sukabumiheadline.com – Sabtu, 24 Oktober 2026 ada sejumlah hari penting nasional dan internasional diperingati. Tanggal ini juga tercatat sebagai waktu berbagai peristiwa bersejarah.
Di Indonesia, hari ini diperkirakan sebagai Hari Dokter Nasional. Tanggal ini dipilih bertepatan dengan hari lahir Ikatan Dokter Indonesia (IDI) yang didirikan pada 1950.
Selain itu, 24 Oktober juga dipilih sebagai Hari Ekonomi Kreatif Nasional (Hekrafnas), sebuah hari peringatan nasional untuk mengapresiasi peran pelaku ekonomi kreatif di Indonesia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Sementara itu, sebuah peristiwa bersejarah dunia juga terjadi hari ini, 24 Oktober 1945 silam, Hari Perserikatan Bangsa-Bangsa (United Nations Day). Peringatan internasional untuk memperingati tanggal mulai berlakunya Piagam PBB.
Peristiwa bersejarah dunia
24 Oktober 1929
Terjadinya peristiwa “Kamis Hitam” (Black Thursday), yaitu keruntuhan pasar saham Wall Street yang menandai awal Depresi Besar.
Melansir dari Britannica, Black Thursday dikenang sebagai hari pertama dari kehancuran pasar saham di New York (Wall Street Crash of 1929) yang kemudian memicu krisis ekonomi global Depresi Besar (Great Depression).
Peristiwa Black Thursday memicu kepanikan pasar. Pada hari itu, sebanyak 12,9 juta lembar saham dijual secara panik oleh para investor di Bursa Efek New York (NYSE).
Sekelompok bankir dan direktur Wall Street sempat mencoba menahan kejatuhan harga dengan membeli saham blue-chip dalam jumlah besar, namun usaha tersebut tidak mampu menghentikan kepanikan jangka panjang.
Meskipun kejatuhan terburuk secara volume dan persentase baru terjadi beberapa hari kemudian—yaitu pada Black Tuesday (29 Oktober 1929)—tanggal 24 Oktober dikenang sebagai titik awal hilangnya kepercayaan investor secara masif.
24 Oktober 1945
Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) resmi berdiri setelah Piagam PBB mulai berlaku secara sah.
24 Oktober 1648
Penandatanganan Perdamaian Westfalen yang mengakhiri perang tiga puluh tahun di Eropa, serangkaian perjanjian perdamaian yang ditandatangani pada Oktober 1648 di kota Münster dan Osnabrück, wilayah Westfalen (Jerman). Perjanjian ini mengakhiri dua konflik besar di Eropa, yakni:
1. Perang Tiga Puluh Tahun (1618–1648): Konflik agama dan politik di dalam Kekaisaran Romawi Suci yang melibatkan kekuatan seperti Prancis, Swedia, Spanyol, dan berbagai pangeran Jerman.
2. Perang Delapan Puluh Tahun (1568–1648): Perang kemerdekaan antara Spanyol dan Republik Belanda.
Perdamaian Westfalen menghasilkan tiga kesepakatan sebagai berikut:
1. Pengakuan Kemerdekaan: Spanyol secara resmi mengakui kemerdekaan Republik Belanda.
2. Kebebasan Beragama: Memperluas isi Perjanjian Augsburg untuk memberikan pengakuan dan toleransi bagi tiga aliran Kristen di Kekaisaran Romawi Suci: Katolik Roma, Lutheran, dan Calvinis.
3. Lahirnya Kedaulatan Negara: Dianggap oleh para sejarawan dan pakar hubungan internasional sebagai tonggak awal sistem negara modern yang berdasar pada konsep kedaulatan wilayah (territorial sovereignty) dan non-intervensi urusan dalam negeri negara lain









