ACL Two 2026/2027: Pelatih Melbourne Victory FC puji skuad Persib jelang laga malam ini

- Redaksi

Rabu, 28 Oktober 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Júlio César de Freitas Filho - Ilustrasi sukabumiheadline.com

Júlio César de Freitas Filho - Ilustrasi sukabumiheadline.com

sukabumiheadline.com – Usai menang 1-2 melawan tim tuan rumah, Garudayaksa FC di Stadion Pakansari, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Persib Bandung kini kembali fokus ke duel melawan Melbourne Victory FC di Grup E AFC Champions League Two (ACL 2) 2026/2027.

Laga matchday ketiga dua klub yang mewakili dua benua berbeda, Asia vs Australia, bakal digelar di Stadion Si Jalak Harupat, Kecamatan Soreang, Kabupaten Bandung, Rabu (28/10/2026) pukul 19.15 WIB.

Dalam sesi konferensi persnya pelatih Melbourne Victory FC, Giovanni Savarese, melontarkan pujian terhadap skuad Pangeran Biru. Ia juga mengakui Persib bukan lawan yang mudah dihadapi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kami tahu bahwa bermain di kandang lawan selalu sulit. Persib adalah tim yang bagus,” katanya.

Savarese menilai Maung Bandung memiliki kualitas pemain dan permainan yang patut diwaspadai Melbourne Victory. Ia mengingatkan anak asuhnya bahwa matchday ketiga ini menjadi kesempatan penting bagi tim untuk memperkuat posisi mereka di klasemen sementara Grup E.

Ia juga menyadari bermain di kandang Persib akan menjadi tantangan tersendiri bagi timnya.

“Kami sudah melihat bagaimana mereka bermain dalam pertandingan-pertandingan sebelumnya dan kami tahu bahwa laga ini akan menjadi pertandingan yang berat,” jelas Savarese.

“Namun, kami telah melakukan persiapan dengan baik. Para pemain kami sudah siap dan kami siap untuk menghadapi mereka,” ujarnya.

Pelajari kekuatan Persib

Savarese mengungkapkan, timnya telah mempelajari permainan Persib sebelum pertandingan. Namun, ia tidak ingin anak asuhnya hanya berfokus pada satu atau dua pemain lawan.

Menurutnya, Persib memiliki kualitas yang tersebar di berbagai posisi. Karena itu, Melbourne Victory perlu mengantisipasi kekuatan Maung Bandung sebagai sebuah tim, bukan sekadar mengawal pemain tertentu.

Pendekatan tersebut menjadi bagian dari persiapan Melbourne Victory untuk menghadapi Persib yang akan mendapat dukungan suporter sendiri di Stadion Si Jalak Harupat.

Untuk informasi, pada hari yang sama dua klub lain di Grup E yang dikalahkan Maung Bandung sebelumnya juga akan saling berhadapan, The Cong-Viettel FC vs Seoul FC.

Persib memimpin klasemen sementara Grup E dengan 6 poin. Posisi kedua ditempati Melbourne Victory FC dengan poin 4. Posisi tiga dan empat ditempati The Cong-Viettel FC dan Seoul FC.

Berita Terkait

Analisis laga Persib vs Melbourne Victory FC di ACL Two besok malam
Garudayaksa FC vs Persib malam ini, analisis pertandingan, statistik dan performa
Besok Garudayaksa FC vs Persib, Igor Tolic putar otak
Pangeran Biru menang tipis, analisis laga Madura United vs Persib malam ini
Klasemen sementara Super League 2026/2027, Persib pepet Persija
Menang! Persib puncaki klasemen Grup E ACL 2, diwarnai dua kartu merah
Analisis laga Persib vs The Cong-Viettel FC: Matchday 2 Grup E ACL 2 malam ini
Persib imbang 2-2, cek klasemen sementara Super League, Persija di puncak

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 12:00 WIB

ACL Two 2026/2027: Pelatih Melbourne Victory FC puji skuad Persib jelang laga malam ini

Selasa, 27 Oktober 2026 - 14:21 WIB

Analisis laga Persib vs Melbourne Victory FC di ACL Two besok malam

Minggu, 25 Oktober 2026 - 13:10 WIB

Garudayaksa FC vs Persib malam ini, analisis pertandingan, statistik dan performa

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 15:19 WIB

Besok Garudayaksa FC vs Persib, Igor Tolic putar otak

Kamis, 22 Oktober 2026 - 09:16 WIB

Pangeran Biru menang tipis, analisis laga Madura United vs Persib malam ini

Berita Terbaru

Animasi Pantomimes Lumineuses karya Charles - 
19th century illustration of a praxinoscope theatre. In 1876, Reynaud, a French inventor, created the Praxinoscope, an improvement of the Zoetrope. The Praxinoscope replaced the narrow viewing slits of the Zoetrope with an inner circle of 12 mirrors (equal to the number of images), allowing a clearer and less distorted view of the moving image. Several people could watch the performance at the same time. After Reynaud licensed his invention in 1877, it sold well in a number of the large Paris department stores.This improved version included a glass viewing screen which allowed the moving image to be superimposed over a changeable background. He continued to improve the design and in 1880 created the first projection version. The Projection Praxinoscope used a lantern to project the moving images onto a small screen, allowing a larger audience to view it.

Khazanah

28 Oktober: Hari penting di Indonesia dan dunia

Rabu, 28 Okt 2026 - 00:44 WIB

Kesehatan

Bunda, jangan matikan lampu kamar mandi! Simak 5 alasannya

Selasa, 27 Okt 2026 - 21:26 WIB