sukabumiheadline.com – Saat ini ribuan warga Sukabumi, Jawa Barat, berbondong-bondong mencari penghidupan di luar negeri sebab alasan yang beragam. Dari mencari penghasilan lebih besar, hingga lari dari segala problematika hidup.
Namun, jauh sebelum ribuan orang asal Sukabumi saat ini yang mencari nafkah ke luar negeri menjadi buruh migran, ada seorang pria dari kota ini yang bekerja di luar negeri sejak tahun 1919, atau jauh sebelum Indonesia merdeka.
Ketika Indonesia masih disebut sebagai Hindia Belanda, salah seorang warga Sukabumi yang tercatat menjadi buruh migran pada awal abad ke-19, bernama Kasim.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Informasi dihimpun, Kasim merupakan warga Cipelang, Kota Sukabumi, yang mencoba peruntungan dengan menjadi kuli di Benua Amerika.
Dilansir sukabumiheadline.com dari catatan Tropenmuseum, Amsterdam, Belanda, Kasim memiliki tinggi badan 157 cm dan masih berusia 22 tahun, nekad berangkat ke kawasan Amerika Selatan atau Amerika Latin.
Pria dengan kutil di bagian hidung itu lahir Hindia Belanda.
Kasim tercatat berangkat ke Paramaribo dari Semarang, Jawa Tengah, pada 28 Maret 1919 dengan menggunakan Kapal SS bernama Djember.
Sebagai penumpang kapal, identitas Kasim adalah wilayah Reg Preanger, Departemen Soekaboemi, Kecamatan Soekaboemi, Desa Tjipelang, nomor 452.
Ia dipekerjakan oleh Agen NHM untuk pemerintahan kolonial Belanda dengan Kode Kontrak VV391. Ia memulai kerja kontrak sejak 20 Mei 1919 hingga 20 Mei 1924 di Perkebunan Marienburg & Zoelen.
Namun demikian, Kasim baru kembali ke Hindia Belanda pada 23 Mei 1936 dengan tujuan kapal ke Kota Gede.
Hal itu terjadi karena Kasim dikontrak ulang sejak 28 Juni 1924 hingga 28 Juni 1929 di Gerec selama 5 tahun. Lalu pada 13 Juli 1929 – 13 Juli 1930 masih Gerec selama 1 tahun.
Selanjutnya pada 20 September 1930 hingga 20 September 1931, juga di Gerec selama 1 tahun. Barulah pada CVO 29 Februari 1932 Kasim kembali ke Hindia Belanda melalui Pelabuhan Marienburg dan Zoelen.









