Atap Ponpes Sabilul Huda Cisaat Sukabumi Ambruk

- Redaksi

Senin, 23 Oktober 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Atap asrama putri Ponpes Sabilul Huda ambruk. l Istimewa

Atap asrama putri Ponpes Sabilul Huda ambruk. l Istimewa

sukabumiheadline.com l Diterjang hujan deras disertai angin kencang, atap asrama putri Pondok Pesantren (Ponpes) Sabilul Huda yang berlokasi di Kampung Nagrak, RT 017/003, Desa Nagrak, Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat ambruk.

Informasi diterima sukabumiheadline.com pada Senin (23/10/2023), diketahui musibah terjadi pada Ahad (22/10/2023) sekira pukul 14.00 WIB, mengakibatkan atap asrama putri tersebut ambruk dan menimpa rumah pimpinan ponpes, KH. Nurjahid Sopian yang berada di sampingnya.

Beruntung tak ada korban jiwa maupun luka dalam musibah tersebut. Namun, rumah KH Nurjahid bocor akibat tertimpa reruntuhan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Alhamdulillah tidak ada korban, hanya kerusakan atap asrama dan rumah pak Kiayi,” jelas Deden Rizki, salah seorang pengelola ponpes.

Diketahui, atap berukuran 20×4 meter terlepas dan terbang terbawa angin. Beruntung, atap asrama putri tersebut masih memiliki dak beton di bagian atas, sehingga masih bisa difungsikan dengan baik.

“Awalnya memang didak, kemudian ditambahi atap baja ringan. Total ada 12 ruangan, kalau rumah pak Kiyai sebagian yang ketimpa dan menyebabkan bocor,” tambah Rizki.

Berita Terkait

Dua anak di bawah umur asal Sukabumi kerja prostitusi online, 5 buku tamu disita polisi
Selundupkan 32 ribu benih lobster ilegal, warga Sukabumi ditangkap di Banten
Pria Sukabumi paksa gadis 19 tahun layani 300 lelaki hidung belang, Rp50 ribu per transaksi
Awal mula terungkapnya tanah aset Desa Sukamulya Sukabumi dikuasai swasta
Perhutani KPH Sukabumi gandeng Damkar patroli bersama
Warga Sukamulya Sukabumi protes tanah aset desa dipindahtangankan ke swasta
Ahad, 18 Oktober: Event hari ini di Sukabumi, JNS Fest hingga Festival Kuliner Bangkok
Germo asal Sukabumi paksa wanita Sumsel layani 10 pria sehari, fee Rp50 ribu

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 18:11 WIB

Dua anak di bawah umur asal Sukabumi kerja prostitusi online, 5 buku tamu disita polisi

Senin, 26 Oktober 2026 - 16:23 WIB

Selundupkan 32 ribu benih lobster ilegal, warga Sukabumi ditangkap di Banten

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 04:18 WIB

Pria Sukabumi paksa gadis 19 tahun layani 300 lelaki hidung belang, Rp50 ribu per transaksi

Jumat, 23 Oktober 2026 - 18:01 WIB

Awal mula terungkapnya tanah aset Desa Sukamulya Sukabumi dikuasai swasta

Jumat, 23 Oktober 2026 - 14:05 WIB

Perhutani KPH Sukabumi gandeng Damkar patroli bersama

Berita Terbaru

Animasi Pantomimes Lumineuses karya Charles - 
19th century illustration of a praxinoscope theatre. In 1876, Reynaud, a French inventor, created the Praxinoscope, an improvement of the Zoetrope. The Praxinoscope replaced the narrow viewing slits of the Zoetrope with an inner circle of 12 mirrors (equal to the number of images), allowing a clearer and less distorted view of the moving image. Several people could watch the performance at the same time. After Reynaud licensed his invention in 1877, it sold well in a number of the large Paris department stores.This improved version included a glass viewing screen which allowed the moving image to be superimposed over a changeable background. He continued to improve the design and in 1880 created the first projection version. The Projection Praxinoscope used a lantern to project the moving images onto a small screen, allowing a larger audience to view it.

Khazanah

28 Oktober: Hari penting di Indonesia dan dunia

Rabu, 28 Okt 2026 - 00:44 WIB

Kesehatan

Bunda, jangan matikan lampu kamar mandi! Simak 5 alasannya

Selasa, 27 Okt 2026 - 21:26 WIB