Akhir Pekan, Kunjungi Bukit Lengkeng di Cicurug Sukabumi yang Instagramable

- Redaksi

Jumat, 24 Desember 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bukit Lengkeng, Cicurug, Sukabumi. l Istimewa

Bukit Lengkeng, Cicurug, Sukabumi. l Istimewa

SUKABUMIHEADLINE.com I CICURUG – Sukabumi menyimpan banyak potensi tempat wisata alam yang dapat membuat para wisatawan betah berlama-lama saat liburan.

Salah satunya adalah Bukit Lengkeng, berada di Desa Nanggerang, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi. Tempat ini cocok untuk para wisatawan yang ingin menenangkan pikiran, dan menikmati udara sejuk pegunungan.

Dari atas Bukit Lengkeng ini kita bisa melihat pemandangan Gunung Salak, Gunung Gede Pangrango, serta daerah sekitar seperti Cicurug, Kota Bogor, dan terasering yang terlihat indah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Salah seorang pengunjung Topan Sopandi (32) menceritakan pengalamannya kepada sukabumiheadline.com. Jumat (24/12/2021), saat berada di Bukit Lengkeng.

“Pemandangannya indah tidak kalah dengan Tebing Keraton di Bandung, bagus untuk spot selfie, dan terdapat juga curug atau air terjun, pokoknya instagramable lah,” paparnya.

Dalam 4
Curug di Bukit Lengkeng I Istimewa

Untuk mencapai bukit indah ini, dari jalan alternatif Cicurug, Desa Nanggerang, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi, wisatawan bisa langsung menuju ke arah Kantor Desa Nanggerang dan tidak jauh dari kantor desa bisa langsung menuju ke Bukit Lengkeng.

Tidak hanya itu wisatawan juga bisa merasakan kesegaran air terjun yang tersedia di Bukit Lengkeng ini.

Berita Terkait

Pernah dibuang ke Sukabumi, kini film Hamka Awal Mula dibintangi artis asal Kota Mochi
Bunda, jangan matikan lampu kamar mandi! Simak 5 alasannya
Owner Batik Lokatmala Sukabumi dukung kurikulum batik untuk SD hingga SMA
42 universitas di Indonesia masuk Times Higher Education World University Rankings 2027
6 tren kuliner 2027, cita rasa lokal dan Asia Timur: Ramen Birria, Burger Taco hingga Cinnamon Roll Focaccia
Tidak demam tapi tubuh terasa panas, ini penyebab dan cara mengatasinya
Kebijakan tidak naik kelas, Guru di Sukabumi ingatkan Kemendikdasmen harus hati-hati
5 tantangan laki-laki Gen Z 2027: Krisis biaya hidup hingga resesi seks

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 04:29 WIB

Pernah dibuang ke Sukabumi, kini film Hamka Awal Mula dibintangi artis asal Kota Mochi

Selasa, 27 Oktober 2026 - 21:26 WIB

Bunda, jangan matikan lampu kamar mandi! Simak 5 alasannya

Minggu, 25 Oktober 2026 - 15:30 WIB

Owner Batik Lokatmala Sukabumi dukung kurikulum batik untuk SD hingga SMA

Minggu, 25 Oktober 2026 - 12:00 WIB

42 universitas di Indonesia masuk Times Higher Education World University Rankings 2027

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 11:00 WIB

6 tren kuliner 2027, cita rasa lokal dan Asia Timur: Ramen Birria, Burger Taco hingga Cinnamon Roll Focaccia

Berita Terbaru

Animasi Pantomimes Lumineuses karya Charles - 
19th century illustration of a praxinoscope theatre. In 1876, Reynaud, a French inventor, created the Praxinoscope, an improvement of the Zoetrope. The Praxinoscope replaced the narrow viewing slits of the Zoetrope with an inner circle of 12 mirrors (equal to the number of images), allowing a clearer and less distorted view of the moving image. Several people could watch the performance at the same time. After Reynaud licensed his invention in 1877, it sold well in a number of the large Paris department stores.This improved version included a glass viewing screen which allowed the moving image to be superimposed over a changeable background. He continued to improve the design and in 1880 created the first projection version. The Projection Praxinoscope used a lantern to project the moving images onto a small screen, allowing a larger audience to view it.

Khazanah

28 Oktober: Hari penting di Indonesia dan dunia

Rabu, 28 Okt 2026 - 00:44 WIB

Kesehatan

Bunda, jangan matikan lampu kamar mandi! Simak 5 alasannya

Selasa, 27 Okt 2026 - 21:26 WIB