perusahaan untuk Sejahtera Bersama Bangsa.

Boy mengatakan keberadaan Astra telah memberikan dampak ekonomi dan sosial kepada lebih dari 16 juta orang, termasuk karyawan beserta keluarganya, pelanggan, serta lebih dari tiga juta penerima manfaat melalui program Desa Sejahtera Astra.

“Hari ini, keberadaan Astra telah menciptakan dampak ekonomi dan sosial yang menjangkau lebih dari 16 juta orang termasuk karyawan dan keluarganya, pelanggan, serta lebih dari tiga juta penerima manfaat melalui Desa Sejahtera Astra,” kata Boy.

Ia menegaskan Astra akan terus memperluas dampak positif bagi masyarakat melalui pengembangan usaha di sektor riil, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta kontribusi sosial yang berkelanjutan.

“Sejalan dengan hal tersebut, Astra bersama masyarakat Desa Sejahtera Astra Gedepangrango mendorong agar potensi yang dimiliki dapat terus berkembang dan memberikan manfaat yang berkelanjutan,” ujarnya.

Berita Terkait

Pria Gunungpuyuh dan Cikole Sukabumi jadi TO, terancam 20 tahun penjara
Penimbun 150 jerigen BBM bersubsidi di Simpenan Sukabumi, terancam denda Rp60 miliar
Kronologi pemuda Cicantayan Sukabumi pelaku pelecehan seksual dibekuk polisi
Punya jabatan di perusahaan, pria baju oranye ludahi jukir RSUD Palabuhanratu Sukabumi
Guru ngaji di Nyalindung Sukabumi cabuli 7 santri laki-laki
Dua remaja Cibadak Sukabumi tenggelam di Pantai Citepus, satu hilang
Dosen asal Kota Cimahi ditemukan tewas di Desa Cimahi Sukabumi
DPRD Kabupaten Sukabumi bahas Raperda IKB, dan perubahan Perumda AMTJM

Berita Terkait

Jumat, 9 Oktober 2026 - 21:30 WIB

Pria Gunungpuyuh dan Cikole Sukabumi jadi TO, terancam 20 tahun penjara

Jumat, 9 Oktober 2026 - 20:00 WIB

Program Genting: PT Astra International – BKKBN kolaborasi cegah stunting di Sukabumi

Kamis, 8 Oktober 2026 - 15:00 WIB

Penimbun 150 jerigen BBM bersubsidi di Simpenan Sukabumi, terancam denda Rp60 miliar

Selasa, 6 Oktober 2026 - 23:30 WIB

Kronologi pemuda Cicantayan Sukabumi pelaku pelecehan seksual dibekuk polisi

Selasa, 6 Oktober 2026 - 20:02 WIB

Punya jabatan di perusahaan, pria baju oranye ludahi jukir RSUD Palabuhanratu Sukabumi

Berita Terbaru