Donald Trump desak gencatan senjata, Iran tolak mentah-mentah

- Redaksi

Sabtu, 4 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Presiden Amerika Serikat, Donald Trump - sukabumiheadline.com

Ilustrasi Presiden Amerika Serikat, Donald Trump - sukabumiheadline.com

sukabumiheadline.com – Iran dilaporkan menolak proposal gencatan senjata selama 48 jam yang diajukan oleh Amerika Serikat (AS). Penolakan tersebut muncul di tengah meningkatnya intensitas serangan militer dan memburuknya situasi keamanan di kawasan.

Diberitakan kantor berita Fars News Agency dikutip pada Sabtu (4/4/2026), AS mendesak melalui proposal yang disampaikan kepada Teheran melalui sebuah negara yang disebut sebagai “bersahabat” pada Kamis (2/4/2025). Media tersebut mengutip sumber yang mengetahui proses tersebut.

Sumber itu menambahkan bahwa Washington meningkatkan upaya diplomatik untuk mengamankan gencatan senjata, terutama setelah serangan Iran menargetkan “depot pasukan militer” AS di Pulau Bubiyan, Pulau Bubiyan, yang berada di wilayah Kuwait.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam laporan Fars, penilaian yang beredar menyebut proposal tersebut diajukan setelah krisis di kawasan meningkat dan muncul “masalah serius” bagi pasukan AS akibat “kesalahan perhitungan” Washington terhadap kemampuan militer Iran.

Laporan itu juga menyebut bahwa respons Iran yang menolak mentah-mentah terhadap tawaran tersebut tidak diberikan secara tertulis, namun melalui serangan lanjutan di medan tempur.

Perang yang meningkat ini bermula pada 28 Februari, ketika Israel dan AS melancarkan serangan bersama terhadap Teheran dan sejumlah kota lain di Iran. Serangan tersebut menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran saat itu, Ali Khamenei, bersama sejumlah komandan militer senior dan warga sipil.

Sebagai balasan, Iran meluncurkan gelombang serangan rudal dan drone yang menargetkan Israel serta aset AS di berbagai wilayah Timur Tengah, memperluas konflik dan meningkatkan risiko eskalasi lebih lanjut di kawasan.

Berita Terkait

Perdana Menteri Anwar Ibrahim marah, uang pensiun PNS Malaysia dikorupsi orang Indonesia
Senator AS pro Israel Lindsey Graham tewas mendadak, pembalasan Iran dimulai?
Akhirnya Menlu Sugiono diterima Menteri Luar Negeri Iran
Iran tak izinkan Dubes RI di Tehran hadiri pemakaman Ali Khamenei
Hanya utus dubes di pemakaman Ali Khamenei, eks Menlu kritik keras pemerintah RI
RI hanya diwakili Dubes di Iran, daftar negara hadiri pemakaman Ali Khamenei
Benjamin Netanyahu mau dilengserkan
Pengusaha konveksi China produksi kaos bertuliskan “Boycott China” untuk dijual di AS

Berita Terkait

Minggu, 19 Juli 2026 - 14:48 WIB

Perdana Menteri Anwar Ibrahim marah, uang pensiun PNS Malaysia dikorupsi orang Indonesia

Senin, 13 Juli 2026 - 00:40 WIB

Senator AS pro Israel Lindsey Graham tewas mendadak, pembalasan Iran dimulai?

Sabtu, 11 Juli 2026 - 14:13 WIB

Akhirnya Menlu Sugiono diterima Menteri Luar Negeri Iran

Selasa, 7 Juli 2026 - 09:23 WIB

Iran tak izinkan Dubes RI di Tehran hadiri pemakaman Ali Khamenei

Senin, 6 Juli 2026 - 07:33 WIB

Hanya utus dubes di pemakaman Ali Khamenei, eks Menlu kritik keras pemerintah RI

Berita Terbaru