sukabumiheadline.com – Mahasiswa lulusan jurusan sains, teknologi, teknik, dan matematika (STEM) semakin sulit mencari pekerjaan. Demikian laporan Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis (LPEM FEB UI).
Dikutip sukabumiheadline.com, Selasa (22/9/2026), LPEM FEB UI menyebut berdasarkan data Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) 2022–2024 lulusan STEM semakin menghadapi tekanan ketika memasuki pasar kerja setelah pandemi Covid-19.
Peneliti Prota Nurmalia Kusumawardhani dan Anya Ariella Br Tampubolon dalam laporan berjudul “Pasokan Digenjot, Penyerapan Tertinggal: Bukti Kohort Pasca pandemi untuk Kebijakan Talenta STEM” itu, mengungkap peluang lulusan STEM memperoleh pekerjaan semakin tertinggal.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dibandingkan lulusan Jurusan Pendidikan, peluang mereka untuk memperoleh pekerjaan semakin tertinggal pada mahasiswa yang lulus 2021, 2022, dan 2023.
“Tekanan serupa juga terlihat pada pendapatan dan peluang memperoleh pekerjaan formal. Dibandingkan bidang studi lain, kesenjangan peluang kerja lulusan STEM mulai melebar lebih dulu dan terus berlanjut pada angkatan lulus 2021, 2022, dan 2023,” demikian bunyi laporan tersebut.
Selain itu, LPEM FEB UI juga mencatat adanya pelemahan pada jurusan lain yang lulus 2023. Pelemahan serupa mulai terlihat lebih luas pada bidang studi lain. Namun, studi ini belum dapat memastikan penyebabnya, tetapi pola tersebut cukup jelas untuk menjadi tanda peringatan.
“Karena itu, target menambah jumlah talenta perlu diikuti dengan pemantauan terhadap apa yang terjadi setelah mereka lulus. Peluang memperoleh pekerjaan, pekerjaan formal, dan upah awal juga perlu dipantau secara berkala menurut bidang studi dan tahun kelulusan,” lanjutnya.









