UI beri bantuan untuk pemulihan sosial dan lingkungan di Sukabumi

- Redaksi

Kamis, 29 Oktober 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

UI beri bantuan stimulan pemulihan sosial dan lingkungan pascabencana di Sukabumi - BNPB

UI beri bantuan stimulan pemulihan sosial dan lingkungan pascabencana di Sukabumi - BNPB

sukabumiheadline.com – Universitas Indonesia (UI) menyerahkan bantuan stimulan untuk Pendampingan Sosial serta Pemulihan dan Peningkatan Produktivitas Sumber Daya Alam dan lingkungan hidup (P4SDALH) kepada masyarakat terdampak bencana, yang berlokasi di Kampung Haji, Desa Kerta Angsana, Kecamatan Nyalindung, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya mempercepat pemulihan pascabencana banjir, tanah bergerak, tanah longsor, dan angin kencang yang terjadi pada Desember 2024.

Program yang dilaksanakan dengan menggandeng Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melalui Direktorat Rehabilitasi dan Rekonstruksi Sosial, Ekonomi dan Lingkungan Hidup (Dit. RRSELH) itu, difokuskan di Kampung Gunung Batu dan Kampung Haji, Desa Kerta Angsana, yang menjadi lokasi relokasi warga terdampak tanah bergerak.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Bantuan stimulan untuk memulihkan aktivitas sosial masyarakat

Pada sektor pendampingan sosial, bantuan stimulan diberikan kepada tiga kelompok penerima manfaat, yaitu Karang Taruna Kampung Haji, Posyandu Kenangan X, dan Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Masjid Jami Darul Hajj.

Bantuan yang disalurkan meliputi sarana dan prasarana pelayanan posyandu, alat antropometri dan kesehatan, perlengkapan penyuluhan dan pencatatan, kebutuhan masjid dan Taman Pendidikan AlQuran (TPA), pojok baca untuk PAUD dan madrasah, serta sarana kegiatan kepemudaan dan olahraga.

Dukungan tersebut diharapkan dapat mengaktifkan kembali berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan, meningkatkan pelayanan kesehatan dasar, mendukung pendidikan dan kegiatan keagamaan, serta memperkuat interaksi sosial dan semangat gotong royong masyarakat di lokasi relokasi.

Ketua Tim Pelaksana Pendampingan Sosial Nazarudin, menyampaikan bahwa bantuan stimulan diharapkan dapat mendorong masyarakat untuk bangkit setelah terdampak bencana. Ia mengajak seluruh kelompok penerima manfaat untuk memanfaatkan bantuan sesuai peruntukannya.

Tim Universitas Indonesia juga menyatakan kesiapan untuk menjadi mitra diskusi bagi masyarakat dan pemangku kepentingan guna mendukung keberlanjutan pendampingan sosial.

Pulihkan lahan dan tingkatkan produktivitas lingkungan

Selain pemulihan sosial, BNPB bersama Universitas Indonesia juga melaksanakan kegiatan pendampingan pemulihan dan peningkatan produktivitas sumber daya alam dan lingkungan hidup.

Bantuan yang disalurkan mencakup 1.500 bibit tanaman untuk agroforestri, peralatan pertanian bagi 38 anggota kelompok masyarakat, tiga unit mesin pencacah sampah organik, serta 13 fasilitas pengolahan sampah menjadi pupuk dan instalasi biopori.

Ketua Tim Pelaksana Pemulihan dan Peningkatan Sumber Daya Alam dan Lingkungan Hidup Universitas Indonesia Prof. Dr. Tito Latif Indra, S.Si., M.Si. menjelaskan bahwa bantuan tersebut dirancang untuk menjawab kebutuhan masyarakat dalam memulihkan lahan terdampak bencana sekaligus memperkuat pengelolaan lingkungan.

Kegiatan pemulihan menyasar tiga kelompok masyarakat. Kelompok Tani Hurip di Kampung Gunung Batu mendapatkan dukungan untuk kegiatan agroforestri, sedangkan Kelompok Tani Lestari di Kampung Haji didukung melalui penanaman tanaman pagar (hedgerows).

Sementara itu, Kelompok Masyarakat Wening di Kampung Haji memperoleh dukungan untuk pengolahan sampah dan limbah organik.

“Bantuan yang disalurkan hari ini diharapkan tidak hanya menjadi sarana pemulihan lahan dan peningkatan produktivitas pertanian, tetapi juga mendorong masyarakat mengelola sampah organik menjadi sesuatu yang bermanfaat,” ujar Tito.

“Dengan demikian, pemulihan lingkungan dapat berjalan seiring dengan penguatan kapasitas dan kesejahteraan masyarakat,” imbuhnya.

Melalui kegiatan agroforestri, bibit tanaman dan peralatan pertanian diharapkan menjadi modal awal bagi masyarakat untuk mengembangkan kembali lahan yang terdampak.

Sementara itu, mesin pencacah sampah, fasilitas pengolahan sampah menjadi pupuk, dan instalasi biopori diharapkan mendukung pengelolaan sampah organik secara lebih produktif dan ramah lingkungan.

Kolaborasi untuk pemulihan yang berkelanjutan

Pelaksanaan program pendampingan sosial dan P4SDALH dilakukan melalui beberapa tahapan, mulai dari koordinasi dengan pemerintah daerah, kajian lokasi dan kebutuhan masyarakat, pembentukan kelompok, penyusunan intervensi kegiatan, hingga penyerahan bantuan stimulan.

Tahapan selanjutnya meliputi bimbingan teknis untuk meningkatkan kapasitas kelompok masyarakat dalam mengelola dan memanfaatkan bantuan.

Kolaborasi ini menjadi bagian penting dalam memastikan program berjalan sesuai kebutuhan di lapangan. Dukungan pemerintah daerah juga diperlukan untuk menjaga keberlanjutan kegiatan, termasuk melalui penguatan kelembagaan dan legalitas kelompok masyarakat penerima manfaat.

Melalui prinsip Build Back Better, Safer, and Sustainable, pemulihan pascabencana di Kabupaten Sukabumi diharapkan tidak hanya mengembalikan aktivitas masyarakat, tetapi juga memperkuat ketahanan sosial, meningkatkan produktivitas lingkungan, dan mengurangi kerentanan terhadap risiko bencana di masa mendatang.

Keberhasilan rehabilitasi dan rekonstruksi tidak hanya diukur dari bantuan yang disalurkan, tetapi terutama dari manfaat nyata yang dirasakan masyarakat serta keberlanjutan hasil kegiatan.

Dengan sinergi seluruh pemangku kepentingan, upaya pemulihan di Kabupaten Sukabumi diharapkan menjadi langkah nyata menuju masyarakat yang lebih mandiri, tangguh, dan berkelanjutan.

Berita Terkait

Trik pemuda Gunungguruh Sukabumi edarkan belasan ribu butir obat terlarang
Pimpinan DPRD: Terus berkarya untuk Indonesia dan Kabupaten Sukabumi
Dua anak di bawah umur asal Sukabumi kerja prostitusi online, 5 buku tamu disita polisi
Selundupkan 32 ribu benih lobster ilegal, warga Sukabumi ditangkap di Banten
Pria Sukabumi paksa gadis 19 tahun layani 300 lelaki hidung belang, Rp50 ribu per transaksi
Awal mula terungkapnya tanah aset Desa Sukamulya Sukabumi dikuasai swasta
Perhutani KPH Sukabumi gandeng Damkar patroli bersama
Warga Sukamulya Sukabumi protes tanah aset desa dipindahtangankan ke swasta

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 17:00 WIB

UI beri bantuan untuk pemulihan sosial dan lingkungan di Sukabumi

Rabu, 28 Oktober 2026 - 14:31 WIB

Trik pemuda Gunungguruh Sukabumi edarkan belasan ribu butir obat terlarang

Rabu, 28 Oktober 2026 - 13:00 WIB

Pimpinan DPRD: Terus berkarya untuk Indonesia dan Kabupaten Sukabumi

Selasa, 27 Oktober 2026 - 18:11 WIB

Dua anak di bawah umur asal Sukabumi kerja prostitusi online, 5 buku tamu disita polisi

Senin, 26 Oktober 2026 - 16:23 WIB

Selundupkan 32 ribu benih lobster ilegal, warga Sukabumi ditangkap di Banten

Berita Terbaru