Bukan gratis, Kopdes Merah Putih harus kredit mobil India ke bank jaminan Dana Desa

- Redaksi

Senin, 23 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tata Yodha Pick Up - Tata Yodha

Tata Yodha Pick Up - Tata Yodha

sukabumiheadline.com – Ratusan ribu unit pickup dan truk dari india untuk Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) atau Kopdes Merah Putih, ternyata tidak gratis. Nantinya, KDMP wajib mencicil mobil tersebut ke bank yang ditunjuk pemerintah.

Hal itu dinyatakan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, saat konferensi pers realisasi APBN 2026 di kantornya, Jakarta, Senin (23/2/2026). Ia memastikan, impor mobil pickup dari India sebanyak 105 ribu unit untuk KDMP tak memanfaatkan dana APBN.

Ia mengatakan, kebutuhan pembiayaan Kopdes selama ini dipenuhi dari dana yang dipasok dari Himpunan Bank Milik Negara alias Himbara. Sedangkan APBN hanya membayar cicilan pinjamnya setiap tahun Rp40 triliun selama 6 tahun.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Jadi Kopdes Merah Putih mereka meminjam uang dari Bank Himbara. Kewajiban saya, Kementerian Keuangan setiap tahun akan menyicil pinjamannya Rp40 triliun selama 6 tahun ke depan,” ungkap Purbaya.

Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa - sukabumiheadline.com
Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa – Ilustrasi sukabumiheadline.com

Purbaya pun memastikan, kebutuhan pendanaan untuk Kopdes Merah Putih itu dan skema pelunasan cicilan pembiayaan dari pemerintah tak akan membuat APBN menjadi berisiko.

Enggak ada tambahan risiko fiskal karena tiap tahun pun itu sebagian uangnya dipindahkan dari uang dana desa. Jadi seperti itu pembiayaannya,” paparnya.

Baca Juga :  Bupati Sukabumi sebut 337 Koperasi Desa Merah Putih sudah terbentuk

Jaminan Dana Desa

Sebelumnya, Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto mengatakan sebesar 30% pagu anggaran Dana Desa resmi digunakan untuk pengembalian pinjaman Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih apabila tidak mampu menutupi angsuran.

Hal ini diatur dalam Peraturan Menteri Desa Nomor 10 tahun 2025 tentang Mekanisme Persetujuan Kepala Desa dalam rangka Pembiayaan Koperasi Desa Merah Putih yang ditandatangani Yandri pada 12 Agustus 2025.

Dengan demikian, Kopdes Merah Putih di Sukabumi, Jawa Barat, tidak wajib mengembalikan Dana Desa yang digunakan untuk pembayaran pinjaman tersebut.

“Jadi Dana Desa yang dipakai oleh Koperasi Desa Merah Putih bilamana gagal bayar, itu koperasi tidak punya kewajiban untuk mengembalikan kepada desa. Inilah bentuk dukungan Dana Desa,” kata Yandri pada Rabu (13/8/2025) lalu. Baca selengkapnya: Kades Sukabumi, 30% Dana Desa jaminan utang Kopdes Merah Putih tak wajib diganti

Mobil dari India 

Truk Tata Ultra - Tata Motor
Truk Tata Ultra – Tata Motor

Sebagaimana diketahui, Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara (Agrinas) Joao Angelo De Sousa Mota buka-bukaan alasan di balik rencana impor 105.000 unit pikap dan truk buatan pabrikan otomotif India.

Nilai kontrak atas pengadaan ini disebut-sebut mencapai Rp24,66 triliun.

Baca Juga :  Mulai 1 Juli semua Kopdes Merah Putih di Sukabumi sudah bisa pinjam modal ke bank Himbara

PT Agrinas Pangan Nusantara memutuskan untuk mengimpor 105.000 unit mobil pickup asal India guna menunjang operasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di seluruh Indonesia. Kebijakan strategis ini diambil di bawah kepemimpinan Direktur Utama Joao Angelo De Sousa Mota.

“Ratusan ribu pickup itu bakal digunakan untuk Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih. Impor ini untuk mendukung program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di seluruh Indonesia,” ungkap Direktur Utama Agrinas Pangan Nusantara, Joao Angelo De Sousa Mota kepada media di Jakarta, baru-baru ini.

Mahindra Scorpio - Mahindra
Mahindra Scorpio Single Cabin – Mahindra

Secara rinci, perusahaan mendatangkan 35.000 unit pikap Scorpio dari produsen otomotif Mahindra. Selain itu, sebanyak 70.000 unit lainnya disuplai oleh Tata Motors India, yang terdiri atas 35.000 unit Tata Yodha Pick Up dan 35.000 unit truk Ultra T.7.

Menurutnya langkah impor dalam jumlah besar ini diambil untuk memastikan koperasi desa memiliki alat transportasi yang memadai. Kendaraan niaga ringan tersebut dinilai cocok untuk mendistribusikan hasil pertanian dan kebutuhan pokok lainnya di berbagai wilayah Indonesia. Baca selengkapnya: Spesifikasi Tata Ultra, Mahindra dan Tata Ultra untuk Kopdes merah putih meskipun diprotes

Berita Terkait

Daftar raja minimarket di Indonesia, nomor 5 asal Sukabumi
Siapa pemilik Aman Group? Adrian Zecha, raja hotel dunia asal Sukabumi turun tahta
Memahami filosofi “Aman” Adrian Zecha, raja hotel dunia asal Sukabumi mengubah persepsi
10 orang terkaya di Indonesia 2025, nomor 2 punya aset triliunan Rupiah di Sukabumi
Tips memulai bisnis ala Aura Kasih
Pengertian dan 4+3 cara menemukan inspirasi yang sesuai keinginan
Daftar korporasi tertua: Kongō Gumi adalah perusahaan pertama di dunia
Bukan karena bosnya mualaf, sebab ini JNE Indonesia dipuji Menteri Haji Arab Saudi

Berita Terkait

Senin, 23 Februari 2026 - 21:59 WIB

Bukan gratis, Kopdes Merah Putih harus kredit mobil India ke bank jaminan Dana Desa

Rabu, 21 Januari 2026 - 00:01 WIB

Daftar raja minimarket di Indonesia, nomor 5 asal Sukabumi

Minggu, 18 Januari 2026 - 12:00 WIB

Siapa pemilik Aman Group? Adrian Zecha, raja hotel dunia asal Sukabumi turun tahta

Senin, 29 Desember 2025 - 03:39 WIB

Memahami filosofi “Aman” Adrian Zecha, raja hotel dunia asal Sukabumi mengubah persepsi

Sabtu, 27 Desember 2025 - 18:02 WIB

10 orang terkaya di Indonesia 2025, nomor 2 punya aset triliunan Rupiah di Sukabumi

Berita Terbaru


Notice: Fungsi WP_Styles::add ditulis secara tidak benar. The style with the handle "thickbox" was enqueued with dependencies that are not registered: dashicons. Silakan lihat Debugging di WordPress untuk informasi lebih lanjut. (Pesan ini ditambahkan pada versi 6.9.1.) in /home/sukaheadline/htdocs/sukabumiheadline.com/wp-includes/functions.php on line 6131