Seblak Kingdom Parungkuda Sukabumi, Raja Pedas Topping Bebas

- Redaksi

Sabtu, 14 Agustus 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Seblak Komplit Spesial. l Istimewa

Seblak Komplit Spesial. l Istimewa

SUKABUMIHEADLINES.com – Orang Sukabumi mana yang tidak mengenal kuliner khas yang satu ini, seblak. Walaupun pertama kali populer di Kota Kembang, Bandung sejaktahun 2000an.

Pokoknya, seblak, kini menjadi makanan jajanan jalanan yang digemari berbagai kalangan masyarakat, terutama di Jawa barat.

Seiring berkembangnya tren jajanan tradisional dan kaki lima, seblak tidak hanya disajikan dengan topping biasa di gerobak. Seblak juga berkembang menjadi makanan modern dan berhasil menarik perhatian.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tapi, Seblak Kingdom tentu memiliki kekhasan lebih. Menurut Kholfi Auladi Fadulullah, Seblak Kingdom pedasnya raja, topping tidak biasa.

“Teksturnya kenyal, pedasnya bikin segar, dan rasa gurihnya pas di lidah,“ kata Kholfi kepada sukabumiheadlines.com, Jumat (13/8/2021) malam.

Pemuda berusia 22 tahun itu juga menyebut jika seblaknya dibuat dari berbagai varian bahan, seperti kerupuk, makaroni dan mie dan dijual seharga Rp12 ribu per porsi.

“Kalau masih kurang mantap, bisa memilih tambahan topping sendiri. Ada topping ceker ayam, tulang, bakso, sosis, dan banyak lagi. Kalau ditambah topping, harganya Rp15 ribu per porsi,“ jelas Kholfi.

Karena melayani delivery order, Seblak Kingdom dikemas dalam mangkuk keren. Untuk warga Sukabumi penyuka pedas, silakan hubungi Auladi’s Kitchen:

Alamat: Perumahan Pusaka Bumi Parungkuda Blok C No. 31, Desa/Kecamatan Parungkuda, Kabupaten Sukabumi. No. WA: 085795124077.

Berita Terkait

Pernah dibuang ke Sukabumi, kini film Hamka Awal Mula dibintangi artis asal Kota Mochi
Bunda, jangan matikan lampu kamar mandi! Simak 5 alasannya
Owner Batik Lokatmala Sukabumi dukung kurikulum batik untuk SD hingga SMA
42 universitas di Indonesia masuk Times Higher Education World University Rankings 2027
6 tren kuliner 2027, cita rasa lokal dan Asia Timur: Ramen Birria, Burger Taco hingga Cinnamon Roll Focaccia
Tidak demam tapi tubuh terasa panas, ini penyebab dan cara mengatasinya
Kebijakan tidak naik kelas, Guru di Sukabumi ingatkan Kemendikdasmen harus hati-hati
5 tantangan laki-laki Gen Z 2027: Krisis biaya hidup hingga resesi seks

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 04:29 WIB

Pernah dibuang ke Sukabumi, kini film Hamka Awal Mula dibintangi artis asal Kota Mochi

Selasa, 27 Oktober 2026 - 21:26 WIB

Bunda, jangan matikan lampu kamar mandi! Simak 5 alasannya

Minggu, 25 Oktober 2026 - 15:30 WIB

Owner Batik Lokatmala Sukabumi dukung kurikulum batik untuk SD hingga SMA

Minggu, 25 Oktober 2026 - 12:00 WIB

42 universitas di Indonesia masuk Times Higher Education World University Rankings 2027

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 11:00 WIB

6 tren kuliner 2027, cita rasa lokal dan Asia Timur: Ramen Birria, Burger Taco hingga Cinnamon Roll Focaccia

Berita Terbaru

Animasi Pantomimes Lumineuses karya Charles - 
19th century illustration of a praxinoscope theatre. In 1876, Reynaud, a French inventor, created the Praxinoscope, an improvement of the Zoetrope. The Praxinoscope replaced the narrow viewing slits of the Zoetrope with an inner circle of 12 mirrors (equal to the number of images), allowing a clearer and less distorted view of the moving image. Several people could watch the performance at the same time. After Reynaud licensed his invention in 1877, it sold well in a number of the large Paris department stores.This improved version included a glass viewing screen which allowed the moving image to be superimposed over a changeable background. He continued to improve the design and in 1880 created the first projection version. The Projection Praxinoscope used a lantern to project the moving images onto a small screen, allowing a larger audience to view it.

Khazanah

28 Oktober: Hari penting di Indonesia dan dunia

Rabu, 28 Okt 2026 - 00:44 WIB

Kesehatan

Bunda, jangan matikan lampu kamar mandi! Simak 5 alasannya

Selasa, 27 Okt 2026 - 21:26 WIB