Bek Persib asal Sukabumi, Eriyanto 0 Menit Bermain, Robi Darwis: Buktikan di Luar

- Redaksi

Sabtu, 14 Oktober 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Eriyanto, pemain Persib Bandung asal Nagrak, Kabupaten Sukabumi. l Istimewa

Eriyanto, pemain Persib Bandung asal Nagrak, Kabupaten Sukabumi. l Istimewa

sukabumiheadline.com l Bek Persib Bandung asal Kecamatan Nagrak, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Eriyanto mencuri perhatian bobotoh lagi, setelah dirinya mengunggah foto saat berlatih bersama Persib Bandung.

Dalam unggahan tersebut, ekspresi wajah Eriyanto terlihat bahagia dengan jari yang menunjuk.

Caption unggahannya pun membuat bobotoh heboh. Apalagi, pemain muda Maung Bandung, Robi Darwis turut berkomentar di unggahan tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dilihat sukabumiheadline.com, Sabtu (14/10/2023) pagi, Eriyanto membuat caption atau keterangan unggahan dalam Bahasa Inggris yang berarti “tujuannya masih sama.”

“jangan ragu lagi, tujuannya masih sama,” kata Eriyanto di unggahan Instagramnya.

Namun, ia tidak menjelaskan tujuan apa yang dimaksudnya.

Unggahan Eriyanto kemudian direspons Robi Darwis di kolom komentar. Ia menyebut Eriyanto mampu membuktikannya di luar sana.

“Kalem Cees aing bukti keun di luar (buktikan di luar),” komentar Robi Darwis dengan emoji yang memberi semangat.

Eriyanto pun merespons komentar pemain Timnas Indonesia tersebut dengan candaan kembali.

“@robi_darwis24 buktikan diluar lapangn lin bi haha,” timpal Eriyanto.

Sementara itu, bobotoh memberikan semangat kepada bek yang masih belum mendapatkan menit bermain sejak direkrut Persib Bandung musim 2021/2022 lalu itu.

Perlu diingat, Eriyanto direkrut Persib Bandung pada 25 April 2022 saat masih dipimpin pelatih Robert Albert. Namun, hingga masa Luis Milla dan kini Bojan Hodak, ia belum sama sekali mencicipi panasnya laga kompetisi.

Unggahan Eriyanto pun mendapat beragam komentar bernada memberi semangat kepada mantan pemain Persiraja Banda Aceh tersebut.

@abd***.
Semua akan ada waktunya….nu penting sehat..sukses selalu cees.

@erw***.
Semangat aa,balek aja ke oren Sumatra, insyaallah line up trus.

@tau***.
Semangat mang eri buktikan bahwa anda adalah pemain yg terbaik sunda prideee.

Berita Terkait

Analisis laga Persib vs Melbourne Victory FC di ACL Two besok malam
Profil Melbourne Victory FC, klub Australia bakal lawan Persib di ACL Two 2026/2027
Garudayaksa FC vs Persib malam ini, analisis pertandingan, statistik dan performa
Besok Garudayaksa FC vs Persib, Igor Tolic putar otak
Pangeran Biru menang tipis, analisis laga Madura United vs Persib malam ini
Lama dibekap cedera, Gakuto Notsuda tak sabar debut laga Madura United vs Persib
Footy Rankings – AFC Club Competitions Ranking prediksi Persib four-peat juara Super League
IWL 2026/2027, Pelatih Timnas Indonesia ingin putrinya bermain Liga Putri
Tag :

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 12:00 WIB

Profil Melbourne Victory FC, klub Australia bakal lawan Persib di ACL Two 2026/2027

Minggu, 25 Oktober 2026 - 13:10 WIB

Garudayaksa FC vs Persib malam ini, analisis pertandingan, statistik dan performa

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 15:19 WIB

Besok Garudayaksa FC vs Persib, Igor Tolic putar otak

Kamis, 22 Oktober 2026 - 09:16 WIB

Pangeran Biru menang tipis, analisis laga Madura United vs Persib malam ini

Selasa, 20 Oktober 2026 - 20:00 WIB

Lama dibekap cedera, Gakuto Notsuda tak sabar debut laga Madura United vs Persib

Berita Terbaru

Animasi Pantomimes Lumineuses karya Charles - 
19th century illustration of a praxinoscope theatre. In 1876, Reynaud, a French inventor, created the Praxinoscope, an improvement of the Zoetrope. The Praxinoscope replaced the narrow viewing slits of the Zoetrope with an inner circle of 12 mirrors (equal to the number of images), allowing a clearer and less distorted view of the moving image. Several people could watch the performance at the same time. After Reynaud licensed his invention in 1877, it sold well in a number of the large Paris department stores.This improved version included a glass viewing screen which allowed the moving image to be superimposed over a changeable background. He continued to improve the design and in 1880 created the first projection version. The Projection Praxinoscope used a lantern to project the moving images onto a small screen, allowing a larger audience to view it.

Khazanah

28 Oktober: Hari penting di Indonesia dan dunia

Rabu, 28 Okt 2026 - 00:44 WIB

Kesehatan

Bunda, jangan matikan lampu kamar mandi! Simak 5 alasannya

Selasa, 27 Okt 2026 - 21:26 WIB