sukabumiheadline.com – Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat terbatas membahas percepatan penerapan pendidikan gratis di sekolah negeri, sebagai langkah memperluas akses pendidikan bagi masyarakat Indonesia.
Dikutip sukabumiheadline.com dari akun X Sekretariat Kabinet (Setkab) RI, dalam rapat tersebut, Presiden memberikan tiga arahan.
“Penerapan pendidikan gratis di sekolah negeri, mulai dari PAUD/TK, SD, SMP, hingga SMA/SMK. Secara keseluruhan, terdapat sekitar 164 ribu sekolah negeri pada jenjang tersebut di seluruh Indonesia,” katanya, dikutip Jumat (25/9/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Prabowo juga meminta dalam sebulan ke depan untuk mematangkan rencana kuliah gratis, termasuk Uang Kuliah Tunggal (UKT).
“Dalam 2–4 minggu ke depan, pemerintah akan mematangkan rencana penerapan Pendidikan Tinggi Negeri bebas biaya kuliah, termasuk UKT dan uang pangkal,” jelasnya.
Di sisi lain, lanjut Setkab, Prabowo juga meminta pondok pesantren diberi perhatian khusus, antara lain dengan mengeluarkan Peraturan Presiden (Perpres) serta membentuk Direktorat Jenderal Pesantren di Kementerian Agama.
“Sejalan dengan penguatan pendidikan nasional, pemerintah juga memberikan perhatian khusus kepada pondok pesantren. Melalui Perpres Nomor 18 Tahun 2026, dibentuk Direktorat Jenderal Pesantren di Kementerian Agama sebagai wadah khusus yang menangani urusan pesantren,” paparnya.
Setkab mengeklaim langkah tersebut menegaskan komitmen pemerintah untuk membuka akses pendidikan seluas-luasnya, meningkatkan kualitas pembelajaran, serta memastikan setiap jalur pendidikan mendapat perhatian dan dukungan yang dibutuhkan.









