8 PK KNPI Dapil 2 tunda rekomendasi ke balon Ketua DPD Kabupaten Sukabumi

- Redaksi

Rabu, 7 Mei 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pengurus PK KNPI sedapil 2 Kabupaten Sukabumi - Eryudin

Pengurus PK KNPI sedapil 2 Kabupaten Sukabumi - Eryudin

sukabumiheadline.com – Sebanyak 8 Ketua Pengurus Kecamatan (PK) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) sedaerah pemilihan (Dapil) 2 Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, memutuskan untuk menunda rekomendasi kepada bakal calon (balon) Ketua DPD KNPI Kabupaten Sukabumi.

Hal itu disampaikan Ketua PK KNPI Parungkuda, Eriyudin. Ia mengungkapkan bahwa keputusan tersebut diambil 8 PK yang berada di Dapil 2, yakni Parungkuda, Bojonggenteng, Kalapanunggal, Kabandungan, Parakansalak, Cidahu, Cicurug, dan Ciambar, pada hari Rabu (7/5/2025), di Aula Kecamatan Parungkuda.

“Setelah DPD KNPI Kabupaten Sukabumi melaksanakan Rapat Koordinasi dan Pembinaan kepada para ketua, sekretaris, dan bendahara KNPI sedapil 2 dari 8 kecamatan, kami langsung berembuk dan membuat keputusan bersama,” kata Eriyudin kepada sukabumiheadline.com, Rabu malam.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kami membahas kaitan agenda Musyawarah Daerah (Musda) KNPI ke-16 Kabupaten Sukabumi yang akan datang,” jelasnya.

Ia menambahkan, PK KNPI Dapil 2 siap menyukseskan agenda Musda ke-16 tahun ini, dan para balon dapat bersaing secara sehat.

“Kami ingin ada adu ide dan gagasan agar melahirkan estafet kepemimpinan yang lebih baik lagi, diajang Musda tersebut,” katanya.

Adapun terkait arah dukungan, lanjut Ery, ke-8 PK masih menunggu paparan ide dan gagasan dari para balon.

“Jika ada klaim dari siapapun dan dari pihak manapun tidak dibenarkan, karena sampai dengan saat ini kami belum mengeluarkan surat rekomendasi secara resmi dan tertulis kepada siapapun,” paparnya.

“Calon harus memiliki visi dan misi serta gagasan yang cocok untuk kebaikan pemuda Kabupaten Sukabumi ke depan. Dengan demikian, hingga kini kami masih menimbang kepada siapa akan berlabuh dukungan,” pungkasnya.

Untuk informasi, pengambilan berkas bagi balon Ketua DPD KNPI Kabupaten Sukabumi, dibuka mulai Kami (8/5/2025).

Berita Terkait

Dua anak di bawah umur asal Sukabumi kerja prostitusi online, 5 buku tamu disita polisi
Selundupkan 32 ribu benih lobster ilegal, warga Sukabumi ditangkap di Banten
Pria Sukabumi paksa gadis 19 tahun layani 300 lelaki hidung belang, Rp50 ribu per transaksi
Awal mula terungkapnya tanah aset Desa Sukamulya Sukabumi dikuasai swasta
Perhutani KPH Sukabumi gandeng Damkar patroli bersama
Warga Sukamulya Sukabumi protes tanah aset desa dipindahtangankan ke swasta
Ahad, 18 Oktober: Event hari ini di Sukabumi, JNS Fest hingga Festival Kuliner Bangkok
Germo asal Sukabumi paksa wanita Sumsel layani 10 pria sehari, fee Rp50 ribu

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 18:11 WIB

Dua anak di bawah umur asal Sukabumi kerja prostitusi online, 5 buku tamu disita polisi

Senin, 26 Oktober 2026 - 16:23 WIB

Selundupkan 32 ribu benih lobster ilegal, warga Sukabumi ditangkap di Banten

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 04:18 WIB

Pria Sukabumi paksa gadis 19 tahun layani 300 lelaki hidung belang, Rp50 ribu per transaksi

Jumat, 23 Oktober 2026 - 18:01 WIB

Awal mula terungkapnya tanah aset Desa Sukamulya Sukabumi dikuasai swasta

Jumat, 23 Oktober 2026 - 14:05 WIB

Perhutani KPH Sukabumi gandeng Damkar patroli bersama

Berita Terbaru

Animasi Pantomimes Lumineuses karya Charles - 
19th century illustration of a praxinoscope theatre. In 1876, Reynaud, a French inventor, created the Praxinoscope, an improvement of the Zoetrope. The Praxinoscope replaced the narrow viewing slits of the Zoetrope with an inner circle of 12 mirrors (equal to the number of images), allowing a clearer and less distorted view of the moving image. Several people could watch the performance at the same time. After Reynaud licensed his invention in 1877, it sold well in a number of the large Paris department stores.This improved version included a glass viewing screen which allowed the moving image to be superimposed over a changeable background. He continued to improve the design and in 1880 created the first projection version. The Projection Praxinoscope used a lantern to project the moving images onto a small screen, allowing a larger audience to view it.

Khazanah

28 Oktober: Hari penting di Indonesia dan dunia

Rabu, 28 Okt 2026 - 00:44 WIB

Kesehatan

Bunda, jangan matikan lampu kamar mandi! Simak 5 alasannya

Selasa, 27 Okt 2026 - 21:26 WIB