sukabumiheadline.com – Mitos adalah cerita tradisional berlatar masa lampau yang menceritakan tentang dewa, makhluk supranatural, atau asal-usul alam semesta, dan dianggap benar-benar terjadi oleh penganutnya.
Secara bahasa, mitos berasal dari bahasa Yunani, mythos, yang berarti cerita atau kisah dari mulut ke mulut. Secara umum, mitos berisi penafsiran tentang penciptaan dunia, bentuk topografi, para makhluk penghuni bumi, hingga kisah kepahlawanan.
Bagi sebagian masyarakat Indonesia, mitos dinilai sebagai sebuah kebenaran yang sakral dan memiliki makna mendalam oleh masyarakat yang mempercayainya. Karenanya, mitos berbeda dengan dongeng.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Meskipun mitos identik dengan cerita mistis dan fiktif, namun mitos memiliki fungsi tersendiri dalam kehidupan bermasyarakat. Salah satu fungsi mitos, adalah memberi jawaban atas fenomena alam atau misteri kehidupan sebelum ilmu pengetahuan berkembang.
Selain itu, mitos juga menjadi pedoman moral bagi masyarakat, sekaligus sumber otoritas tradisi, tata krama, serta pengatur perilaku sosial dalam kelompok masyarakat. Di sisi lain, motor juga merupakan identitas budaya yang encerminkan cara pandang, nilai, dan sejarah kolektif suatu bangsa.
5 mitos terpopuler di Sukabumi
Masyarakat Sukabumi, Jawa Barat, sendiri mengenal banyak mitos, cerita rakyat, dan misteri yang kerap diceritakan secara turun-temurun dan dari mulut ke mulut.
Beberapa mitos dan cerita misteri yang terpopuler di Sukabumi meliputi kisah mistis di kawasan wisata alam, jalan raya, hingga legenda pantai selatan, dirangkum sukabumiheadline.com, Ahad (4/10/2026).
1. Larangan Baju Hijau di Pantai Pelabuhanratu (Karang Hawu)

Mitos ini lazim disampaikan kepada pengunjung Pantai Karang Hawu atau kawasan Palabuhanratu.
Mitos terkait larangan memakai pakaian berwarna hijau tersebut, karena warna hijau diyakini sebagai warna kesukaan Nyi Roro Kidul, penguasa laut selatan. Namun secara logika, warna hijau juga menyulitkan tim penyelamat melihat korban jika tenggelam di air laut.
2. Suara Tawa di Pulau Kunti (Geopark Ciletuh)

Mitos ini terkait Pulau Kunti. Meskipun pulau ini tampak indah, namun konon sering terdengar suara tawa atau cekikikan misterius saat terjadi badai atau ombak besar.
Namun secara ilmiah, suara melengking tersebut sebenarnya berasal dari hantaman ombak laut yang memecah rongga-rongga batuan purba di sekitar pulau yang pernah menjadi lokasi syuting film Hollywood yang disutradarai Livi Zheng tersebut.
3. Pantangan Bicara Kasar di Jalan Karamat, Kota Sukabumi
Mitos ini berlaku bagi pengendara atau pejalan kaki yang melintasi Jalan Karamat, Kota Sukabumi. Jika melintasi jalan ini, siapapun dilarang mengucapkan kata-kata kotor atau kasar.
Konon, tempat ini dikeramatkan karena dulunya terdapat makam seorang tokoh penyebar agama Islam yaitu Eyang Suryanagara. Namun demikian, tentunya di manapun tidak dianjurkan atau dibolehkan berbicara jorok dan kasar.
4. Legenda Curug Caweni

Curug Caweni memiliki batu besar menyerupai manusia membungkuk yang dipercaya sebagai jelmaan seorang putri cantik. Curug Caweni adalah destinasi wisata alam berupa air terjun menawan setinggi 20 meter yang terletak di Kampung Cilutung, Desa Cilutung, Kecamatan Cidolog, Kabupaten Sukabumi.
Air terjun ini terkenal karena memiliki keunikan berupa formasi batu fosil setinggi 7 meter di tengah-tengah air terjun yang bentuknya menyerupai sosok manusia sedang merunduk menghadap tebing.
Selain menawarkan panorama alam Sukabumi selatan yang asri, Curug Caweni juga sangat lekat dengan mitos dan legenda sejarah lisan masyarakat Sunda.
5. Batu Hitam dan Ular Tanpa Kepala di Stadion Suryakencana
Mitos batu hitam setinggi sekitar 50 cm di area Stadion Suryakencana konon tidak bisa dipindahkan oleh alat berat dan dijaga oleh sosok ular besar tanpa kepala.
Cerita ini dipegang warga sebagai simbol keangkeran agar tempat tersebut tidak dirusak atau disalahgunakan untuk aktivitas yang melanggar norma hukum dan agama.









