sukabumiheadline.com – Ratusan ribu unit pickup dan truk dari india untuk Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) atau Kopdes Merah Putih, ternyata tidak gratis. Nantinya, KDMP wajib mencicil mobil tersebut ke bank yang ditunjuk pemerintah.
Hal itu dinyatakan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, saat konferensi pers realisasi APBN 2026 di kantornya, Jakarta, Senin (23/2/2026). Ia memastikan, impor mobil pickup dari India sebanyak 105 ribu unit untuk KDMP tak memanfaatkan dana APBN.
Ia mengatakan, kebutuhan pembiayaan Kopdes selama ini dipenuhi dari dana yang dipasok dari Himpunan Bank Milik Negara alias Himbara. Sedangkan APBN hanya membayar cicilan pinjamnya setiap tahun Rp40 triliun selama 6 tahun.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Jadi Kopdes Merah Putih mereka meminjam uang dari Bank Himbara. Kewajiban saya, Kementerian Keuangan setiap tahun akan menyicil pinjamannya Rp40 triliun selama 6 tahun ke depan,” ungkap Purbaya.

Purbaya pun memastikan, kebutuhan pendanaan untuk Kopdes Merah Putih itu dan skema pelunasan cicilan pembiayaan dari pemerintah tak akan membuat APBN menjadi berisiko.
“Enggak ada tambahan risiko fiskal karena tiap tahun pun itu sebagian uangnya dipindahkan dari uang dana desa. Jadi seperti itu pembiayaannya,” paparnya.
Jaminan Dana Desa
Sebelumnya, Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto mengatakan sebesar 30% pagu anggaran Dana Desa resmi digunakan untuk pengembalian pinjaman Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih apabila tidak mampu menutupi angsuran.
Hal ini diatur dalam Peraturan Menteri Desa Nomor 10 tahun 2025 tentang Mekanisme Persetujuan Kepala Desa dalam rangka Pembiayaan Koperasi Desa Merah Putih yang ditandatangani Yandri pada 12 Agustus 2025.
Dengan demikian, Kopdes Merah Putih di Sukabumi, Jawa Barat, tidak wajib mengembalikan Dana Desa yang digunakan untuk pembayaran pinjaman tersebut.
“Jadi Dana Desa yang dipakai oleh Koperasi Desa Merah Putih bilamana gagal bayar, itu koperasi tidak punya kewajiban untuk mengembalikan kepada desa. Inilah bentuk dukungan Dana Desa,” kata Yandri pada Rabu (13/8/2025) lalu. Baca selengkapnya: Kades Sukabumi, 30% Dana Desa jaminan utang Kopdes Merah Putih tak wajib diganti
Mobil dari India

Sebagaimana diketahui, Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara (Agrinas) Joao Angelo De Sousa Mota buka-bukaan alasan di balik rencana impor 105.000 unit pikap dan truk buatan pabrikan otomotif India.
Nilai kontrak atas pengadaan ini disebut-sebut mencapai Rp24,66 triliun.
PT Agrinas Pangan Nusantara memutuskan untuk mengimpor 105.000 unit mobil pickup asal India guna menunjang operasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di seluruh Indonesia. Kebijakan strategis ini diambil di bawah kepemimpinan Direktur Utama Joao Angelo De Sousa Mota.
“Ratusan ribu pickup itu bakal digunakan untuk Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih. Impor ini untuk mendukung program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di seluruh Indonesia,” ungkap Direktur Utama Agrinas Pangan Nusantara, Joao Angelo De Sousa Mota kepada media di Jakarta, baru-baru ini.

Secara rinci, perusahaan mendatangkan 35.000 unit pikap Scorpio dari produsen otomotif Mahindra. Selain itu, sebanyak 70.000 unit lainnya disuplai oleh Tata Motors India, yang terdiri atas 35.000 unit Tata Yodha Pick Up dan 35.000 unit truk Ultra T.7.
Menurutnya langkah impor dalam jumlah besar ini diambil untuk memastikan koperasi desa memiliki alat transportasi yang memadai. Kendaraan niaga ringan tersebut dinilai cocok untuk mendistribusikan hasil pertanian dan kebutuhan pokok lainnya di berbagai wilayah Indonesia. Baca selengkapnya: Spesifikasi Tata Ultra, Mahindra dan Tata Ultra untuk Kopdes merah putih meskipun diprotes








