6 Orang Tewas, Pesawat Wisata Jatuh di Alaska

- Redaksi

Sabtu, 7 Agustus 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Pesawat Jatuh | kompas.com

Ilustrasi Pesawat Jatuh | kompas.com

SUKABUMIHEADLINES.com – Sebuah pesawat wisata jatuh di Kawasan Tenggara Alsaka, Amerika Serikat, Kamis (5/8), dan menewaskan seluruh penumpang serta pilotnya.

Seperti dilansir oleh CNN, Jumat (6/8), pesawat amfibi yang dioperasikan oleh perusahaan Southeast Aviaton itu mengangkut lima penumpang dan dikemudikan seorang pilot.

“Sebuah helikopter MH-60 Jayhawk dari Pangkalan Satuan Udara Korps Penjaga Pantai di Sitka menemukan lokasi puing-puing pesawat pada pukul 14.37, dan menurunkan dua perenang penyelamat dan melaporkan tidak ada korban selamat,” demikian isi pernyataan Korps Penjaga Pantai AS dikutip dari cnnindonesia.com.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ada lima penumpang dan satu pilot di dalam pesawat, yang diidentifikasi oleh pejabat sebagai flotplane atau pesawat terbang laut. Lima penumpang adalah tamu di atas kapal pesiar dari Holland America Line, perusahaan mengkonfirmasi.

Pesawat itu dioperasikan oleh perusahaan wisata Southeast Aviation.

Ada Kabut dan hujan ringan di daerah itu pada saat kecelakaan, menurut Penjaga Pantai. Ada angin sedang dengan jarak pandang dua mil.

Pesawat ditemukan di dekat Ketchikan di sekitar Monumen Nasional Misty Fjords, objek wisata populer yang sering dilihat dari pesawat yang dapat lepas landas mendarat di air. Kapal Nieuw Amsterdam sedang dalam pelayaran tujuh hari Alaska yang berangkat dari Seattle sejak Sabtu lalu.

Berita Terkait

Partai Arab kian disukai warga Israel, Netanyahu khawatir bisa kalahkan partainya
Sejarah bendera Arab Saudi dan Afghanistan cantumkan lafadz Syahadat
Penduduk Jerman menyusut, kekurangan tenaga kerja dan banyak dihuni lansia
Pilot Indonesia ditolak Israel, putar balik dilarang mendarat di Bandara Tel Aviv
Bandara Riyadh diserang, Kemenlu minta WNI di Arab Saudi waspada
Mengenang serangan menara WTC 9/11, dan trend mualaf yang meningkat
Ajakan boikot Adidas meluas, eks tentara Israel jadi bintang iklan kaki palsu
Ini Blueberry, sniper cantik Rusia pemburu tentara Ukraina

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 08:00 WIB

Partai Arab kian disukai warga Israel, Netanyahu khawatir bisa kalahkan partainya

Jumat, 16 Oktober 2026 - 11:00 WIB

Sejarah bendera Arab Saudi dan Afghanistan cantumkan lafadz Syahadat

Rabu, 14 Oktober 2026 - 06:00 WIB

Penduduk Jerman menyusut, kekurangan tenaga kerja dan banyak dihuni lansia

Selasa, 13 Oktober 2026 - 14:00 WIB

Pilot Indonesia ditolak Israel, putar balik dilarang mendarat di Bandara Tel Aviv

Minggu, 11 Oktober 2026 - 11:00 WIB

Bandara Riyadh diserang, Kemenlu minta WNI di Arab Saudi waspada

Berita Terbaru

Animasi Pantomimes Lumineuses karya Charles - 
19th century illustration of a praxinoscope theatre. In 1876, Reynaud, a French inventor, created the Praxinoscope, an improvement of the Zoetrope. The Praxinoscope replaced the narrow viewing slits of the Zoetrope with an inner circle of 12 mirrors (equal to the number of images), allowing a clearer and less distorted view of the moving image. Several people could watch the performance at the same time. After Reynaud licensed his invention in 1877, it sold well in a number of the large Paris department stores.This improved version included a glass viewing screen which allowed the moving image to be superimposed over a changeable background. He continued to improve the design and in 1880 created the first projection version. The Projection Praxinoscope used a lantern to project the moving images onto a small screen, allowing a larger audience to view it.

Khazanah

28 Oktober: Hari penting di Indonesia dan dunia

Rabu, 28 Okt 2026 - 00:44 WIB