Armita, Wanita Keturunan Tionghoa Huni Rumah Panggung di Pedalaman Sukabumi

- Redaksi

Selasa, 29 Maret 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dwi Armita. l Istimewa

Dwi Armita. l Istimewa

SUKABUMIHEADLINE.com l JAMPANG TENGAH – Wanita berparas cantik dan berkulit putih, ini bernama Dwi Armita. Ia hidup sederhana di sebuah desa terpencil di Kabupaten Sukabumi. Anda mungkin akan kecele ketika bertemu dengannya dan mengira ia seorang artis yang tengah syuting di tempat terpencil.

Armita memang memiliki paras tidak seperti kebanyakan warga di daerah tempat tinggalnya di kawasan Kampung Pasir Hanjuang, Desa Nangerang, Kecamatan Jampang Tengah, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, kulitnya tampak lebih putih dan mata agak sipit.

Diketahui jika Armita yang memiliki wajah oriental, bak wanita wanita asal Asia Timur, seperti Jepang, Korea atau Tiongkok, itu tinggal di rumah panggung sederhana. Sosoknya kian memikat siapa pun yang melihat Armita. Apalagi saat ini status Armita adalah ibu tunggal dengan anak satu berusia dua tahun.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam video YouTube Mentari.19, tampak Armita sedang menyeterika baju di ruang tamu yang sekaligus difungsikan sebagai tempat berkumpul keluarga.

“Saya ganti nomor, jadi yang lama gak aktif,” jawab Armita sambil melanjutkan aktivitas menyetrika baju, ketika ditanya alasan tidak bisa dihubungi.

isi naskah karir
Dwi Armita. l Istimewa

Rumah panggung Armita sangat sederhana. Dindingnya terbuat dari kayu dengan jendela kaca di banyak sisi, sehingga aktivitas Armita saat sedang menyeterika baju terlihat dari luar.

Sementara, lantainya yang pun terbuat dari kayu dilapisi anyaman bilik bambu mirip tikar yang sudah terlihat halus dan mengkilap.

Namun, tidak dijelaskan apakah rumah panggung tersebut milik Armita atau orangtuanya. Dalam video hanya dijelaskan jika wanita berambut panjang tersebut tinggal bersama anaknya.

Dalam video hanya diungkap jika Armita tinggal berdua dengan anaknya yang masih balita. Namun, tidak diceritakan bagaimana Armita berpisah dari suaminya. Yang jelas Armita adalah seorang janda muda.

Banyak yang penasaran dengan penampilan Armita yang mirip orang Tionghoa, tapi tinggal di desa terpencil. Dari pengakuan Armita, terungkap jika dirinya memiliki wajah oriental karena memang seorang keturunan Tionghoa.

“Iya dari bapak, kalau ibu orang Sunda,” kata Armita seraya tersenyum.

Armita mengaku, wajahnya yang mirip orang Tionghoa karena ikut garis keturunan dari ayahnya. Sementara ibunya asli orang Sunda, Sukabumi. Armita mengatakan, ayahnya adalah seorang Tionghoa asal Batam, Kepulauan Riau.

Berita Terkait

Dua remaja Cibadak Sukabumi tenggelam di Pantai Citepus, satu hilang
Dosen asal Kota Cimahi ditemukan tewas di Desa Cimahi Sukabumi
DPRD Kabupaten Sukabumi bahas Raperda IKB, dan perubahan Perumda AMTJM
Kepala BKN ingatkan Pemkab Sukabumi terkait pentingnya Manajemen Talenta ASN
Pria Sukabumi merampok di Tangerang ditangkap di desa terpencil
Niat cek air, pria Nagrak Sukabumi tewas dalam sumur
Polisi selidiki penemuan tengkorak wanita di Sungai Cikole Sukabumi
4 kecamatan di Kabupaten Sukabumi punya kapolsek baru

Berita Terkait

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 13:00 WIB

Dua remaja Cibadak Sukabumi tenggelam di Pantai Citepus, satu hilang

Jumat, 2 Oktober 2026 - 15:00 WIB

Dosen asal Kota Cimahi ditemukan tewas di Desa Cimahi Sukabumi

Jumat, 2 Oktober 2026 - 14:00 WIB

DPRD Kabupaten Sukabumi bahas Raperda IKB, dan perubahan Perumda AMTJM

Rabu, 30 September 2026 - 15:00 WIB

Kepala BKN ingatkan Pemkab Sukabumi terkait pentingnya Manajemen Talenta ASN

Rabu, 30 September 2026 - 14:00 WIB

Pria Sukabumi merampok di Tangerang ditangkap di desa terpencil

Berita Terbaru

Ilustrasi musim kemarau ekstrem - sukabumiheadline.com

Sains

Masa peralihan dan puncak musim hujan di Sukabumi

Sabtu, 3 Okt 2026 - 17:52 WIB

Ilustrasi pelaku UMKM sedang menjahit pakaian - sukabumiheadline.com

Jawa Barat

Sukabumi masuk Top 10 IID versi BSKDN

Sabtu, 3 Okt 2026 - 14:00 WIB