5 Gaya Model asal Karawang di Milan Fashion Week

- Redaksi

Selasa, 15 Maret 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUKABUMIHEADLINES.com l Nama Nafa Salvana mendadak menjadi buah bibir lantaran menjadi salah satu model Indonesia yang go internasional. Nafa Salvana debut di ajang Milan Fashion Week pada Februari 2022.

Pemilik nama lengkap Nafa Salvana Yasmin ini membuat banyak orang kagum. Terlebih, sebelumnya Nafa tidak memiliki latar belakang sebagai model. Bahkan, perjalanan awalnya menjadi model pun terbilang unik. Sebab, dia tak sengaja ditemukan agensi model di warung pecel lele. “Ketemu agency pas lagi makan di pecel lele deket kampus,” cuit Nafa di akun Twitter-nya, @chewmocca.

Berikut adalah lima gaya Nafa Salvana, seperti dirangkum dari akun Instagram pribadinya, Selasa (14/3/2022).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

m2
Nafa Salvana. l Istimewa

Tampil Cool dengan busana serba-hitam Pertama ada potret Nafa Salvana tampil cool dengan outfit serba hitam. Sebagai model, gayanya di luar runway tetap stylish. Lihat saja perpaduan antara knit top colelat yang dipadukan dengan leather pants serta long blazer berwarna hitam.

m7
Nafa Salvana. l Istimewa

Tampil simpel tapi tetap kece Berikutnya masih dengan outfit serba hitam, Nafa mengenakan halter neck crop top dengan celana warna senada. Meski simpel, gayanya tetap terlihat stylish.

m1
Nafa Salvana. l Istimewa

Tampil sporty Gaya selanjutnya, Nafa terlihat sporty dengan perpaduan busana turtleneck navy dan fur pants berwarna baby blue yang serasi. Ini merupakan bagian koleksi dari Sunnei.
Ini merupakan gaya Nafa saat berlenggang di runaway Milan Fashion Week.

m8
Nafa Salvana. l Istimewa

Dalam foto ini, Nafa terlihat mengenakan salah satu koleksi dari Diesel. Stunning di runway Di portret berikutnya ini, Nafa terlihat stunning dengan koleksi dari brand ternama Capasa Milano.

m4
Nafa Salvana. l Istimewa

Penampilannya semakin stunning dan unik karena eye make-upnya yang menggunakan glitter ungu di area kedua matanya.

Berita Terkait

Bunda, jangan matikan lampu kamar mandi! Simak 5 alasannya
Owner Batik Lokatmala Sukabumi dukung kurikulum batik untuk SD hingga SMA
42 universitas di Indonesia masuk Times Higher Education World University Rankings 2027
6 tren kuliner 2027, cita rasa lokal dan Asia Timur: Ramen Birria, Burger Taco hingga Cinnamon Roll Focaccia
Tidak demam tapi tubuh terasa panas, ini penyebab dan cara mengatasinya
Kebijakan tidak naik kelas, Guru di Sukabumi ingatkan Kemendikdasmen harus hati-hati
5 tantangan laki-laki Gen Z 2027: Krisis biaya hidup hingga resesi seks
Ketika perempuan Sukabumi tak pernah kehilangan identitas Sunda

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 21:26 WIB

Bunda, jangan matikan lampu kamar mandi! Simak 5 alasannya

Minggu, 25 Oktober 2026 - 15:30 WIB

Owner Batik Lokatmala Sukabumi dukung kurikulum batik untuk SD hingga SMA

Minggu, 25 Oktober 2026 - 12:00 WIB

42 universitas di Indonesia masuk Times Higher Education World University Rankings 2027

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 11:00 WIB

6 tren kuliner 2027, cita rasa lokal dan Asia Timur: Ramen Birria, Burger Taco hingga Cinnamon Roll Focaccia

Rabu, 21 Oktober 2026 - 11:54 WIB

Tidak demam tapi tubuh terasa panas, ini penyebab dan cara mengatasinya

Berita Terbaru

Animasi Pantomimes Lumineuses karya Charles - 
19th century illustration of a praxinoscope theatre. In 1876, Reynaud, a French inventor, created the Praxinoscope, an improvement of the Zoetrope. The Praxinoscope replaced the narrow viewing slits of the Zoetrope with an inner circle of 12 mirrors (equal to the number of images), allowing a clearer and less distorted view of the moving image. Several people could watch the performance at the same time. After Reynaud licensed his invention in 1877, it sold well in a number of the large Paris department stores.This improved version included a glass viewing screen which allowed the moving image to be superimposed over a changeable background. He continued to improve the design and in 1880 created the first projection version. The Projection Praxinoscope used a lantern to project the moving images onto a small screen, allowing a larger audience to view it.

Khazanah

28 Oktober: Hari penting di Indonesia dan dunia

Rabu, 28 Okt 2026 - 00:44 WIB

Kesehatan

Bunda, jangan matikan lampu kamar mandi! Simak 5 alasannya

Selasa, 27 Okt 2026 - 21:26 WIB