Berawal Dari Hobi, Pemuda Cicurug Sukabumi Punya Toko Thrift Shop Sendiri

- Redaksi

Rabu, 21 Juli 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Julian Fadli (30 tahun) di Goldencat Store Cicurug Sukabumi. | Foto : Istimewa

Julian Fadli (30 tahun) di Goldencat Store Cicurug Sukabumi. | Foto : Istimewa

SUKABUMIHEADLINES.com – Kurang lebih sudah delapan tahun, Julian Fadli (30 tahun) pemuda Kampung Pamoyanan RT 04/02 Kelurahan Cicurug, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat menjual pakaian bekas impor alias Thrift Shop.

Pakaian impor ia pajang dan jual di tokonya sendiri, bernama Golden Cat Store. Julian mengaku usahanya itu berawal dari hobi. Ia gemar jual beli pakaian secara online sejak tahun 2013 lalu.

“Dari kecil saya mempunyai cita-cita ingin menjadi manager. Alhamdulillah sekarang saya punya usaha sendiri, karena sekecil apapun usaha tetap jadi bosnya,” kata Julian saat diwawancarai sukabumiheadlines.com Rabu, 21 Juli 2021.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Lanjut Julian, ia tidak hanya menjual pakaian casual saja, tapi juga merambah ke outdoor, streetwear, sportswear, vintage dan lain-lain.

Julian membanderol barang-barang tersebut mulai dari Rp 80.000 – Rp 150.000, bahkan sampai jutaan pun ada tergantung brandnya.

“Ada karyawan, pembelian bisa langsung ke toko. Selengkapnya bisa cek di Instagram @goldencat.store,” tutupnya.

Berita Terkait

Top 5 merek smartphone paling laris di dunia 2026, didominasi produk HP China
Suka belanja di HERO Supermarket? Ternyata pemiliknya mualaf asal Sukabumi
Di Sukabumi Wamentan Alim minta hilirisasi kopi dan kakao dikebut
Profil dan harta Eddy Kusnadi Suriaatmadja, bos SCTV dan Indosiar, paling dermawan se-Asia
Januari-September 2026 penumpang KA Pangrango dari Sukabumi naik 613.678 orang
Menaker luncurkan program Tailor Made Training Batch 2 di Sukabumi
Besok becak listrik Prabowo dibagikan gratis di Sukabumi, cek spesifikasi, fitur dan harganya
Satu di Sukabumi, 65 lokasi Kampung Nelayan Merah Putih dilengkapi cold storage

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 15:02 WIB

Top 5 merek smartphone paling laris di dunia 2026, didominasi produk HP China

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 14:15 WIB

Suka belanja di HERO Supermarket? Ternyata pemiliknya mualaf asal Sukabumi

Jumat, 23 Oktober 2026 - 23:30 WIB

Di Sukabumi Wamentan Alim minta hilirisasi kopi dan kakao dikebut

Rabu, 21 Oktober 2026 - 13:37 WIB

Profil dan harta Eddy Kusnadi Suriaatmadja, bos SCTV dan Indosiar, paling dermawan se-Asia

Senin, 19 Oktober 2026 - 23:30 WIB

Januari-September 2026 penumpang KA Pangrango dari Sukabumi naik 613.678 orang

Berita Terbaru

Animasi Pantomimes Lumineuses karya Charles - 
19th century illustration of a praxinoscope theatre. In 1876, Reynaud, a French inventor, created the Praxinoscope, an improvement of the Zoetrope. The Praxinoscope replaced the narrow viewing slits of the Zoetrope with an inner circle of 12 mirrors (equal to the number of images), allowing a clearer and less distorted view of the moving image. Several people could watch the performance at the same time. After Reynaud licensed his invention in 1877, it sold well in a number of the large Paris department stores.This improved version included a glass viewing screen which allowed the moving image to be superimposed over a changeable background. He continued to improve the design and in 1880 created the first projection version. The Projection Praxinoscope used a lantern to project the moving images onto a small screen, allowing a larger audience to view it.

Khazanah

28 Oktober: Hari penting di Indonesia dan dunia

Rabu, 28 Okt 2026 - 00:44 WIB

Kesehatan

Bunda, jangan matikan lampu kamar mandi! Simak 5 alasannya

Selasa, 27 Okt 2026 - 21:26 WIB