Warga Tel Aviv dukung oposisi dan Partai Arab Israel bersatu gulingkan Netanyahu

- Redaksi

Senin, 2 November 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aksi demontrasi di Kota Tel Aviv, Israel - Ist

Aksi demontrasi di Kota Tel Aviv, Israel - Ist

sukabumiheadline.com – Ribuan warga Israel turun ke jalan-jalan di Tel Aviv. Mereka beraksi untuk menyampaikan ke para pemimpin oposisi bahwa terdapat 67 mandat di Knesset yang bisa digunakan untuk menggulingkan kubu Perdana Menteri Benjamin Netanyahu.

Mandat tersebut mencakup blok partai yang dipimpin oleh warga Palestina-Israel—sebuah blok bersejarah yang terdiri dari 19 kursi. Namun demikian, blok ini sebelumnya tak ingin diajak berkonsultasi oleh pemimpin partai Yashar, Gadi Eisenkot, ataupun diandalkan dukungannya dalam pembentukan pemerintahan.

Namun, hasil pemilihan umum mengharuskan Eisenkot untuk merangkul mereka jika ia tetap memegang janjinya untuk tidak bergabung dengan Netanyahu maupun mitra koalisinya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sementara itu, masyarakat Tel Aviv benar-benar menginginkan agar suara untuk perubahan ini membuahkan hasil, dan mereka meyakini bahwa Eisenkot serta para pemimpin partai Yahudi-Israel lainnya perlu mendengarkan aspirasi mereka.

Di sisi lain, terdapat pula aksi protes yang dipimpin oleh pendukung sayap kanan dari kubu Netanyahu. Mereka menyuarakan tuntutan dan pandangan bahwa Israel tidak boleh memiliki pemerintahan yang melibatkan pihak-pihak yang mereka sebut sebagai ‘teroris’.

Di kalangan sayap kanan, muncul perdebatan sengit yang melabeli partisipasi bersejarah warga Palestina-Israel dalam pemilu sebagai ‘terorisme elektoral’. Mereka bahkan menyamakannya dengan serangan pada 7 Oktober.

Tibi, yang memimpin Joint List atau (Daftar Bersama) yang terdiri dari koalisi tiga faksi Arab yang meraih 11 kursi dalam pemilihan umum pada Selasa lalu mengatakan kepada Channel 12 bahwa ia bersedia untuk berkoalis dengan pihak mana pun yang ingin menyingkirkan Netanyahu.

“Kami ingin membantu siapa pun yang berkeinginan untuk menjatuhkan pemerintahan yang buruk ini dan menggantinya dengan pemerintahan yang berbeda. Kami ingin menjadi bagian dari perbaikan, bagian dari harapan,” jelas Tibi.

“Kami tidak akan menjadi bagian dari pemerintahan. Saya tidak menginginkan jabatan menteri. Saya tidak ingin duduk di dalam kabinet. Namun, tanpa partai-partai Arab, perubahan tidak akan terjadi,” tegasnya.

Merujuk pada hasil pemiliu, kubu anti-Netanyahu memiliki 67 kursi di Knesset (parlemen yang beranggotakan 120 orang). Sebanyak 19 kursi di antaranya diraih oleh dua partai Arab.

Sebanyak 67 kursi yang dikuasai oleh pihak-pihak penentang Netanyahu sebenarnya cukup untuk membentuk mayoritas parlemen, seandainya partai-partai oposisi yang dipimpin oleh kelompok Yahudi bersedia bekerja sama dengan faksi-faksi Arab.

Namun, partai-partai tersebut—Yashar, B’Yachad, dan Yisrael Beytenu—telah menyatakan penolakan untuk bergabung dalam koalisi bersama partai-partai Arab.

Tibi mengatakan bahwa tingkat partisipasi yang belum pernah terjadi sebelumnya serta perolehan kursi di Knesset dari sektor Arab membuat Perdana Menteri Benjamin Netanyahu tidak dapat membentuk pemerintahan.

Ia menyebut “suara” dari kubu Arab tersebut sebagai tindakan ‘membela diri’ terhadap koalisi Netanyahu.

Ia mengisyaratkan bahwa Joint List akan merekomendasikan kepada Presiden Isaac Herzog agar mandat untuk membentuk koalisi diberikan kepada kandidat dari partai-partai Zionis yang menentang Netanyahu — kemungkinan besar Eisenkot.

Ia juga menyatakan bahwa partainya akan mendukung upaya untuk melengserkan Ketua Knesset dari partai Likud, Amir Ohana, serta mengindikasikan dukungan terhadap pembentukan komisi penyelidikan negara terkait insiden pada 7 Oktober 2023.

Kedua langkah tersebut merupakan prioritas yang direncanakan oleh blok anti-Netanyahu setelah pelantikan anggota Knesset pada 10 November mendatang.

Berita Terkait

Mengenal Partai Arab Israel dan oposisi raih 67 kursi, kubu Netanyahu 53
Partainya Benjamin Netanyahu kalah di Pemilu Israel, oposisi bersorak-sorai di Tel Aviv
Partai Arab kian disukai warga Israel, Netanyahu khawatir bisa kalahkan partainya
Sejarah bendera Arab Saudi dan Afghanistan cantumkan lafadz Syahadat
Penduduk Jerman menyusut, kekurangan tenaga kerja dan banyak dihuni lansia
Pilot Indonesia ditolak Israel, putar balik dilarang mendarat di Bandara Tel Aviv
Bandara Riyadh diserang, Kemenlu minta WNI di Arab Saudi waspada
Mengenang serangan menara WTC 9/11, dan trend mualaf yang meningkat

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 10:15 WIB

Warga Tel Aviv dukung oposisi dan Partai Arab Israel bersatu gulingkan Netanyahu

Jumat, 30 Oktober 2026 - 15:41 WIB

Mengenal Partai Arab Israel dan oposisi raih 67 kursi, kubu Netanyahu 53

Kamis, 29 Oktober 2026 - 05:33 WIB

Partainya Benjamin Netanyahu kalah di Pemilu Israel, oposisi bersorak-sorai di Tel Aviv

Rabu, 28 Oktober 2026 - 08:00 WIB

Partai Arab kian disukai warga Israel, Netanyahu khawatir bisa kalahkan partainya

Jumat, 16 Oktober 2026 - 11:00 WIB

Sejarah bendera Arab Saudi dan Afghanistan cantumkan lafadz Syahadat

Berita Terbaru