Survei: Disebut Petugas Partai oleh Megawati, Lemahkan Ganjar Pranowo di Hadapan Prabowo

- Redaksi

Kamis, 8 Juni 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ganjar Pranowo. l Ilustrasi: Fery Heryadi

Ganjar Pranowo. l Ilustrasi: Fery Heryadi

sukabumiheadline.com l Sebutan ‘petugas partai’ yang kerap disematkan Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri kepada Ganjar Pranowo dapat melemahkan figur jika dibandingkan dengan Prabowo Subianto.

Pasalnya berbeda dengan Ganjar yang sebatas kader, Prabowo merupakan Ketua Umum Partai Gerindra.

“Kita melihat istilah petugas partai melemahkan figur Pak Ganjar di hadapan Pak Prabowo yang pendiri dan juga ketua umum partai,” kata Peneliti Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA, Ardian Sopa, Senin (25/9).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menyebut sebutan petugas partai untuk Ganjar membuat kesan pria yang kini masih menjabat Gubernur Jawa Tengah itu hanya dikendalikan partai tanpa punya kekuatan penuh.

“Hasil dari argumen yang kita dapatkan dari riset kualitatif, istilah petugas partai melemahkan Pak Ganjar membuat kesan ia bukan hanya pemimpin pengendali tapi hanya ‘boneka’ partai,” ucap Ardian.

Dalam hasil survei LSI Denny JA untuk periode Mei 2023 itu, Prabowo duduk di posisi teratas melampaui Ganjar dan Anies Baswedan. Prabowo meraup 56,2 persen suara responden.

Adapun pertanyaan yang diajukan kepada responden yaitu, ‘di antara tiga capres berikut ini, capres manakah yang lebih mengesankan strong leader yang menumbuhkan ekonomi?’.

Anies mendapatkan 18,7 persen dan Ganjar memperoleh 14,8 persen.

“Pak Ganjar untuk isu strong leader yang menumbuhkan ekonomi itu berada di nomor tiga, disalip oleh Pak Anies Baswedan,” katanya.

Survei itu dilakukan pada 3-14 Mei 2023 dengan menggunakan metode multi stage random sampling dengan margin of error lebih kurang 2,9 persen.

Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara tatap muka dengan menggunakan kuesioner terhadap 1.200 responden.

Sebelumnya, pada Survei Litbang Kompas yang digelar 29 April-10 Mei 2023, nama Prabowo juga unggul dari Ganjar dan Anies. Elektabilitas Prabowo dalam survei terbaru Litbang Kompas itu tercatat sebesar 24,5 persen.

Sementara, elektabilitas Ganjar 22,8 persen dan Anies Baswedan 13,6 persen. Elektabilitas ini didapatkan dari hasil survei dengan paramater pernyataan semua tokoh yang memiliki potensi.

Sementara dalam simulasi tiga nama, Ganjar memperoleh dukungan 40 persen, Prabowo 36,8 persen, dan Anies 23,2 persen.

Berita Terkait

Poltracking: Survei elektabilitas 19 parpol, PSI 2,9% meski Jokowi turun gunung
Musda DPD Golkar Kabupaten Sukabumi, Agus: Akan ada deklarasi dukung Asep Japar
SMRC: Survei elektabilitas Prabowo makin anjlok di bawah 10%
Pria asal Sukabumi dan tiga anaknya terlantar di Medan
Kepala Bakom RI ajak Anies Baswedan gabung Kabinet Prabowo, Syahganda: Jangan malu-malu
Eksekutor pecah kaca dan gembos ban beromzet Rp4,1 miliar diringkus di Sukabumi
Waka DPRD Kota Sukabumi copot foto Wapres, Gibranisti: Kampungan
Ogah punya wapres tak punya ijazah SMA, Waka DPRD Kota Sukabumi copot foto Gibran

Berita Terkait

Senin, 19 Oktober 2026 - 10:00 WIB

Poltracking: Survei elektabilitas 19 parpol, PSI 2,9% meski Jokowi turun gunung

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 19:00 WIB

Musda DPD Golkar Kabupaten Sukabumi, Agus: Akan ada deklarasi dukung Asep Japar

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 17:00 WIB

SMRC: Survei elektabilitas Prabowo makin anjlok di bawah 10%

Jumat, 16 Oktober 2026 - 03:09 WIB

Pria asal Sukabumi dan tiga anaknya terlantar di Medan

Minggu, 11 Oktober 2026 - 14:00 WIB

Kepala Bakom RI ajak Anies Baswedan gabung Kabinet Prabowo, Syahganda: Jangan malu-malu

Berita Terbaru

Ilustrasi aktivitas pemadam kebakaran hutan - sukabumiheadline.com

Sukabumi

Perhutani KPH Sukabumi gandeng Damkar patroli bersama

Jumat, 23 Okt 2026 - 14:05 WIB

Pemuda Sunda harus berdaya di bidang ekonomi dan pendidikan - Pemprov Jawa Barat

Jawa Barat

Pemuda Sunda harus berdaya di bidang ekonomi dan pendidikan

Jumat, 23 Okt 2026 - 12:00 WIB