Banjir Masih Menggenangi Area Depan Terminal Kota Sukabumi

- Redaksi

Selasa, 9 November 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Banjir area Terminal Kota Sukabumi. l Istimewa

Banjir area Terminal Kota Sukabumi. l Istimewa

SUKABUMIHEADLINES.com l BAROS – Curah hujan tinggi pada Selasa, 9 November 2021 siang hingga malam, mengakibatkan genangan air setingi lutut di Jalan Lingkar Selatan, tepatnya di depan pintu masuk Terminal Tipe C Kota Sukabumi.

Menurut Kepala terminal Tipe A KH Ahmad Sanusi Kota Sukabumi Yukky Rahmat Yunus, genangan air dan banjir berada didepan pintu terminal area Terminal Tipe C. “Sementara di dalam terminal Tipe A alhamdulillah aman,” ujarnya kepada sukabumiheadlines.com.

Ia menambahkan, air banjir tidak masuk ke dalam Terminal Tipe A, sehingga hingga saat ini aman. Meskipun demikian pihaknya tetap waspada mengingat jarak antara Terimal Tipe C dan Tipe A cukup dekat karena masih satu kompleks.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Masih menurut Yukky, untuk moda bus masih bisa melintasi jalan tergenang banjir tersebut, sementara kendaraaan kecil sudah tidak bisa melaluinya.

“Sementara di sepanjang jalur lingkar selatan depan terminal seluruh jalan tertutup air setinggi lutut orang dewasa, mudah-mudahan cepat mereda,” ungkapnya.

Sementara itu, menurut Kepala UPT Terminal KH Ahmad Sanusi, Tipe C Ujang Sobandi, sampai saat ini pintu masuk terminal yang dari arah Jalan Lingkar Selatan masih terendam sekira selutut orang dewasa.

“Lalu lintas kendaraan besar masih bisa melintas Jalan Lingkar Selatan, kalau mobil kecil dan motor sudah berbelok masuk melalui area terminal karena tidak mau ambil risiko. Kondisi di dalam terminal aman karena kontur tanah terminal lebih tinggi, hanya emplasement depan saja, pelataran parkir yang terendam,” ujarnya.

pantauan sukabumiheadlines.com di lokasi, banjir tidak hanya menggenangi Jalan Lingkar Selatan, area depan Terminal KH Ahmad Sanusi, tapi juga terjadi di Jalan Taman Bahagia, tepatnya di depan Kantor Departemen Agama (Depag) Kota Sukabumi, seluruh badan jalan tertutup air dan tidak bisa dilalui kendaraan.

Diberitakan sebelumnya: Ngeri, Banjir Genangi Terminal Kota Sukabumi

Hujan turun deras sejak sekira pukul 15.00 WIB, sementara mulai ada genangan air sekira pukul 16.00 WIB. Sampai berita ini diturunkan curah hujan masih tinggi.

Berita Terkait

Dua anak di bawah umur asal Sukabumi kerja prostitusi online, 5 buku tamu disita polisi
Selundupkan 32 ribu benih lobster ilegal, warga Sukabumi ditangkap di Banten
Pria Sukabumi paksa gadis 19 tahun layani 300 lelaki hidung belang, Rp50 ribu per transaksi
Awal mula terungkapnya tanah aset Desa Sukamulya Sukabumi dikuasai swasta
Perhutani KPH Sukabumi gandeng Damkar patroli bersama
Warga Sukamulya Sukabumi protes tanah aset desa dipindahtangankan ke swasta
Ahad, 18 Oktober: Event hari ini di Sukabumi, JNS Fest hingga Festival Kuliner Bangkok
Germo asal Sukabumi paksa wanita Sumsel layani 10 pria sehari, fee Rp50 ribu

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 16:23 WIB

Selundupkan 32 ribu benih lobster ilegal, warga Sukabumi ditangkap di Banten

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 04:18 WIB

Pria Sukabumi paksa gadis 19 tahun layani 300 lelaki hidung belang, Rp50 ribu per transaksi

Jumat, 23 Oktober 2026 - 18:01 WIB

Awal mula terungkapnya tanah aset Desa Sukamulya Sukabumi dikuasai swasta

Jumat, 23 Oktober 2026 - 14:05 WIB

Perhutani KPH Sukabumi gandeng Damkar patroli bersama

Kamis, 22 Oktober 2026 - 04:26 WIB

Warga Sukamulya Sukabumi protes tanah aset desa dipindahtangankan ke swasta

Berita Terbaru

Animasi Pantomimes Lumineuses karya Charles - 
19th century illustration of a praxinoscope theatre. In 1876, Reynaud, a French inventor, created the Praxinoscope, an improvement of the Zoetrope. The Praxinoscope replaced the narrow viewing slits of the Zoetrope with an inner circle of 12 mirrors (equal to the number of images), allowing a clearer and less distorted view of the moving image. Several people could watch the performance at the same time. After Reynaud licensed his invention in 1877, it sold well in a number of the large Paris department stores.This improved version included a glass viewing screen which allowed the moving image to be superimposed over a changeable background. He continued to improve the design and in 1880 created the first projection version. The Projection Praxinoscope used a lantern to project the moving images onto a small screen, allowing a larger audience to view it.

Khazanah

28 Oktober: Hari penting di Indonesia dan dunia

Rabu, 28 Okt 2026 - 00:44 WIB

Kesehatan

Bunda, jangan matikan lampu kamar mandi! Simak 5 alasannya

Selasa, 27 Okt 2026 - 21:26 WIB