sukabumiheadline.com – Hari ini Jumat, 16 Oktober 2026, atau dalam Kalender Hijriah jatuh pada 5 Jumadil Awal 1448 H, dan dalam Kalender Jawa merupakan Weton Jumat Legi, Wuku Kulawu, Neptu 11.
Pada 16 Oktober dua hari penting diperingati di Indonesia, yakni Hari Pangan Sedunia dan Hari Parlemen Indonesia.
Di tingkat daerah, DPC Serikat Petani Indonesia (SPI) Sukabumi bakal memeringati Hari Pangan Sedunia tingkat Sukabumi di wilayah Jampang Tengah, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, pada Sabtu (17/10/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Hari Pangan Sedunia

Peringatan Hari Pangan Sedunia (HPS) rutin digelar Organisasi Pangan dan Pertanian PBB (FAO), yakni badan dunia di bawah naungan lembaga Perserikatan Bangsa-Bangsa, didirikan pada 1945. HPS pertama kali diperingati oleh negara-negara anggota FAO pada konferensi umum ke-20 bulan November 1979.
Kala itu, delegasi dari Hungaria yang diwakili Menteri Pertanian dan Pangan, Dr Pal Romany berperan penting pada konferensi tersebut dan mengusulkan ide perayaan Hari Pangan Sedunia.
Kini, HPS telah diperingati setiap tahun di lebih dari 150 negara bertujuan meningkatkan kepedulian terhadap masalah kemiskinan dan kelaparan.
Untuk informasi, sejak 1981, HPS mengadopsi berbagai tema untuk perayaan tiap tahunnya dengan tujuan menekankan pada bagian penting dari dunia pangan yang memerlukan perhatian khusus.
Pada 2025, tema yang dipilih adalah Hand in Hand for Better Foods and Better Future atau “Bergandengan Tangan untuk Pangan yang Lebih Baik dan Masa Depan yang Lebih Baik”. Sedangkan tahun ini, HPS di Indonesia memilih tema “Inovasi Pangan Kini, Ketahanan Pangan Nanti”.
Hari Parlemen Indonesia

Hari ini dilih untuk memeringati keluarnya Maklumat Wakil Presiden No. X tanggal 16 Oktober 1945 yang memberikan kekuasaan legislatif kepada KNIP. Hingga kini, Hari Parlemen Indonesia (HPI) diperingati setiap tanggal 16 Oktober.
HPI ditetapkan berawal dari pembentukan Komite Nasional Indonesia Pusat (KNIP) pada 29 Agustus 1945 untuk membantu tugas presiden. Kemudian pada 16 Oktober 1945, Wakil Presiden Mohammad Hatta mengeluarkan Maklumat Wakil Presiden Nomor X.
Melalui maklumat tersebut, KNIP yang awalnya hanya membantu presiden diberi kewenangan legislatif, yakni sejajar dengan presiden dalam pembuatan undang-undang dan GBHN). Peristiwa inilah yang menjadi dasar lahirnya fungsi parlemen nasional.
Peringatan HPI bertujuan untuk mengenang sejarah lembaga perwakilan rakyat serta meningkatkan kesadaran publik terhadap peran penting fungsi legislatif dalam pengawasan dan penyusunan kebijakan.
Sejak itu, lembaga perwakilan ini berkembang mulai dari KNIP, DPR Sementara atau DPRD (1950), DPR hasil Pemilu 1955, hingga era reformasi yang kini mencakup DPR RI, DPD RI, dan MPR RI.









