5 Pemuda Sukabumi Setuju Soal Tilang Knalpot Bising

- Redaksi

Senin, 29 November 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Belasan ribu knalpot bising dihancurkan di halaman Mapolres Sukabumi. l Istimewa

Belasan ribu knalpot bising dihancurkan di halaman Mapolres Sukabumi. l Istimewa

sukabumiheadline.com I SUKABUMI – Jumlah pengendara sepeda motor yang begitu banyak telah menimbulkan masalah di kota-kota di Indonesia, termasuk di Sukabumi.

Salah satu masalah, yakni penggunaan knalpot bising, dan dengan sengaja si pemilik mengubah knalpot standard pabrikan kendaraannya, yang sebagian besar dilakukan oleh kalangan remaja.

Namun, pada sisi lain, praktik tersebut dinilai meresahkan dan mengganggu kenyamanan warga lainnya. Selain bising, alasan lain yang membuat masyarakat merasa terganggu dengan penggunaan knalpot bising juga bisa memicu konflik.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

sukabumiheadline.com, Senin (29/11/2021), meminta pendapat dari 5 pemuda Sukabumi yang pro dan kontra dengan menggunakan knalpot bising pada sepeda bermotor dan tidak sesuai dengan standard pabrikan.

Berikut 5 komentar pro kontra pemuda Sukabumi terkait sikap kepolisian menilang pengguna knalpot bising.

1. Anggi Fauzi (22), Kecamatan Cisaat.

Menurut saya langkah menilang pengguna knalpot bising amat sangat luar biasa karena bukan hanya masyarakat saja yang terganggu, melainkan keselamatan untuk dirinya atau si pengendaranya sendiri harus diperhitungkan.

Tidak sedikit juga kejadian kecelakaan, perkelahian di jalan disebabkan oleh kondisi motor yang tidak sesuai pabrikan dan knalpot bising berdampak ke si pengendara lain.

2. Helmi Putra Munggaran (36), Kecamatan Cicantayan.

Sangat setuju dengan penindakan kendaraan bermotor yang tidak sesuai dengan standard pabrik, karena standard pabrik sudah pasti terjamin kualitas dan keamanannya, karena sudah sesuai dengan SNI dan sudah ada penanggung jawab, yaitu pemerintah.

Tapi jangan cuma menindak tegas atau merazia masyarakat yang menggunakan accesories dan sparepart variasi (custom). Mereka menjual barang-barang tersebut secara bebas dan mudah didapat juga harus ditindak. Dari dulu masalah ini tidak ada penyelesaiannya, dan terus seperti itu.

Kenapa tidak dilakukan peninndakan keras atau razia dulu oleh pemerintah dan polisi ke titik masalahnya, yaitu pabrik pembuatnya, toko-toko atau penjualnya, bengkel custom, bengkel bore up racing, bengkel pembuat sparepart dan accesories custom, dll.

Mungkin bila itu dilakukan penindakan ke sumber masalahnya semuanya akan selesai, dan tidak ada yang menggunakan di luar standard pabrik.

3. Suherlan (28), Kecamatan Kalapanunggal

Iya setuju dirazia yang tidak pakai knalpot standard tapi gak bakalan habis-habis kalau pabrik knalpotnya gak ditutup. Jadi percuma sekarang iya ditilang, kalau yang jera pasti tidak akan pake lagi , tapi yang gak kapok mah nanti pasti dipasang lagi.

4. Hendi Suhendi (44), Kecamatan Bojonggenteng.

Bagus kok menurut saya dan memang harus nya seperti itu, karena pengendara dengan knalpot bising sangat sangat menganggu ketertiban umum, dan pada prinsipnya malah mengundang keributan. Lebih banyak mudharatnya dari manfaatnya, tapi punten itu menurut saya.

5. Yusuf Firdaus (19), Kecamatan Cikole.

Jelas sangat mengganggu sekali, dikarenakan apa, knalpot bising menganggu kepada orang yang dilewatinya serta bisa menimbulkan emosi.

Sudah banyak terjadi masalah akibat knalpot bising, contohnya perkelahian di jalan atau maslah yang lainnya, dan juga untuk motor yang tidak standard pabrik, contohnya menggunakan ban cacing, lampu yang membuat orang lain silau, spion yang tidak dipakai itu saya setuju untuk ditindak berupa tilang.

Praktik seperti itu bisa membahayakan keselamatan kepada pengendara tersebut dan merugikan pengendara lain jika terjadi sebuah kecelakaan. Yang paling penting, utamakan kenyamanan berkendara dan warga lainnya.

Berikut 5 komentar yang tidak setuju sepeda motor dengan kondisi tidak standard pabrikan dikenakan sanksi oleh pihak polisi: 5 Pemuda Sukabumi Tidak Setuju Soal Tilang Knalpot Bising

Berita Terkait

Sepak terjang Andrie Yunus, Pembela HAM alumni SMAN 1 Cicurug Sukabumi disiram air keras
BPS: Warga Kabupaten Sukabumi hanya belanjakan Rp41 ribu untuk pakaian per orang
Penduduk Sukabumi bertambah 23,3 ribu jiwa pada 2026, kota naik 4,9 ribu
Update jumlah penduduk miskin menurut kabupaten/kota di Jawa Barat, Bogor terbanyak
Menghitung belanja hibah Pemkab Sukabumi, naik jelang Pilkada 2024 lalu turun lagi
5 target ambisius Rp815 M Pemkab Sukabumi di tengah defisit APBD, apa kata BPKP?
Fungsi, manfaat dan tips berkendara aman di Jalan Lingkar Selatan Sukabumi
Indeks Daya Saing Daerah Sukabumi jeblok meski punya jalan tol

Berita Terkait

Jumat, 20 Maret 2026 - 00:32 WIB

Sepak terjang Andrie Yunus, Pembela HAM alumni SMAN 1 Cicurug Sukabumi disiram air keras

Kamis, 19 Maret 2026 - 00:40 WIB

BPS: Warga Kabupaten Sukabumi hanya belanjakan Rp41 ribu untuk pakaian per orang

Senin, 16 Maret 2026 - 23:43 WIB

Penduduk Sukabumi bertambah 23,3 ribu jiwa pada 2026, kota naik 4,9 ribu

Senin, 16 Maret 2026 - 01:07 WIB

Update jumlah penduduk miskin menurut kabupaten/kota di Jawa Barat, Bogor terbanyak

Sabtu, 14 Maret 2026 - 04:21 WIB

Menghitung belanja hibah Pemkab Sukabumi, naik jelang Pilkada 2024 lalu turun lagi

Berita Terbaru

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi liburkan angkot di Sukabumi - Ilustrasi sukabumiheadline.com

Jawa Barat

Angkot di Sukabumi diliburkan Pemprov, dapat kompensasi Rp200 ribu

Minggu, 22 Mar 2026 - 11:30 WIB

Suzuki XBee 2026 - Suzuki

Otomotif

Suzuki XBee, mobil buat Gen Z desain stylish dan super irit BBM

Minggu, 22 Mar 2026 - 09:10 WIB

Ilustrasi perempuan menahan pipis - sukabumiheadline.com

Kesehatan

Kenali bahaya menahan pipis, terutama bagi perempuan

Minggu, 22 Mar 2026 - 01:17 WIB